Senin, 22 Oktober 2018 | 22:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Tokoh agama minta Pilpres tidak bawa unsur agama

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 21:29 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Para tokoh lintas agama usai dialog Peradaban Lintas Agama yang diadakan Majelis Muwashola Bainal Ulama Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) di Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2IScqG7
Para tokoh lintas agama usai dialog Peradaban Lintas Agama yang diadakan Majelis Muwashola Bainal Ulama Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) di Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2IScqG7

Elshinta.com - Para tokoh lintas agama mengharapkan pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) berjalan damai dan aman serta tidak membawa unsur agama karena kedua Capres adalah orang yang beragama.

Harapan tersebut muncul dalam Dialog Lintas Agama yang diadakan Majelis Muwashola Bainal Ulama Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) di hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (13/10).

Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz sangat mengapresiasi pertemuan para tokoh agama tersebut karena dapat menjaga suasana yang kondusif antarumat beragama untuk menjaga kedamaian diantara semua umat manusia. "Semua agama telah bersepakat untuk menjaga kerukunan juga hak- hak mereka dalam hidup bertetangga, bila mereka mengganggu keyakinan  yang lain berarti mereka telah mencederai agama mereka sendiri," kata Habib Umar seperti dalam keterangan tertulisnya.

Dikutip Antara, Habib Umar juga mengajak umat untuk mewujudkan kedamaian di tengah masyarakat guna menjauhkan dari unsur-unsur yang bisa membuat perpecahan bangsa. Romo Franz Magnis Suseno juga menyampaikan hal senada bahwa dengan berkumpulnya tokoh-tokoh agama untuk bersama-sama membangun Indonesia yang diibaratkan sebuah perahu yang mengarungi lautan untuk menjaga agar perahu itu tidak tenggelam.

Dialog dengan tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas Dasar Rahmat Kemanusian itu dihadiri berbagai kalangan lintas agama seperti Pendeta Dr.Martin Lukito Sinaga, Bikku Dammashubo Mahathera dan Romo Franz Magnis Suseno. Menurut koordinator panitia dari Majelis Al-Muwasholah, Habib Hamid AlQadry dialog perdamaian akan terus diselenggarakan untuk mewujudkan perdamaian, tidak hanya pada tahun-tahun politik tapi hingga seterusnya sehingga Indonesia senantiasa sejuk, damai, dan tentram.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Para tokoh lintas agama mengharapkan pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) berjalan damai dan aman serta tidak membawa unsur agama karena kedua Capres adalah orang yang beragama.

Harapan tersebut muncul dalam Dialog Lintas Agama yang diadakan Majelis Muwashola Bainal Ulama Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) di hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (13/10).

Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz sangat mengapresiasi pertemuan para tokoh agama tersebut karena dapat menjaga suasana yang kondusif antarumat beragama untuk menjaga kedamaian diantara semua umat manusia. "Semua agama telah bersepakat untuk menjaga kerukunan juga hak- hak mereka dalam hidup bertetangga, bila mereka mengganggu keyakinan  yang lain berarti mereka telah mencederai agama mereka sendiri," kata Habib Umar seperti dalam keterangan tertulisnya.

Dikutip Antara, Habib Umar juga mengajak umat untuk mewujudkan kedamaian di tengah masyarakat guna menjauhkan dari unsur-unsur yang bisa membuat perpecahan bangsa. Romo Franz Magnis Suseno juga menyampaikan hal senada bahwa dengan berkumpulnya tokoh-tokoh agama untuk bersama-sama membangun Indonesia yang diibaratkan sebuah perahu yang mengarungi lautan untuk menjaga agar perahu itu tidak tenggelam.

Dialog dengan tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas Dasar Rahmat Kemanusian itu dihadiri berbagai kalangan lintas agama seperti Pendeta Dr.Martin Lukito Sinaga, Bikku Dammashubo Mahathera dan Romo Franz Magnis Suseno. Menurut koordinator panitia dari Majelis Al-Muwasholah, Habib Hamid AlQadry dialog perdamaian akan terus diselenggarakan untuk mewujudkan perdamaian, tidak hanya pada tahun-tahun politik tapi hingga seterusnya sehingga Indonesia senantiasa sejuk, damai, dan tentram.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com