Senin, 22 Oktober 2018 | 22:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Banjir rendam permukiman warga Kota Mamuju

Minggu, 14 Oktober 2018 - 06:16 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Banjir setelah hujan deras sepanjang Sabtu (13/10) sore hingga malam  di wilayah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengakibatkan ratusan rumah warga di Kota Mamuju terendam.

Pemantauan di Mamuju, Sabtu, banjir menggenangi wilayah Kompleks BTN Ampi di Jalan Pababari, Kota Mamuju mencapai setinggi lutut orang dewasa dan sebagian masuk ke rumah warga serta menggenangi rumah dan seisinya. 

Kendaraan tidak dapat melintas di daerah itu karena dapat membuat air yang menggenangi jalan bergelombang dan menghantam pemukiman masyarakat.

Mengutip dari Antara, masyarakat di daerah itu berusaha mengamankan barang berharga miliknya ke tempat yang lebih aman.

Banjir yang terjadi di kompleks tersebut karena air di kanal wilayah itu meluap.

Selain di lokasi itu, sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga yang juga terendam banjir di antaranya terdapat di jalan Teuku Umar, jalan Nelayan, sekitar wilayah Stadion Manakarra Mamuju, Jalan Soekarno Hatta,  dan Jalan Jendral Sudirman yang juga tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa.

Air hujan yang tergenang di ruas jalan mengakibatkan arus kendaraan juga tidak bisa melaju karena terhambat.

Menurut Wawan salah seorang warga, drainase yang buruk karena tersumbat sampah dan sebagian rusak membuat air hujan tidak mengalir ke laut. Ia mengaku trauma karena pada awal 2017 banjir besar melanda Kota Mamuju, mengakibatkan ribuan rumah terendam, bahkan  sejumlah rumah hanyut.

Ia mengatakan, kondisi jalan dan pemukiman warga yang tergenang ketika musim hujan tiba sudah menjadi langganan masyarakat setiap tahun, yang seharusnya diantisipasi pemerintah dengan melakukan penataan kota mencegah banjir.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Banjir setelah hujan deras sepanjang Sabtu (13/10) sore hingga malam  di wilayah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengakibatkan ratusan rumah warga di Kota Mamuju terendam.

Pemantauan di Mamuju, Sabtu, banjir menggenangi wilayah Kompleks BTN Ampi di Jalan Pababari, Kota Mamuju mencapai setinggi lutut orang dewasa dan sebagian masuk ke rumah warga serta menggenangi rumah dan seisinya. 

Kendaraan tidak dapat melintas di daerah itu karena dapat membuat air yang menggenangi jalan bergelombang dan menghantam pemukiman masyarakat.

Mengutip dari Antara, masyarakat di daerah itu berusaha mengamankan barang berharga miliknya ke tempat yang lebih aman.

Banjir yang terjadi di kompleks tersebut karena air di kanal wilayah itu meluap.

Selain di lokasi itu, sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga yang juga terendam banjir di antaranya terdapat di jalan Teuku Umar, jalan Nelayan, sekitar wilayah Stadion Manakarra Mamuju, Jalan Soekarno Hatta,  dan Jalan Jendral Sudirman yang juga tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa.

Air hujan yang tergenang di ruas jalan mengakibatkan arus kendaraan juga tidak bisa melaju karena terhambat.

Menurut Wawan salah seorang warga, drainase yang buruk karena tersumbat sampah dan sebagian rusak membuat air hujan tidak mengalir ke laut. Ia mengaku trauma karena pada awal 2017 banjir besar melanda Kota Mamuju, mengakibatkan ribuan rumah terendam, bahkan  sejumlah rumah hanyut.

Ia mengatakan, kondisi jalan dan pemukiman warga yang tergenang ketika musim hujan tiba sudah menjadi langganan masyarakat setiap tahun, yang seharusnya diantisipasi pemerintah dengan melakukan penataan kota mencegah banjir.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com