Rabu, 12 Desember 2018 | 02:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

KPA: Ada seribuan gay di Sukabumi

Minggu, 14 Oktober 2018 - 06:28 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CwYwJv
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CwYwJv

Elshinta.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi menyatakan, ada lebih dari seribu gay atau lelaki seks lelaki (LSL) di Sukabumi, Jawa Barat, dari hasil pemetaan sekaligus pendataan yang dilakukan pihaknya sepanjang 2018.

"Gay pada 2015 sebanyak 1.320 orang, namun 2017 menurun menjadi 1.080 orang dan untuk 2018 ini jumlahnya masih di angka seribuan, namun masih dalam pendataan dan pemetaan," kata Ketua KPA Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, di Sukabumi, Sabtu (13/10).

Mayoritas gay yang ada di Kota Sukabumi berusia produktif yakni dari 15 hingga 40 tahun. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan masih banyaknya gay, antara lain pergaulan bebas, kondisi keluarga yang tidak harmonis, kurangnya pemahaman agama dan lain-lain.

Keberadaan gay ini makin menjadi sorotan. Karena itulah, KPA berupaya memberikan pemahaman kepada kaum gay yang ada di Kota Sukabumi agar kembali hidup sehat.

Kepada kaum penyuka sesama jenis yang sudah bisa dijangkau, pihaknya selalu memberikan penyuluhan agar bisa lebih dekat dengan agama. "Tapi yang sangat penting jika ingin sembuh, mereka harus keluar dari kelompoknya."

Menurut dia, menyembuhkan gay ini sangat tergantung dari keinginan si gay itu sendiri, karena kelainan seksual itu bukan disebabkan oleh sakit jiwanya, tetapi orientasi seksualnya yang sebelumnya normal jadi menyimpang karena sejumlah faktor.

Kepada masyarakat pihaknya juga menyadarkan tentang pentingnya ketahanan keluarga. "Biasanya seseorang yang mengalami kelainan seksual karena faktor ketahanan keluarga sehingga tidak betah di rumah dan mencari pengakuan di luar rumah, akibatnya terjerumus," ujar Fahmi, seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan KPA sebagai lembaga kemanusiaan juga terus berupaya memberikan berbagai pemahaman kepada kaum gay yang merupakan kelompok paling rawan penyebaran HIV/AIDS.

Pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada gay agar meredam aktivitasnya yang bisa menularkan atau tertular HIV/AIDS itu.

Mereka, ujar dia meyakinkan, harus bisa disembuhkan sebab orang sakit pasti bisa disembuhkan. "Sudah ada beberapa gay yang menikah dengan lawan jenis, tetapi memang ada juga yang menikah dengan wanita tetapi masih suka berhubungan seksual dengan sesama jenis. Kami pun menyiapkan berbagai progam untuk penanggulangannya setelah hasil pendataan dan pemetaan selesai," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi menyatakan, ada lebih dari seribu gay atau lelaki seks lelaki (LSL) di Sukabumi, Jawa Barat, dari hasil pemetaan sekaligus pendataan yang dilakukan pihaknya sepanjang 2018.

"Gay pada 2015 sebanyak 1.320 orang, namun 2017 menurun menjadi 1.080 orang dan untuk 2018 ini jumlahnya masih di angka seribuan, namun masih dalam pendataan dan pemetaan," kata Ketua KPA Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, di Sukabumi, Sabtu (13/10).

Mayoritas gay yang ada di Kota Sukabumi berusia produktif yakni dari 15 hingga 40 tahun. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan masih banyaknya gay, antara lain pergaulan bebas, kondisi keluarga yang tidak harmonis, kurangnya pemahaman agama dan lain-lain.

Keberadaan gay ini makin menjadi sorotan. Karena itulah, KPA berupaya memberikan pemahaman kepada kaum gay yang ada di Kota Sukabumi agar kembali hidup sehat.

Kepada kaum penyuka sesama jenis yang sudah bisa dijangkau, pihaknya selalu memberikan penyuluhan agar bisa lebih dekat dengan agama. "Tapi yang sangat penting jika ingin sembuh, mereka harus keluar dari kelompoknya."

Menurut dia, menyembuhkan gay ini sangat tergantung dari keinginan si gay itu sendiri, karena kelainan seksual itu bukan disebabkan oleh sakit jiwanya, tetapi orientasi seksualnya yang sebelumnya normal jadi menyimpang karena sejumlah faktor.

Kepada masyarakat pihaknya juga menyadarkan tentang pentingnya ketahanan keluarga. "Biasanya seseorang yang mengalami kelainan seksual karena faktor ketahanan keluarga sehingga tidak betah di rumah dan mencari pengakuan di luar rumah, akibatnya terjerumus," ujar Fahmi, seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan KPA sebagai lembaga kemanusiaan juga terus berupaya memberikan berbagai pemahaman kepada kaum gay yang merupakan kelompok paling rawan penyebaran HIV/AIDS.

Pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada gay agar meredam aktivitasnya yang bisa menularkan atau tertular HIV/AIDS itu.

Mereka, ujar dia meyakinkan, harus bisa disembuhkan sebab orang sakit pasti bisa disembuhkan. "Sudah ada beberapa gay yang menikah dengan lawan jenis, tetapi memang ada juga yang menikah dengan wanita tetapi masih suka berhubungan seksual dengan sesama jenis. Kami pun menyiapkan berbagai progam untuk penanggulangannya setelah hasil pendataan dan pemetaan selesai," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com