Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Jabar prioritaskan hujan buatan di kawasan bendungan

Minggu, 14 Oktober 2018 - 06:58 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CIxqiG
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CIxqiG

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan memprioritaskan program modifikasi cuaca atau hujan buatan di kawasan bendungan yang terjadi penyusutan air secara drastis untuk mengatasi masalah kekeringan akibat musim kemarau di Jabar.

"Didahulukan dulu hujan di daerah bendungan-bendungan, waduk-waduk yang airnya sekarang turun lebih dari 10 meter," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menghadiri acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Rest Area Urug, Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/10).

Ia menuturkan, Pemerintah Provinsi Jabar telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan kekeringan akibat musim kemarau melanda daerah Jabar.

Salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah, kata dia, dengan melakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan institusi terkait agar aliran air kembali normal dan lancar. "Mudah-mudahan dengan solusi itu air bisa kembali normal," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia menambahkan, persoalan kekeringan dan upaya kesiapan menjalankan program modifikasi cuaca tersebut sudah disampaikan langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Menteri yang hadir dalam acara di Tasikmalaya itu, kata Ridwan Kamil, menanggapi serius dan akan menyampaikan kembali ke Presiden  Joko Widodo untuk melakukan tindakan dalam mengatasi kekeringan. "Saya sudah lapor ke Ibu, Ibu akan menyampaikan ke Presiden untuk ambil tindakan, Minggu besok kita mulai melakukan teknologi rekayasa iklim," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan memprioritaskan program modifikasi cuaca atau hujan buatan di kawasan bendungan yang terjadi penyusutan air secara drastis untuk mengatasi masalah kekeringan akibat musim kemarau di Jabar.

"Didahulukan dulu hujan di daerah bendungan-bendungan, waduk-waduk yang airnya sekarang turun lebih dari 10 meter," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menghadiri acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Rest Area Urug, Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/10).

Ia menuturkan, Pemerintah Provinsi Jabar telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan kekeringan akibat musim kemarau melanda daerah Jabar.

Salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah, kata dia, dengan melakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan institusi terkait agar aliran air kembali normal dan lancar. "Mudah-mudahan dengan solusi itu air bisa kembali normal," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia menambahkan, persoalan kekeringan dan upaya kesiapan menjalankan program modifikasi cuaca tersebut sudah disampaikan langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Menteri yang hadir dalam acara di Tasikmalaya itu, kata Ridwan Kamil, menanggapi serius dan akan menyampaikan kembali ke Presiden  Joko Widodo untuk melakukan tindakan dalam mengatasi kekeringan. "Saya sudah lapor ke Ibu, Ibu akan menyampaikan ke Presiden untuk ambil tindakan, Minggu besok kita mulai melakukan teknologi rekayasa iklim," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com