Rabu, 12 Desember 2018 | 04:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Jabar prioritaskan hujan buatan di kawasan bendungan

Minggu, 14 Oktober 2018 - 06:58 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CIxqiG
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CIxqiG

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan memprioritaskan program modifikasi cuaca atau hujan buatan di kawasan bendungan yang terjadi penyusutan air secara drastis untuk mengatasi masalah kekeringan akibat musim kemarau di Jabar.

"Didahulukan dulu hujan di daerah bendungan-bendungan, waduk-waduk yang airnya sekarang turun lebih dari 10 meter," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menghadiri acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Rest Area Urug, Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/10).

Ia menuturkan, Pemerintah Provinsi Jabar telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan kekeringan akibat musim kemarau melanda daerah Jabar.

Salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah, kata dia, dengan melakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan institusi terkait agar aliran air kembali normal dan lancar. "Mudah-mudahan dengan solusi itu air bisa kembali normal," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia menambahkan, persoalan kekeringan dan upaya kesiapan menjalankan program modifikasi cuaca tersebut sudah disampaikan langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Menteri yang hadir dalam acara di Tasikmalaya itu, kata Ridwan Kamil, menanggapi serius dan akan menyampaikan kembali ke Presiden  Joko Widodo untuk melakukan tindakan dalam mengatasi kekeringan. "Saya sudah lapor ke Ibu, Ibu akan menyampaikan ke Presiden untuk ambil tindakan, Minggu besok kita mulai melakukan teknologi rekayasa iklim," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan memprioritaskan program modifikasi cuaca atau hujan buatan di kawasan bendungan yang terjadi penyusutan air secara drastis untuk mengatasi masalah kekeringan akibat musim kemarau di Jabar.

"Didahulukan dulu hujan di daerah bendungan-bendungan, waduk-waduk yang airnya sekarang turun lebih dari 10 meter," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menghadiri acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Rest Area Urug, Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/10).

Ia menuturkan, Pemerintah Provinsi Jabar telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan kekeringan akibat musim kemarau melanda daerah Jabar.

Salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah, kata dia, dengan melakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan institusi terkait agar aliran air kembali normal dan lancar. "Mudah-mudahan dengan solusi itu air bisa kembali normal," katanya, seperti dikutip Antara.

Ia menambahkan, persoalan kekeringan dan upaya kesiapan menjalankan program modifikasi cuaca tersebut sudah disampaikan langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Menteri yang hadir dalam acara di Tasikmalaya itu, kata Ridwan Kamil, menanggapi serius dan akan menyampaikan kembali ke Presiden  Joko Widodo untuk melakukan tindakan dalam mengatasi kekeringan. "Saya sudah lapor ke Ibu, Ibu akan menyampaikan ke Presiden untuk ambil tindakan, Minggu besok kita mulai melakukan teknologi rekayasa iklim," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com