Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Gunung Anak Krakatau alami 40 kegempaan letusan

Minggu, 14 Oktober 2018 - 07:59 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2NGAzQK
Sumber foto: https://bit.ly/2NGAzQK

Elshinta.com - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, sepanjang pengamatan Sabtu (13/10) hingga Minggu dini hari menunjukkan aktivitas kegempaan letusan 40 kali teramati sinar api serta aliran lava pijar ke arah selatan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilis diterima di Bandarlampung, Provinsi Lampung, Minggu (14/10), meneruskan laporan pengamatan GAK disampaikan Windi Cahya Untung, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan GAK periode pengamatan 13 Oktober 2018 pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, menyebutkan visual malam dari CCTV teramati sinar api dan aliran lava pijar ke arah selatan.

Kemudian, terdengar suara dentuman di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Mengutip dari Antara, gunung api di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut ini, sepanjang pengamatan mengalami aktivitas kegempaan letusan 40 kali, amplitudo 10-27 mm, durasi 5-35 detik. Tektonik Jauh satu kali, amplitudo 5 mm, S-P tidak terbaca, durasi 43 detik. Tremor Menerus amplitudo 1-6 mm (dominan 1 mm).

Sepanjang pengamatan itu, kondisi cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, timur, dan tenggara. Suhu udara 25-33 derajat celsius, kelembapan udara 57-84 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Visual gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, sepanjang pengamatan Sabtu (13/10) hingga Minggu dini hari menunjukkan aktivitas kegempaan letusan 40 kali teramati sinar api serta aliran lava pijar ke arah selatan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilis diterima di Bandarlampung, Provinsi Lampung, Minggu (14/10), meneruskan laporan pengamatan GAK disampaikan Windi Cahya Untung, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan GAK periode pengamatan 13 Oktober 2018 pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, menyebutkan visual malam dari CCTV teramati sinar api dan aliran lava pijar ke arah selatan.

Kemudian, terdengar suara dentuman di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Mengutip dari Antara, gunung api di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut ini, sepanjang pengamatan mengalami aktivitas kegempaan letusan 40 kali, amplitudo 10-27 mm, durasi 5-35 detik. Tektonik Jauh satu kali, amplitudo 5 mm, S-P tidak terbaca, durasi 43 detik. Tremor Menerus amplitudo 1-6 mm (dominan 1 mm).

Sepanjang pengamatan itu, kondisi cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, timur, dan tenggara. Suhu udara 25-33 derajat celsius, kelembapan udara 57-84 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Visual gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 07:46 WIB

BMKG pasang 20 sensor gempa di Sulteng

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Polresta Malang gerebek toko pembuat miras oplosan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com