Kamis, 18 Oktober 2018 | 02:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Disnak NTT optimalisasi lahan kosong untuk pakan ternak

Minggu, 14 Oktober 2018 - 08:46 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2Pw2chb
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Pw2chb

Elshinta.com - Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan optimalisasi lahan-lahan kosong untuk memproduksi pakan ternak agar usaha peternak lokal tidak kekurangan pakan pada musim kemarau.

"Keterbatasan pakan ternak menjadi salah satu kendala pembangunan sektor peternak di NTT, sehingga upaya dilakukan pemerintah NTT melalui optimalisasi lahan kosong untuk memproduksi pakan ternak yang bermutu," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Danny Suhadi ketika dihubungi Antara di Kupang, Minggu (14/10).

Ia mengatakan kekurangan pakan ternak dialami peternak di provinsi berbasis kepulauan ini ketika NTT dilanda musim kemarau yang panjang sehingga ternak kekurangan pakan yang segar.

Menurut dia, padang pengembalaan ternak yang gersang akan digunakan untuk ditanami berbagai jenis pakan ternak, sehingga ternak milik masyarakat NTT tidak lagi kekurangan pakan selama NTT dilanda kemarau panjang. "Kami akan optimalisasi padang pengembalaan yang kosong untuk ditanami tanaman untuk pakan ternak sapi,"tegas Danny, seperti dikutip Antara.

Pemerintah akan memanfatkan padang pengembalaan yang tidak optimal untuk dioptimalisasi dengan ditanami tanaman lamtoro keramba yang tetap tumbuh pada musim kemarau.

"Keunggulan tanaman lamtoro kerambah sangat tahan panas dan hanya membutuhkan air yang terbatas untuk bisa bertumbuh sehinga pada suhu udara panas tetap tumbuh dengan baik,"tegasnya.

Dalam kawasan lahan yang ditanami lamtoro kerambah tambah Danny, ditanami juga dengan tanaman kelor yang juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bagi ternak.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan optimalisasi lahan-lahan kosong untuk memproduksi pakan ternak agar usaha peternak lokal tidak kekurangan pakan pada musim kemarau.

"Keterbatasan pakan ternak menjadi salah satu kendala pembangunan sektor peternak di NTT, sehingga upaya dilakukan pemerintah NTT melalui optimalisasi lahan kosong untuk memproduksi pakan ternak yang bermutu," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Danny Suhadi ketika dihubungi Antara di Kupang, Minggu (14/10).

Ia mengatakan kekurangan pakan ternak dialami peternak di provinsi berbasis kepulauan ini ketika NTT dilanda musim kemarau yang panjang sehingga ternak kekurangan pakan yang segar.

Menurut dia, padang pengembalaan ternak yang gersang akan digunakan untuk ditanami berbagai jenis pakan ternak, sehingga ternak milik masyarakat NTT tidak lagi kekurangan pakan selama NTT dilanda kemarau panjang. "Kami akan optimalisasi padang pengembalaan yang kosong untuk ditanami tanaman untuk pakan ternak sapi,"tegas Danny, seperti dikutip Antara.

Pemerintah akan memanfatkan padang pengembalaan yang tidak optimal untuk dioptimalisasi dengan ditanami tanaman lamtoro keramba yang tetap tumbuh pada musim kemarau.

"Keunggulan tanaman lamtoro kerambah sangat tahan panas dan hanya membutuhkan air yang terbatas untuk bisa bertumbuh sehinga pada suhu udara panas tetap tumbuh dengan baik,"tegasnya.

Dalam kawasan lahan yang ditanami lamtoro kerambah tambah Danny, ditanami juga dengan tanaman kelor yang juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bagi ternak.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com