Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Menlu Palestina: Kami hanya ingin perdamaian dan kebebasan

Minggu, 14 Oktober 2018 - 13:29 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menlu Palestina Riyad al-Maliki bersama Menlu RI Retno Marsudi melepas balon di panggung perdamaian dan kemanusiaan dalam pekan solidaritas untuk Palestina di arena Car Free Day Bunderan HI Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2QSkxpd
Menlu Palestina Riyad al-Maliki bersama Menlu RI Retno Marsudi melepas balon di panggung perdamaian dan kemanusiaan dalam pekan solidaritas untuk Palestina di arena Car Free Day Bunderan HI Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2QSkxpd

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Maliki mengatakan yang diinginkan masyarakat Palestina hanyalah perdamaian dan kebebasan.

"Yang kami inginkan tidak lebih dan tidak kurang adalah perdamaian, kami tidak meminta apapun lainnya," kata Menlu al Maliki di acara jalan santai untuk perdamaian dan kemanusiaan dalam rangka Pekan Solidaritas Untuk Palestina di CFD Jakarta, Minggu (14/10).

Ia mengatakan, tema yang diambil dalam acara tersebut yaitu Walk for Peace and Humanity sangat tepat karena masyarakat Palestina, menurut al Maliki, juga tidak meminta apapun selain hanya kemanusiaan untuk Palestina. "Kami inginkan dunia melihat kami sebagai manusia dan juga berbagi kemanusiaan dengan kami," kata al Maliki dalam acara yang digelar Kementerian Luar Negeri RI itu sebagai bentuk dukungan dan solidaritas Indonesia untuk Palestina.

Palestina berada di bawah pendudukan Zionis Israel selama 51 tahun yang masih berlangsung  hingga kini dan masyarakat Palestina terus memperjuangkan kebebasannya. "Kami percaya warga Palestina memilih untuk bebas, memilih untuk menikmati kemanusiaannya, dan hidup dalam damai dan keadilan," ujar dia, dikutip Antara.

Karena itu, tambah al Maliki, solidaritas dan dukungan yang ditunjukkan masyarakat dan Pemerintah Indonesia sangat penting bagi mereka. Bahkan menurut Maliki, selama solidaritas dari Indonesia masih mengalir maka masyarakat Palestina akan terus berjuang untuk mencapai kebebasan dan kemerdekaannya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 Oktober 2018 - 21:59 WIB

LPSK imbau seluruh pihak lawan serangan terhadap ahli

Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Maliki mengatakan yang diinginkan masyarakat Palestina hanyalah perdamaian dan kebebasan.

"Yang kami inginkan tidak lebih dan tidak kurang adalah perdamaian, kami tidak meminta apapun lainnya," kata Menlu al Maliki di acara jalan santai untuk perdamaian dan kemanusiaan dalam rangka Pekan Solidaritas Untuk Palestina di CFD Jakarta, Minggu (14/10).

Ia mengatakan, tema yang diambil dalam acara tersebut yaitu Walk for Peace and Humanity sangat tepat karena masyarakat Palestina, menurut al Maliki, juga tidak meminta apapun selain hanya kemanusiaan untuk Palestina. "Kami inginkan dunia melihat kami sebagai manusia dan juga berbagi kemanusiaan dengan kami," kata al Maliki dalam acara yang digelar Kementerian Luar Negeri RI itu sebagai bentuk dukungan dan solidaritas Indonesia untuk Palestina.

Palestina berada di bawah pendudukan Zionis Israel selama 51 tahun yang masih berlangsung  hingga kini dan masyarakat Palestina terus memperjuangkan kebebasannya. "Kami percaya warga Palestina memilih untuk bebas, memilih untuk menikmati kemanusiaannya, dan hidup dalam damai dan keadilan," ujar dia, dikutip Antara.

Karena itu, tambah al Maliki, solidaritas dan dukungan yang ditunjukkan masyarakat dan Pemerintah Indonesia sangat penting bagi mereka. Bahkan menurut Maliki, selama solidaritas dari Indonesia masih mengalir maka masyarakat Palestina akan terus berjuang untuk mencapai kebebasan dan kemerdekaannya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com