Selasa, 18 Desember 2018 | 01:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Akses jalan Mandailing Natal yang sempat tertutup longsor mulai bisa dilintasi

Minggu, 14 Oktober 2018 - 13:49 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Kondisi permukiman yang diterjang banjir bandang di Desa Muara Seladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal. Sumber foto: Istimewa
Kondisi permukiman yang diterjang banjir bandang di Desa Muara Seladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal. Sumber foto: Istimewa

Elshinta.com - Akses jalan yang menutup beberapa ruas jalan akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tepatnya di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, sudah dapat diatasi.

"Sebelas titik longsor yang menutup badan jalan telah dapat ditembus masyarakat maupun kendaraan yang melintas di lokasi tersebut," kata Kabid Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandaling Natal, Sumatera Utara, Muhammad Yasir, Minggu (14/10) seperti rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Bahkan, menurut dia, sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk membantu evakuasi korban yang ditemukan dan membersihkan material longsor, serta kayu sisa banjir yang berserakan di jalan. "Dari 29 anak sekolah SD Negeri 235 yang diterjang banjir bandang, Jumat (12/10) sore, 12 orang meninggal dunia, dan 17 orang berhasil diselamatkan," ujar Yasir.

Ia menyebutkan, semua korban banjir tersebut, merupakan anak-anak berusia dibawah 12 tahun, dan juga pelajar SD. Dari 17 anak yang selamat, dan tujuh orang diantaranya dirawat di Puskesmas Desa Muara Saladi. "Selain itu, dua orang guru juga ditemukan selamat," ucap dia.

Yasir menjelaskan, korban yang selamat ditemukan di bawah runtuhan bangunan dan sebahagian lagi terseret banjir bandang tersebut. Banjir bandang juga mengakibatkan 12 rumah warga hanyut dan rusak total, sembilan rumah rusak berat, serta tiga fasilitas umum di Desa Muara Saladi berupa Poliklinik Desa, Gedung SD Negeri 235, dan gedung PKK rusak total hanyut terbawa banjir. "Masyarakat korban banjir bandang itu, saat ini untuk sementara waktu terpaksa mengungsi di rumah sanak famili dan kerabat mereka," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Akses jalan yang menutup beberapa ruas jalan akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tepatnya di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, sudah dapat diatasi.

"Sebelas titik longsor yang menutup badan jalan telah dapat ditembus masyarakat maupun kendaraan yang melintas di lokasi tersebut," kata Kabid Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandaling Natal, Sumatera Utara, Muhammad Yasir, Minggu (14/10) seperti rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Bahkan, menurut dia, sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk membantu evakuasi korban yang ditemukan dan membersihkan material longsor, serta kayu sisa banjir yang berserakan di jalan. "Dari 29 anak sekolah SD Negeri 235 yang diterjang banjir bandang, Jumat (12/10) sore, 12 orang meninggal dunia, dan 17 orang berhasil diselamatkan," ujar Yasir.

Ia menyebutkan, semua korban banjir tersebut, merupakan anak-anak berusia dibawah 12 tahun, dan juga pelajar SD. Dari 17 anak yang selamat, dan tujuh orang diantaranya dirawat di Puskesmas Desa Muara Saladi. "Selain itu, dua orang guru juga ditemukan selamat," ucap dia.

Yasir menjelaskan, korban yang selamat ditemukan di bawah runtuhan bangunan dan sebahagian lagi terseret banjir bandang tersebut. Banjir bandang juga mengakibatkan 12 rumah warga hanyut dan rusak total, sembilan rumah rusak berat, serta tiga fasilitas umum di Desa Muara Saladi berupa Poliklinik Desa, Gedung SD Negeri 235, dan gedung PKK rusak total hanyut terbawa banjir. "Masyarakat korban banjir bandang itu, saat ini untuk sementara waktu terpaksa mengungsi di rumah sanak famili dan kerabat mereka," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com