Kamis, 18 Oktober 2018 | 02:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Belawan Bahari disiapkan menuju destinasi wisata Bahari Ramah Anak

Minggu, 14 Oktober 2018 - 14:50 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Misriadi/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Misriadi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Merubah image dan suasana Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera utara yang selama ini negatif, pemerintah kelurahan setempat melakukan terobosan melalui kerjasama program dengan multi pihak. 

“Kelurahan kami disebut sarang copet, begal, kampung narkoba atau persepsi negatif lain. Semua itu menjadi tantangan bagi kami untuk menjadikannya positif, kami terbuka bekerjasama dengan berbagai pihak agar Belawan Bahari kedepan lebih baik,” ujar Sonang Saing Lurah Belawan Bahari kepada Kontributor Elshinta, Misriadi di sela-sela pelatihan Hak Anak dan Pembentukan Komite Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Aula Kelurahan Belawan Bahari, Minggu (14/10).

Menurut Sonang, problematika di masyarakat nya cukup kompleks apalagi sejak pemberlakuan Permen Kelautan dan Perikanan No. 71/Permen-Kp/2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat pIkan menyebabkan nelayan terbatas dalam melaut, sehingga pendapatan nelayan disebutnya menurun drastis, sehingga terjadi penurunan pendapatan keluarga yang mempengaruhi terjadinya KDRT, anak putus sekolah, pekerja anak hingga ada yang stress dan terlibat menggunakan narkoba. 

Untuk merubah itu, saat ini pihaknya bersama FK PUSPA melakukan Pelatihan Hak Anak dan Pembentukan Komite PATBM antara lain, pelatihan merajut bagi perempuan, pelatihan bahasa inggris dan pelatihan karakter anak yang diharapkan nantinya tercipta Wisata Bahari Ramah Anak (WBRA) sehingga ada alternatif pendapatan bagi masyarakat terutama jika nelayan tidak dapat melaut, seperti kapal nelayan dapat menjadi sarana transportasi mengelilingi pesisir pantai dan pinggiran sungai deli dan menjadi arena kuliner laut seperti kuliner kerang, udang dan kepiting.

Di tempat sama, Ketua FK PUSPA Sumut, Misran Lubis yang memfasilitasi sesi Pelatihan Hak Anak dan Pembentukan Komite PATBM bersama Sulaiman Zuhdi Manik, menyatakan pihaknya telah melakukan asessment Belawan Bahari sebagai destinasi wisata bahari ramah anak. 

Berbagai pelatihan yang saat ini sedang laksanakan merupakan tahap penguatan sumber daya manusia agar kesiapan dan komitmen masyarakat terbangun sehingga wisata bahari ramah anak dapat diciptakan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - Merubah image dan suasana Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera utara yang selama ini negatif, pemerintah kelurahan setempat melakukan terobosan melalui kerjasama program dengan multi pihak. 

“Kelurahan kami disebut sarang copet, begal, kampung narkoba atau persepsi negatif lain. Semua itu menjadi tantangan bagi kami untuk menjadikannya positif, kami terbuka bekerjasama dengan berbagai pihak agar Belawan Bahari kedepan lebih baik,” ujar Sonang Saing Lurah Belawan Bahari kepada Kontributor Elshinta, Misriadi di sela-sela pelatihan Hak Anak dan Pembentukan Komite Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Aula Kelurahan Belawan Bahari, Minggu (14/10).

Menurut Sonang, problematika di masyarakat nya cukup kompleks apalagi sejak pemberlakuan Permen Kelautan dan Perikanan No. 71/Permen-Kp/2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat pIkan menyebabkan nelayan terbatas dalam melaut, sehingga pendapatan nelayan disebutnya menurun drastis, sehingga terjadi penurunan pendapatan keluarga yang mempengaruhi terjadinya KDRT, anak putus sekolah, pekerja anak hingga ada yang stress dan terlibat menggunakan narkoba. 

Untuk merubah itu, saat ini pihaknya bersama FK PUSPA melakukan Pelatihan Hak Anak dan Pembentukan Komite PATBM antara lain, pelatihan merajut bagi perempuan, pelatihan bahasa inggris dan pelatihan karakter anak yang diharapkan nantinya tercipta Wisata Bahari Ramah Anak (WBRA) sehingga ada alternatif pendapatan bagi masyarakat terutama jika nelayan tidak dapat melaut, seperti kapal nelayan dapat menjadi sarana transportasi mengelilingi pesisir pantai dan pinggiran sungai deli dan menjadi arena kuliner laut seperti kuliner kerang, udang dan kepiting.

Di tempat sama, Ketua FK PUSPA Sumut, Misran Lubis yang memfasilitasi sesi Pelatihan Hak Anak dan Pembentukan Komite PATBM bersama Sulaiman Zuhdi Manik, menyatakan pihaknya telah melakukan asessment Belawan Bahari sebagai destinasi wisata bahari ramah anak. 

Berbagai pelatihan yang saat ini sedang laksanakan merupakan tahap penguatan sumber daya manusia agar kesiapan dan komitmen masyarakat terbangun sehingga wisata bahari ramah anak dapat diciptakan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com