Rabu, 12 Desember 2018 | 04:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Gadget

Samsung masih kuasai pasar smartphone global

Minggu, 14 Oktober 2018 - 14:28 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Samsung Galaxy A9 memiliki susunan empat kamera di belakang dan satu kamera depan sebesar 24MP. Sumber foto: https://bit.ly/2RJmS6W
Samsung Galaxy A9 memiliki susunan empat kamera di belakang dan satu kamera depan sebesar 24MP. Sumber foto: https://bit.ly/2RJmS6W

Elshinta.com - Samsung masih menguasai pasar smartphone global hingga September tahun ini dengan 30,8 persen mengambil irisan “kue” dan berbagi dominasi dengan Apple yang menempati urutan kedua dengan 20,63 persen.

Sementara dua produsen China Huawei dan Xiaomi berada di urutan ketiga dan keempat dengan hampir imbang masing-masing 7,56 persen dan 7,39 persen, demikian menurut laporan Stat Counter yang dikutip Antara.

Bergabung dalam lima besar ada Oppo yang mewakili 4,36 persen, sedangkan brand lain secara campuran menguasai 4,77 persen sisanya. Tidak hanya di pasar global, di wilayah Asia, Samsung juga mengambil bagian terbesar 30,57 persen pangsa pasar, diikuti Apple dengan 12.51 persen, dan Xiaomi sedikit kuat di kawasan ini dengan 11,11 persen di urutan ketiga.

Oppo berada di belakang Xiaomi dengan 7,49 persen, Huawei 5,82 persen, dan brand lainnya mengisi 6,28 persen sisanya. Pada akhir pertehanan tahun ini, lembaga riset IDC mencatat bahwa pasar smartphone global pada kuartal kedua 2018 turun 1,8 persen dengan hanya 342 juta unit dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 348,2 juta unit.

Dalam kuartal kedua lalu, Huawei melampaui Apple dengan mengirimkan 54,2 juta unit smartphone ke seluruh dunia, menempati urutan kedua di belakang brand Korea Samsung yang membukukan 71,5 juta unit. Apple di peringkat tiga dengan 41,3 juta unit dan Xiaomi di posisi keempat dengan 31,9 juta unit.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Samsung masih menguasai pasar smartphone global hingga September tahun ini dengan 30,8 persen mengambil irisan “kue” dan berbagi dominasi dengan Apple yang menempati urutan kedua dengan 20,63 persen.

Sementara dua produsen China Huawei dan Xiaomi berada di urutan ketiga dan keempat dengan hampir imbang masing-masing 7,56 persen dan 7,39 persen, demikian menurut laporan Stat Counter yang dikutip Antara.

Bergabung dalam lima besar ada Oppo yang mewakili 4,36 persen, sedangkan brand lain secara campuran menguasai 4,77 persen sisanya. Tidak hanya di pasar global, di wilayah Asia, Samsung juga mengambil bagian terbesar 30,57 persen pangsa pasar, diikuti Apple dengan 12.51 persen, dan Xiaomi sedikit kuat di kawasan ini dengan 11,11 persen di urutan ketiga.

Oppo berada di belakang Xiaomi dengan 7,49 persen, Huawei 5,82 persen, dan brand lainnya mengisi 6,28 persen sisanya. Pada akhir pertehanan tahun ini, lembaga riset IDC mencatat bahwa pasar smartphone global pada kuartal kedua 2018 turun 1,8 persen dengan hanya 342 juta unit dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 348,2 juta unit.

Dalam kuartal kedua lalu, Huawei melampaui Apple dengan mengirimkan 54,2 juta unit smartphone ke seluruh dunia, menempati urutan kedua di belakang brand Korea Samsung yang membukukan 71,5 juta unit. Apple di peringkat tiga dengan 41,3 juta unit dan Xiaomi di posisi keempat dengan 31,9 juta unit.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com