Senin, 22 Oktober 2018 | 22:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Menkominfo: Startup harus diberi kemudahan

Minggu, 14 Oktober 2018 - 15:15 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menkominfo Rudiantara. Sumber foto: https://bit.ly/2AajMlN
Menkominfo Rudiantara. Sumber foto: https://bit.ly/2AajMlN

Elshinta.com - Untuk mendukung "Gerakan 1.000 Startup" yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan bahwa regulasi harus mempermudah pendirian startup.

Dalam acara "The Nexticorn International Convention - Digital Paradise" yang berlangsung di Bali hari ini, Rudiantara memberikan paparan mengenai kerangka kerja strategis dan peraturan perundangan yang sedang diolah oleh pemerintah Indonesia untuk memicu pertumbuhan yang lebih tinggi di sektor ekonomi digital. "The best regulation is less regulation. Kalau nggak perlu izin nggak usah ketemu saya. Startup aja nggak perlu izin," ucap Rudiantara.

Rudiantara menyebutkan bahwa pihaknya telah menghilangkan perizinan yang dirasa tidak diperlukan. Hal ini dalam upaya untuk menumbuhkan produk startup di Indonesia. "Yang ada 36 jenis izin di tempat saya disederhanakan tinggal lima izin. Pokoknya semua harus dimudahkan karena apa, startup begitu jadi startup, masih seed capital. Mulai rekrut office boy kek, sekretaris, kek. Itu jadi membuka lapangan pekerjaan. Jadi pemerintah harus dorong itu," tegas Rudiantara.

Dikutip Antara, Rudiantara juga menjelaskan jika Indonesia begitu menarik perhatian investor asing untuk menanamkan modalnya. Selain karena memiliki pangsa pasar yang besar, Indonesia juga dianggap sebagai jalan bagi para investor untuk masuk dan melebarkan sayap ke Asia Tenggara.

"Go-Jek sudah berjaya di Indonesia, dia keluar. Lihatnya adalah negara lain di ASEAN. Kayak di Hanoi sudah di launching, sebentar lagi masuk ke Thailand sama Singapura. Nah saya meyakini, investor itu masuknya dari Indonesia. Based-nya itu ada di Indonesia. Setelah itu mereka pun akan berpikir seperti Go-Jek. Melebarkan investasinya di negara-negara lain di Asean," paparnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Untuk mendukung "Gerakan 1.000 Startup" yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan bahwa regulasi harus mempermudah pendirian startup.

Dalam acara "The Nexticorn International Convention - Digital Paradise" yang berlangsung di Bali hari ini, Rudiantara memberikan paparan mengenai kerangka kerja strategis dan peraturan perundangan yang sedang diolah oleh pemerintah Indonesia untuk memicu pertumbuhan yang lebih tinggi di sektor ekonomi digital. "The best regulation is less regulation. Kalau nggak perlu izin nggak usah ketemu saya. Startup aja nggak perlu izin," ucap Rudiantara.

Rudiantara menyebutkan bahwa pihaknya telah menghilangkan perizinan yang dirasa tidak diperlukan. Hal ini dalam upaya untuk menumbuhkan produk startup di Indonesia. "Yang ada 36 jenis izin di tempat saya disederhanakan tinggal lima izin. Pokoknya semua harus dimudahkan karena apa, startup begitu jadi startup, masih seed capital. Mulai rekrut office boy kek, sekretaris, kek. Itu jadi membuka lapangan pekerjaan. Jadi pemerintah harus dorong itu," tegas Rudiantara.

Dikutip Antara, Rudiantara juga menjelaskan jika Indonesia begitu menarik perhatian investor asing untuk menanamkan modalnya. Selain karena memiliki pangsa pasar yang besar, Indonesia juga dianggap sebagai jalan bagi para investor untuk masuk dan melebarkan sayap ke Asia Tenggara.

"Go-Jek sudah berjaya di Indonesia, dia keluar. Lihatnya adalah negara lain di ASEAN. Kayak di Hanoi sudah di launching, sebentar lagi masuk ke Thailand sama Singapura. Nah saya meyakini, investor itu masuknya dari Indonesia. Based-nya itu ada di Indonesia. Setelah itu mereka pun akan berpikir seperti Go-Jek. Melebarkan investasinya di negara-negara lain di Asean," paparnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com