MemoRI 15 Oktober
15 Oktober: berdirinya Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan
Elshinta
Penulis : Widodo | Editor : Administrator
15 Oktober: berdirinya Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan
Etnis China berjalan di antara rumah-rumah yang hancur di Jakarta 26 Mei 1998.(REUTERS/David Gray)

Elshinta.com - Berbagai peristiwa terjadi di Tanah Air pada 15 Oktober; berdirinya WALHI organisasi yang konsen pada perbaikan lingkungan hidup, Komnas Perempuan yang berawal dari keprihatinan kekerasan terhadap perempuan saat tragedi Mei 1998 hingga pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012 - 2017. Elshinta merangkum dari id wikipedia.org.

1980
Berdirinya WALHI

Tanggal 15 Oktober merupakan peringatan berdirinya salah satu organisasi terbesar di Indonesia. Organisasi lingkungan hidup, independen, non-profit  itu bernama WALHI.

WALHI bertujuan mencari solusi atas masalah lingkungan yang memberi pengaruh pemiskinan, ketidakadilan hingga menurunnya kualitas hidup pada kehidupan di masyarakat. WALHI menilai solusi penyelamatan lingkungan hidup harus menjadi suatu gerakan publik.

Anggota WALHI terdiri dari organisasi non pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Namun WALHI juga memberikan kesempatan kepada perorangan yang peduli dan ingin terlibat mendukung gerakan lingkungan hidup Indonesia.

Sebagai organisasi publik WALHI terus berupaya menjadi organisasi yang populis, inklusif dan bersahabat. Selain menggalang dukungan nyata dari berbagai elemen masyarakat, WALHI menjadi sumber daya ide, kreatifitas, kaderisasi penyelamatan lingkungan hidup, serta menajamkan fokus dan prioritas dalam mengelola kampanye dan advopkasi isu air, pangan, hutan, energi, tambang, laut dan perkotaan.

Sumber dana WALHI berasal dari uang aggota, sumbangan masyarakat atau perorangan, serta lebaga  dana lain, baik lokal, nasional ataupun internasional. Dana tersebut dikelola dan dipertanggungjawabkan secara berkala kepada komponen WALHI dan publik.

1998
Berdirinya Komnas Perempuan

Komnas Perempuan atau Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan adalah lembaga negara independen di Indonesia yang dibentuk sebagai mekanisme nasional untuk menghapuskan tindak kekerasan terhadap Perempuan. 

Komnas Perempuan didirikan tanggal 15 Oktober 1998 berdasarkan Keputusan Presiden No. 181/1998 yang diperbarui Perpres no 65 dan 66 tahun 2005. 

Komnas Perempuan merupakan satu  dari tiga lembaga HAM Nasional, yakni Lembaga HAM Nasional Komnas HAM dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).  

Komnas Perempuan lahir dari tuntutan masyarakat khususnya kaum perempuan kepada pemerintah sebagai wujud tanggung jawab negara dalam menangapi dan menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan. 

Akar tuntutan tersebut berawal dari tragedi kekerasan seksual yang dialami --terutama perempuan etnis Tionghoa-- dalam kerusuhan Mei 1998 di berbagai kota besar di Indonesia. 

Pengeluaran rutin, Komnas Perempuan didapat dari dukungan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN) dan hibah dari lembaga donor. Komnas Perempuan melakukan pertanggungjawaban publik tentang program kerja maupun pendanaanya. 

2012
Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
 

Pada tanggal 15 Oktober 2012 Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012 – 2017.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
19 September 1945, peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya
Sabtu, 19 September 2020 - 07:33 WIB
Sejarah hari ini, 75 tahun silam tepatnya pada 19 September 1945 terjadi peristiwa perobekan bendera...
Komandan Korem 173/PVB konfirmasi KKSB tewaskan dua orang di Sugapa
Kamis, 17 September 2020 - 20:55 WIB
Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan, mengaku, insiden penyerangan yang dila...
17 September 1945: Terbentuknya Palang Merah Indonesia
Kamis, 17 September 2020 - 06:26 WIB
Hari ini 75 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 September 1945, sebuah badan yang bergerak dalam bidan...
Sekda DKI Saefullah meninggal dunia
Rabu, 16 September 2020 - 14:07 WIB
Sekretaris DKI Jakarta Saefullah dikabarkan meninggal dunia, kabar tersebut dibenarkan oleh Gubernur...
16 September 1979, Stadion Teladan ambruk
Rabu, 16 September 2020 - 09:06 WIB
Hari ini 41 tahun lalu, tepatnya 16 September 1979, artis cilik Adi Bing Slamet dan Iyut Bing Slamet...
15 September 1945, sekutu lucuti tentara Jepang di Jakarta
Selasa, 15 September 2020 - 08:16 WIB
Pada tanggal 15 September 1945, sekutu mendaratkan tentaranya di Tanjung Priok yang disusul dengan p...
Warga Kuala pengidap epilepsi ditemukan meninggal di sungai
Senin, 14 September 2020 - 13:45 WIB
Warga Kecamatan Kuala sontak terkejut atas ditemukan sesosok mayat laki-laki tepatnya di Sungai Bua...
Satgas Covid-19 Kalbar razia masker di Kota Pontianak
Senin, 14 September 2020 - 13:23 WIB
Sebanyak 200 personil TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan Satpol-PP yang tergabung dalam tim Gugus Tugas...
14 September 2017, ratusan rumah rusak diterjang banjir bandang di Solok Selatan 
Senin, 14 September 2020 - 07:32 WIB
Ratusan rumah rusak setelah dihantam banjir ba‎ndang di Solok Selatan, Padang, Sumatera Barat. Ban...
13 September 2000, 20 tahun lalu bom mobil meledak di parkiran Bursa Efek Jakarta
Minggu, 13 September 2020 - 06:27 WIB
Hari ini 20 tahun lalu, tepatnya 13 September 2000, sebuah bom berdaya ledak tinggi meluluh lantakka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV