Jumat, 16 November 2018 | 19:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Partai Gerindra dukung Polri berantas hoax

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:01 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Ist
Sumber foto: Ist

Elshinta.com - Meskipun Partai Gerindra konsen terhadap upaya mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi terutama dalam bidang ekonomi, namun dukungan terhadap Polri dalam memerangi informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (hoax) tetap diberikan.

Dengan tegas, pendiri sekaligus praktisi hukum Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habibburohman menyatakan dukungannya itu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat Jumat, (12/10/). "Betul, kita sangat mendukung Polri dalam memberantas hoax. Saya sangat mendukung langkah Polri dalam mengantisipasi hoax," tegas Habibburohman yang dahulu pernah aktif dalam gerakan advokasi serikat pekerja BUMN, seperti rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Sebagai kader partai, dalam menyikapi hoax tentu ia menyampaikannya kepada masyarakat luas untuk menolak hoax. Terlebih dengan keluarnya rekomendasi Ijtima Ulama II, dimana didalamnya terdapat dua butir ajakan kepada masyarakat, yakni meminta masyarakat untuk menjadikan rumah sebagai posko (pemenangan pemilu) serta ajakan untuk  menggunakan handphone (hp) sebagai alat untuk melawan hoax dan sekaligus sebagai alat untuk perjuangan (kampanye).

"Jadi hp/smartphone ini, kita ingin masyarakat menggunakannya secara sehat dengan hanya untuk menyampaikan dan mendengarkan secara sehat perihal Prabowo atau konsentrasi pada strategi kemenangan kita," jelasnya. 

Langkah untuk menggunakan smartphone secara sehat itu diambilnya begitu mendapatkan saran dari rekan-rekannya yang duduk dibangku DPR. Menggunakan smartphone untuk menyampaikan strategi-strategi kampanye dinilai akan lebih efektif ketimbang menjelek-jelekkan pasangan lain, hoax, kisah mukidi, dan sebagainya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mempunyai motif untuk melakukan/menyebarkan hoax. Sebab menurutnya hoax tidak sehat bagi semua pihak. Terlebih Gerindra juga merasa turut menjadi korban hoax yang mayoritas ditujukan kepada capres yang diusungnya. Sehingga Gerindra berupaya untuk tidak memberi peluang lagi terhadap hoax. Habiburohman juga memberi apresiasi positif bagi penyelenggara Polri untuk menindaklanjuti itu (hoax yang terjadi pada Gerindra).

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 16 November 2018 - 19:47 WIB

Ini kronologis pembunuhan satu keluarga di Bekasi

Aktual SDGs | 16 November 2018 - 19:35 WIB

Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs

Lingkungan | 16 November 2018 - 19:24 WIB

Hadapi musim penghujan, Pemkab Kudus petakan daerah rawan banjir

Megapolitan | 16 November 2018 - 19:13 WIB

YLKI: KAI setengah hati respon pencopotan iklan rokok di stasiun

Kecelakaan | 16 November 2018 - 18:59 WIB

Tim DVI kembali identifikasi tiga korban Lion Air

Elshinta.com - Meskipun Partai Gerindra konsen terhadap upaya mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi terutama dalam bidang ekonomi, namun dukungan terhadap Polri dalam memerangi informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (hoax) tetap diberikan.

Dengan tegas, pendiri sekaligus praktisi hukum Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habibburohman menyatakan dukungannya itu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat Jumat, (12/10/). "Betul, kita sangat mendukung Polri dalam memberantas hoax. Saya sangat mendukung langkah Polri dalam mengantisipasi hoax," tegas Habibburohman yang dahulu pernah aktif dalam gerakan advokasi serikat pekerja BUMN, seperti rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Sebagai kader partai, dalam menyikapi hoax tentu ia menyampaikannya kepada masyarakat luas untuk menolak hoax. Terlebih dengan keluarnya rekomendasi Ijtima Ulama II, dimana didalamnya terdapat dua butir ajakan kepada masyarakat, yakni meminta masyarakat untuk menjadikan rumah sebagai posko (pemenangan pemilu) serta ajakan untuk  menggunakan handphone (hp) sebagai alat untuk melawan hoax dan sekaligus sebagai alat untuk perjuangan (kampanye).

"Jadi hp/smartphone ini, kita ingin masyarakat menggunakannya secara sehat dengan hanya untuk menyampaikan dan mendengarkan secara sehat perihal Prabowo atau konsentrasi pada strategi kemenangan kita," jelasnya. 

Langkah untuk menggunakan smartphone secara sehat itu diambilnya begitu mendapatkan saran dari rekan-rekannya yang duduk dibangku DPR. Menggunakan smartphone untuk menyampaikan strategi-strategi kampanye dinilai akan lebih efektif ketimbang menjelek-jelekkan pasangan lain, hoax, kisah mukidi, dan sebagainya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mempunyai motif untuk melakukan/menyebarkan hoax. Sebab menurutnya hoax tidak sehat bagi semua pihak. Terlebih Gerindra juga merasa turut menjadi korban hoax yang mayoritas ditujukan kepada capres yang diusungnya. Sehingga Gerindra berupaya untuk tidak memberi peluang lagi terhadap hoax. Habiburohman juga memberi apresiasi positif bagi penyelenggara Polri untuk menindaklanjuti itu (hoax yang terjadi pada Gerindra).

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com