MemoRI 18 Oktober
18 Oktober 1965: PKI bantai pemuda Ansor di Banyuwangi
Elshinta
Penulis : Widodo | Editor : Administrator
18 Oktober 1965: PKI bantai pemuda Ansor di Banyuwangi
Monumen Pancasila Jaya di Cementhuk Banyuwagi /bit.ly/2CQ6xZY

Elshinta.com - Pada 18 Oktober 1965 suatu peristiwa berdarah terjadi di Banyuwangi. Sebanyak 62 pemuda Ansor dibunuh oleh PKI dan mayatnya dimasukkan ke dalam lubang-lubang yang sudah disiapkan. 

Kejadian di dusun Cemethuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi itu dikenang dengan didirikannya Monumen Pancasila Jaya.

Tragedi Cemethuk sekaligus menjadi penanda bahwa kabupaten yang terletak di ujung  timur pulau Jawa itu pun tidak lolos dari ekspansi jaringan partai terlarang PKI. 

Peristiwa pembunuhan para jenderal yang terjadi di Jakarta, yang dikenal dengan Gerakan 30 September, ternyata terus bergerak hingga ke pelosok penjuru Indonesia. 

Tragedi Cemethuk menunjukkan bahwa tingkat konflik antara pengikut PKI dan bukan PKI pasca peristiwa G 30 S terus berlangsung, termasuk  di lapisan masyarakat bawah.

Puncak konflik pasca G30S/PKI pun menjadi berdarah-darah. Pemberontakan yang gagal itu diikuti pembersihan PKI di berbagai daerah, termasuk di Banyuwangi.
  
Namun PKI Banyuwangi tidak mudah untuk ditundukkan, mereka justru pamer kekuatan dan berhasil membantai para pemuda Ansor, di kecamatan Muncar.

Tercatat 93 orang pemuda Ansor tewas. Mereka dibantai setelah sebelumnya disuguhi makanan yang sebelumnya diberi racun.  Mayat para pemuda Ansor itu dimasukkan ke dalam lubang yang sudah disiapkan.

Tragedi berikutnya, yang terjadi pada 18 Oktober 1965 di dusun Cemethuk, desa Cluring, kecamatan Cluring, Banyuwangi. 

Dilansir dari tribunnews, di tempat itu, PKI membunuh 62 pemuda Ansor dan mayatnya lagi-lagi dikuburkan dalam lubang-lubang yang sudah disiapkan. 

Tidak banyak catatan sejarah nasional yang menyediakan informasi sejarah PKI di dusun Cemethuk. Dalam buku Selayang Pandang Perang Kemerdekaan di Bumi Blambangan (Sri Adi Oetomo, 1996) disebut, tahun 1947 PKI sudah tumbuh di Banyuwangi Selatan, seperti di daerah Kalipait, Tegaldlimo. 

Tokoh-tokoh PKI saat itu dipimpin oleh Prayitno dan Suntoyo, dan dibantu oleh Sunyoto, Ikhwan, Kusno, Samud, Karto dan Kabul.

Disebut juga dalam buku itu, Pasukan COG IV/C (Commando Offensif Gerilya, hasil fusi Pasukan Yon Macan Putih yang diperintahkan Resimen 40 Damarwulan Jember) menumpas tentara-tentara Belanda. Namun PKI justru sukses melakukan aksi teror di daerah Kalipait, Tegaldlimo. 

PKI berhasil membunuh para perwira COG IV/C. Mereka bahkan membentuk Komando Markas Pertahanan Daerah (KMD) yang dipimpin oleh Prayitno dan Sutoyo. 

Pada 4 November 1947, COG IV/C akhirya berhasil menekuk PKI. Tokoh PKI di daerah Banyuwangi Selatan; Suntoyo, Soenyoto, Slamet, karto dan Kabul, ditangkap dan diadili dengan hukuman mati. Sementara Prayitno, Ikhwan, dan Kusno berhasil kabur.

Setahun berikutnya, COG IV/C yang berhasil menumpas gerakan PKI di Banyuwangi, dikirim untuk menangani pemberontakan PKI di Madiun.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Titik api ditemukan, personil Polda Kalsel langsung lakukan pemadaman
Senin, 21 September 2020 - 20:46 WIB
Tim Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dipimpin Ka Satgas Preventif AKBP Sofyan Ari...
19 September 1945, peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya
Sabtu, 19 September 2020 - 07:33 WIB
Sejarah hari ini, 75 tahun silam tepatnya pada 19 September 1945 terjadi peristiwa perobekan bendera...
Komandan Korem 173/PVB konfirmasi KKSB tewaskan dua orang di Sugapa
Kamis, 17 September 2020 - 20:55 WIB
Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan, mengaku, insiden penyerangan yang dila...
17 September 1945: Terbentuknya Palang Merah Indonesia
Kamis, 17 September 2020 - 06:26 WIB
Hari ini 75 tahun yang lalu, tepatnya pada 17 September 1945, sebuah badan yang bergerak dalam bidan...
Sekda DKI Saefullah meninggal dunia
Rabu, 16 September 2020 - 14:07 WIB
Sekretaris DKI Jakarta Saefullah dikabarkan meninggal dunia, kabar tersebut dibenarkan oleh Gubernur...
16 September 1979, Stadion Teladan ambruk
Rabu, 16 September 2020 - 09:06 WIB
Hari ini 41 tahun lalu, tepatnya 16 September 1979, artis cilik Adi Bing Slamet dan Iyut Bing Slamet...
15 September 1945, sekutu lucuti tentara Jepang di Jakarta
Selasa, 15 September 2020 - 08:16 WIB
Pada tanggal 15 September 1945, sekutu mendaratkan tentaranya di Tanjung Priok yang disusul dengan p...
Warga Kuala pengidap epilepsi ditemukan meninggal di sungai
Senin, 14 September 2020 - 13:45 WIB
Warga Kecamatan Kuala sontak terkejut atas ditemukan sesosok mayat laki-laki tepatnya di Sungai Bua...
Satgas Covid-19 Kalbar razia masker di Kota Pontianak
Senin, 14 September 2020 - 13:23 WIB
Sebanyak 200 personil TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan Satpol-PP yang tergabung dalam tim Gugus Tugas...
14 September 2017, ratusan rumah rusak diterjang banjir bandang di Solok Selatan 
Senin, 14 September 2020 - 07:32 WIB
Ratusan rumah rusak setelah dihantam banjir ba‎ndang di Solok Selatan, Padang, Sumatera Barat. Ban...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV