Pelajaran penting dari bisnis Ayam Gepuk Pak Gembus
Elshinta
Kamis, 25 Oktober 2018 - 17:35 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Pelajaran penting dari bisnis Ayam Gepuk Pak Gembus
Sumber foto: https://bit.ly/2Jftu9i

Elshinta.com - Ayam Gepuk Pak Gembus mungkin sudah tak asing lagi di telinga Anda. Olahan ayam goreng dengan bumbu sambal bawang yang khas ini sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia bahkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Tak kurang dari 600 cabang telah dimiliki oleh Ayam Geprek Pak Gembus.  

Kesuksesan Ayam Gepuk Pak Gembus tersebut bisa dikatakan fenomenal mengingat pertumbuhan outlet begitu cepat. Adalah Rido Nurul Adityawan, pria asal Magelang yang melahirkan usaha ayam gepuk pada Oktober 2013 silam. Ia merupakan lulusan D3 Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Semarang. 

Dari sosok Rido dan bisnis ayam gepuknya, ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran. Berikut beberapa pelajaran penting yang bisa diambil dari bisnis Ayam Gepuk Pak Gembus. 

Jadi karyawan untuk mengumpulkan modal

Seperti yang dikutip dari Kompas.com, Rido pernah bekerja sebagai karyawan di beberapa perusahaan. Ia pernah bekerja di Kalimantan sebagai staf perusahaan batubara selama 8 bulan. Kemudian, ia pindah ke PT Wimar di Samas sedikit lebih lama yaitu 1,2 tahun. Terakhir ia juga pernah bekerja sebagai Customer Service Inbound di MNC selama 1,5 tahun lamanya. 

Selama berpindah-pindah perusahaan tersebut, Rido tidak serta merta menggunakan gajinya untuk biaya hidup sehari-hari. Ia menyisihkan sebagian gajinya untuk modal usaha. Selama tiga tahun lebih bekerja di perusahaan ia berhasil mengumpulkan uang Rp19 juta. Dari uang tersebut ia mendirikan ayam gepuk meskipun masih kurang beberapa juta. 

Anda pun bisa belajar dari apa yang dilakukan oleh Rido. Menjadi karyawan bisa jadi terpaksa Anda lakukan lantaran sulit memulai usaha sendiri. Namun, menjadi karyawan justru membuka kesempatan Anda untuk mengumpulkan modal usaha seperti yang dilakukan oleh Rido. Selain itu, Anda juga punya kesempatan untuk menggali lebih banyak ilmu bisnis baik dari perusahaan Anda atau dari luar. 

Mulai dari apa yang anda sukai

“Anda pedas kami puas”. Begitulah tagline yang dipakai oleh Ayam Gepuk Pak Gembus. Seperti yang dikatannya dalam acara Kick Andy, Rido memang menyukai masakan-masakan pedas sejak dulu. Setiap kali ada makanan pedas, ia langsung datang untuk mencoba sendiri cita rasanya. Dari kegemarannya tersebut ia jadi tahu bahwa warung-warung yang menjual makanan pedas pasti ramai pengunjung. Selain gemar mencicipi masakan, memasak juga salah satu kegemarannya sejak dulu. 

Pelajarannya, bila Anda bingung ingin memulai usaha apa, Anda bisa mencoba dari yang Anda sukai terlebih dahulu. Sambal bawang yang menjadi ciri khas Ayam Gepuk Pak Gembus memang bukan hal baru, namun ketika dikombinasikan dengan ayam gepuk milik rido jadi sesuatu yang digemari banyak orang. 

Kemampuan belajar cepat

Siapa sangka bila kesuksesan Ayam Gepuk Pak Gembus ini juga diawali dari pelanggan setia Rido. Enam bulan pertama menjalani bisnis ayam gepuk ini, Rido menjalaninya seorang diri. Satu demi satu pelanggannya datang hampir setiap hari. Salah satunya bertanya kepada Rido perihal cara bekerjasama dengannya membuat franchise. 

Ternyata saat itu Rido tidak tahu sama sekali tentang apa itu franchise. Namun, ia tak menolak, ia hanya meminta nomor handphone pelanggannya tersebut, ia janji akan menghubunginya nanti. Selama satu minggu, ia belajar konsep franchise, bagaimana syarat-syaratnya, dan prosedurnya. Singkat cerita, ia pun menawarkan franchise kepada pelanggan tadi dengan proposal usaha yang diedit dari contoh franchise yang didapatnya dari internet. 

Keputusan Rido sangat tepat. Ketika ia belum tahu tentang franchise, ia tak menolak begitu saja peluang itu. Karena ia belum tahu, ia akhirnya belajar sendiri dengan cepat dan tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. 

Pemasaran dari mulut ke mulut

Percaya atau tidak, sampai sekarang Ayam Gepuk Pak Gembus yang sudah berbadan resmi dengan nama PT Yellow Food Indonesia ini tidak memiliki divisi marketing sama sekali. Sejak awal, proses pemasaran dan promosi ayam gepuk sampai franchisenya dilakukan dari mulut ke mulut. Untuk kasus seperti Ayam Gepuk Pak Gembus ini, tetap bisa sukses tanpa memiliki divisi marketing karena memang produknya sudah sangat bagus. 

Pelajaran pentingnya, bila kita memiliki produk yang bagus, maka konsumen pun akan dengan senang hati memberitahukan ke teman-temannya. Begitu pula teman-temannya akan memberitahukan lagi ke temannya. Karena itu sebagai pengusaha, terlebih lagi pada makanan, kita dituntut untuk menjaga dan meningkatkan kualitas sebaik mungkin. Banyak teori dan cerita sukses telah membuktikan bahwa Anda tak boleh mengabaikan metode pemasaran dari mulut ke mulut ini. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ikuti tren bisnis, jangan sekadar meniru tapi lakukan juga…
Selasa, 21 Januari 2020 - 17:07 WIB
Tren dalam bisnis itu penting, karena hal itu menunjukkan arah orientasi kegandrungan konsumen kalau...
Wahai UKM! Jika bisnis Anda maju, jangan terlalu bernafsu buka outlet baru. Ini alasannya
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:43 WIB
Permodalan itu urusan klasik dan nafsu sebagai pebisnis akan selalu ingin cepat berkembang oleh kare...
Penulis buku Master Secret Instagram 4.0 donasikan keuntungan
Senin, 20 Januari 2020 - 15:11 WIB
Sebuah buku yang ditulis oleh pebisnis handal yang sudah menghasilkan puluhan miliar dari Instagram,...
Gebyar 10 ribu warung untuk penguatan keagenan dan permodalan
Sabtu, 14 Desember 2019 - 10:20 WIB
Sekitar sepuluh ribu pengusaha warung binaan Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) turut menghadiri Gebyar 1...
IKM batik di Jawa Timur didorong terapkan SNI
Senin, 09 Desember 2019 - 16:06 WIB
Batik merupakan produk budaya bangsa Indonesia yang terus berkembang. Sebagai budaya bangsa, batik h...
Satu jam jual kaus terbanyak via online, dua pengusaha muda ini pecahkan Rekor MURI
Kamis, 24 Oktober 2019 - 10:22 WIB
Industri clothing line bukan merupakan hal baru di Indonesia. Beberapa tahun lalu, marak bertumbuhny...
eMajels rilis edisi khusus, bahas 25 bisnis paling laris
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:30 WIB
Majalah digital eMajels merilis sajian terbaru dengan pembahasan seputar tema-tema bisnis paling hot...
Inspiratif! Pengusaha muda ini berikan bantuan air bersih di Blora
Senin, 30 September 2019 - 14:14 WIB
Kemarau berkepanjangan membuat sejumlah daerah di Tanah Air mengalami kekeringan. Banyak orang yang ...
From sea to sea, program CSR untuk jaga ekosistem laut
Kamis, 26 September 2019 - 10:17 WIB
Seluruh kehidupan di laut, baik langsung maupun tidak, bergantung pada keutuhan ekosistem terumbu ka...
Indonesia kirim dua tim ke ajang Young Spikes Asia 2019
Senin, 23 September 2019 - 17:02 WIB
Young Spikes Indonesia 2019 baru saja berlangsung pada 6 September 2019 dan sudah terpilih 2 tim unt...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV