Ini dia waktu yang tepat untuk kehamilan selanjutnya
Elshinta
Rabu, 31 Oktober 2018 - 09:50 WIB |
Ini dia waktu yang tepat untuk kehamilan selanjutnya
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2tGtclj

Elshinta.com - Penelitian terbaru yang dipublikasikan di The Journal of the American Medical Association (JAMA) mengungkapkan bahwa menunggu 18 bulan untuk kehamilan berikutnya bisa mengurangi risiko kesehatan, baik bagi ibu maupun bayinya.

Penelitian kami menemukan meningkatnya risiko bagi ibu dan bayinya saat kehamilan berdekatan jaraknya, termasuk perempuan yang usianya lebih dari 35 tahun. "Temuan bagi perempuan yang lebih tua itu sangat penting, karena perempuan yang lebih tua itu memiliki kehamilan dengan rentang waktu berdekatan dan sering melakukannya dengan sengaja," ujar penulis utama Laura Schummers dalam pernyataannya, seperti dilansir Antara dari Ifl Sience, Selasa (30/10).

Di segala kategori, hamil kurang dari 18 bulan setelah melahirkan menimbulkan risiko bagi perempuan di segala usia. Pada ibu yang berusia 35 tahun atau lebih berisiko terhadap kesehatannya, sementara bagi perempuan di segala usia berisiko terhadap bayi.

Baca juga: Puluhan balita bibir sumbing dioperasi gratis

Untuk mengevaluasi bagaimana jarak kehamilan dapat dipengaruhi oleh usia perempuan, para penliti menganalisis hampir 150.000 catatan kesehatan Kanada mengenai para ibu dan bayi, termasuk catatan kelahiran, kode tagihan, data rawat inap, informasi infertilitas, dan catatan sensus untuk menemukan hubungan antara kematian ibu dan kesakitan parah, komplikasi kehamilan, persalinan, dan persalinan yang langka tetapi mengancam jiwa.

Mereka menemukan interval kurang dari 18 bulan dikaitkan dengan risiko tinggi dari hasil kehamilan yang buruk.

Ibu berusia 35 tahun atau lebih yang hamil enam bulan setelah melahirkan memiliki risiko 12 persen risiko (12 kasus per 1.000 kehamilan) dari kematian ibu dan kesakitan berat dan kemungkinan melahiran secara prematur sebanyak 6 persen.

Menunggu 18 bulan mengurangi risiko itu menjadi hanya 0,5 persen dan hampir setengahnya, untuk masing-masing.

Perempuan berusia 20 hingga 34 tahun yang hamil enam bulan setelah melahirkan berisiko mengalami kelahiran prematur sebanyak 8,5 persen, sementara mereka yang menunggu hingga 18 bulan itu menurukan risiko tersebut sebanyak hampir 5 persen. Para penulis mengatakan kerja mereka menegaskan bahwa ada risiko keseahatan berbeda untuk kelompok usia berbeda.

Temuan ini membantu dan mendorong para ibu yang berusia lebih tua untuk merencanakan keluarga mereka, namun, risiko tinggi untuk perempuan yang lebih muda juga mencerminkan kurangnya informasi saat merencanakan keluarga berencana.

"Jarak kehamilan yang pendek mungkin mencerminkan kehamilan yang tidak direncanakan, terutama di kalangan perempuan muda. Apakah risiko yang meningkat karena tubuh belum pulih setelah melahirkan atau faktor yang terkait dengan kehamilan yang tidak direncanakan, seperti perawatan sebelum lahir yang tidak memadai," papar Dr. Sonia Hernandez-Diaz, profesor epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tekan stunting, Pemerintah gandeng berbagai elemen hingga ke desa
Jumat, 19 Februari 2021 - 21:38 WIB
Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sangat serius melakuka...
Analis kesehatan sebut krim bermerkuri berbahaya bagi janin
Minggu, 08 November 2020 - 16:15 WIB
Analis Kesehatan dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kendari Saty...
Kunjungi Langkat, Bappenas percepat upaya pencegahan stunting    
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:36 WIB
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) berkunjung ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara da...
Ahli Kandungan: Terapi hormon pada menopause berisiko kanker rahim
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:55 WIB
Ahli kandungan dari Klinik Hayandra dr Anggara Mahardika SpOG mengatakan terapi hormon pada perempua...
Sosialisasi pembinaan KB program non fisik TMMD 109 Kodim 1711/BVD
Selasa, 06 Oktober 2020 - 19:48 WIB
Kepala Puskesmas Mindiptana, Hendrikus Kamben didampingi Kepala Kampung Kakuna Bapak Ishak Tenot d...
Apa penyebab kram perut pada wanita selain menstruasi?
Rabu, 30 September 2020 - 10:19 WIB
Tak semua rasa kram perut disebabkan oleh menstruasi. Penyebab kram perut yang terasa menyakitkan da...
Hati-hati, jangan sepelekan masalah menstruasi ini
Rabu, 23 September 2020 - 11:10 WIB
Perhatikan beberapa masalah yang juga sering terjadi saat menstruasi. Sebab, tanpa disadari, hal ini...
 Cara menjaga kesehatan rahim yang wanita harus tahu
Rabu, 16 September 2020 - 09:23 WIB
Dalam sistem reproduksi, rahim menjadi organ vital karena sebagai tempat berkembangnya janin. Rahim ...
 Fakta tentang kesuburan wanita yang perlu diketahui
Rabu, 09 September 2020 - 10:06 WIB
Mendapatkan anak berhubungan dengan kesuburan atau fertilitas seseorang. Ada banyak faktor yang mela...
 Kesalahan saat memakai pembalut yang tidak disadari wanita
Rabu, 02 September 2020 - 11:19 WIB
Normalnya, wanita mengalami periode menstruasi sebanyak 480 kali sepanjang hidupnya. Rata-rata kaum ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV