Senin, 17 Desember 2018 | 15:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

Lokasi jatuhnya Lion Air sempat dikenal sebagai daerah angker

Rabu, 31 Oktober 2018 - 10:21 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Tim SAR Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Foto via Twitter Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho; @Sutopo_PN
Tim SAR Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Foto via Twitter Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho; @Sutopo_PN

Elshinta.com - Lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, dahulu sempat dikenal sebagai daerah yang angker oleh masyarakat dan nelayan setempat.

"Dulu sekitar tahun 1990-an, titik jatuhnya pesawat itu dikenal angker," kata Dadang (52), seorang nelayan Pakisjaya di Karawang, Selasa (30/10), dikutip Antara.

Titik jatuhnya pesawat itu disebut-sebut angker karena sering menjadi tempat berkumpul ikan-ikan besar seperti ikan hiu tutul dan jenis ikan besar lainnya. 

Warga setempat, Warta alias Boros juga menyebutkan kalau dahulu sering terjadi kapal nelayan terbalik di titik jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 itu.

"Dari cerita-cerita orang tua dulu, daerah itu memang disebut-sebut angker," katanya.

Tetapi seiring perjalanan waktu, meski dulu daerah itu disebut angker, kini perairan sedalam sekitar 30-35 meter itu menjadi tempat pilihan warga untuk memancing, termasuk menjadi lokasi nelayan untuk mencari ikan.

"Kalau angker itu dulu, sekarang sudah banyak warga dan nelayan yang mencari ikan di lokasi itu," katanya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:24 WIB

Polri lebih aktif pantau pergerakan pengguna internet

Aktual IPTEK | 17 Desember 2018 - 15:14 WIB

Tito: Polri harus beradaptasi dengan perkembangan zaman

Hankam | 17 Desember 2018 - 15:06 WIB

Polri kerahkan 84 ribu personel amankan Natal dan Tahun Baru

Aktual SDGs | 17 Desember 2018 - 14:57 WIB

Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai

Bencana Alam | 17 Desember 2018 - 14:45 WIB

Kementerian ESDM laporkan capaian tim siaga bencana Sulteng

Elshinta.com - Lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, dahulu sempat dikenal sebagai daerah yang angker oleh masyarakat dan nelayan setempat.

"Dulu sekitar tahun 1990-an, titik jatuhnya pesawat itu dikenal angker," kata Dadang (52), seorang nelayan Pakisjaya di Karawang, Selasa (30/10), dikutip Antara.

Titik jatuhnya pesawat itu disebut-sebut angker karena sering menjadi tempat berkumpul ikan-ikan besar seperti ikan hiu tutul dan jenis ikan besar lainnya. 

Warga setempat, Warta alias Boros juga menyebutkan kalau dahulu sering terjadi kapal nelayan terbalik di titik jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 itu.

"Dari cerita-cerita orang tua dulu, daerah itu memang disebut-sebut angker," katanya.

Tetapi seiring perjalanan waktu, meski dulu daerah itu disebut angker, kini perairan sedalam sekitar 30-35 meter itu menjadi tempat pilihan warga untuk memancing, termasuk menjadi lokasi nelayan untuk mencari ikan.

"Kalau angker itu dulu, sekarang sudah banyak warga dan nelayan yang mencari ikan di lokasi itu," katanya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com