KoinWorks startup P2P lending, alternatif investasi yang mudah dan menguntungkan
Elshinta
Jumat, 02 November 2018 - 14:00 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
KoinWorks startup P2P lending, alternatif investasi yang mudah dan menguntungkan
Benedicto Haryono, Co-Founder dan CEO KoinWorks. Sumber foto: Reza/Elshinta.com

Elshinta.com - Peer to Peer Lending atau P2P Lending merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia jasa keuangan yang mempertemukan antara peminjam dan pemberi pinjaman dalam sebuah platform di jaringan internet. P2P Lending memotong banyak rantai birokrasi rumit yang umum ditemukan dalam dunia perbankan konvensional sehingga layanan ini mampu memberikan kecepatan, kemudahan dan pengalaman baru yang lebih menarik dalam berinvestasi atau melakukan pinjaman uang. 

Perusahaan P2P Lending muncul pertama kali di Inggris tahun 2005 dengan nama Zopa. Setahun setelahnya, layanan serupa muncul di Amerika Serikat dengan nama Prosper, lalu dengan segera diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya seperti Lending Club. Demam P2P Lending pun menyebar ke berbagai negara di dunia tak terkecuali di Indonesia. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, sampai  dengan September 2018 sudah ada 67 perusaaan P2P Lending yang terdaftar di Indonesia. Jumlah tersebut belum termasuk 40 perusahaan lainnya yang sedang dalam proses perizinan serta 38 perusahaan yang berminta mendaftar.  Salah satu perusahaan P2P Lending  populer di Indonesia adalah KoinWorks yang sudah berdiri sejak tahun 2016 lalu.  

Benedicto Haryono, Co-Founder dan CEO KoinWorks mengungkapkan bahwa KoinWorks merupakan layanan P2P Lending sekaligus komunitas investasi yang memberikan nilai tambah untuk semua stakeholdernya. “Kita ingin membuat sebuah komunitas investasi yang memberikan nilai tambah untuk semua stakeholder kita. Stakeholdernya kita siapa saja? Ada berbagai macam. Ada pendananya kita, ada peminjamnya kita, ada patner-patner kita juga,” ujar pria yang akrab disapa Ben tersebut saat ditemui di kantornya.  

Alternatif berinvestasi

Dalam sejarahnya, masyarakat di negara barat semakin tertarik dengan konsep P2P Lending karena krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 2008. Mereka tertarik dengan alternatif investasi lain karena pada saat itu suku bunga bank yang diberikan pada deposan uang semakin mendekati 0%. P2P Lending pun menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menginvestasikan uangnya. 

Baca juga: Crowde, startup investasi sahabat petani

Di Indonesia kehadiran layanan financial technology berbasis P2P Lending seperti KoinWorks turut mendorong minat masyarakat Indonesia dalam berinvestasi yang cenderung masih lemah. Pendekatan teknologi yang diberikan membuat masyarakat dapat mengakses pilihan investasi yang mudah dan bisa dimulai dengan modal yang kecil. Di KoinWorks, para investor bisa mulai berinvestasi dengan uang Rp100 ribu. Namun, Ben menyarakan agar investor memulai investasi di angka Rp 2 juta rupiah agar setidaknya bisa membeli 20 produk investasi yang berbeda. 

Sementara itu, pengembalian dana yang bisa diterima setiap tahunnya mulai dari 18%, lebih besar daripada lembaga konvensional pada umumnya. Berdasarkan data tahun 2017, pendana di KoinWorks berhasil meraih rata-rata keuntungan (Effective Rate) sebesar 21.32% per tahun. Sampai saat ini, jumlah pendana di Koinworks tercatat mencapai 86.000 pendana.

Pendana bisa memilih sendiri peminjam yang ingin mereka danai berdasarkan faktor risiko, credit scoring dan suku bunga yang nantinya mereka dapatkan. Melakukan diversifikasi pada portofolio investasi menjadi hal penting yang sebaiknya dilakukan oleh semua investor di semua jenis investasi apapun, termasuk pada P2P Lending. Hal ini salah satu cara dalam meminimalisasi risiko investasi. 

Di sisi lain, investor juga sebaiknya mengetahui persis bagaimana kredibilitas layanan P2P Lending itu sendiri. Langkah sederhana seperti mengecek apakah layanan tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan menjadi penting dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

*** 

Anda bisa membaca informasi selengkapnya mengenai KoinWorks dan startup investasi lainnya pada eMajels edisi Oktober 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi lainnya. 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jus n` Shake, bisnis terobosan baru yang hadirkan jus sehat dan kekinian
Sabtu, 26 September 2020 - 12:20 WIB
Tiga perusahaan FnB ternama Indonesia, Sour Sally Group, Babarafi Entreprise, dan HadiKitchen Group ...
Startup ini ubah krisis di masa pandemi jadi peluang bisnis
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:34 WIB
Pandemi virus corona telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, dimana acara - acara offline berskala ...
Wujudkan pertanian untuk semua, startup pertanian ini gelar TaniHack
Sabtu, 14 Maret 2020 - 09:18 WIB
TaniHub Group, perusahaan digital rintisan (startup) di bidang pertanian, terus berupaya melakukan t...
Kerja sama RI-Korea diharapkan dongkrak pertumbuhan startup
Senin, 02 Desember 2019 - 14:18 WIB
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekono...
4 tips sederhana untuk sukses memulai bisnis startup
Jumat, 25 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Para milenial ramai-ramai terjun ke bidang bisnis startup. Potensi yang besar membuat sejumlah kalan...
Ini minuman dan kuliner khas inovasi anak Presiden
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:32 WIB
Tren ragam kuliner mancanegara mulai menjadi santapan sehari-hari hingga gaya hidup masyarakat urban...
Startup asal Jerman ini bernama Kontool, warganet Indonesia geger
Selasa, 03 September 2019 - 17:55 WIB
Jagat maya kembali heboh. Kali ini lantaran kehadiran startup asal Jerman yang dinamai Kontool. Kare...
BAKTI ajak startup e-commerce dan UMKM digital gali potensi daerah 3T
Selasa, 03 September 2019 - 16:14 WIB
Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika me...
Ngampooz, startup besutan anak bangsa untuk segala masalah di kampus
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:25 WIB
Satu lagi aplikasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Kali ini aplikasi ini mampu men...
Dapat kucuran Rp71 M, startup Goola milik Gibran siap ekspansi ke Asia Tenggara
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:30 WIB
Perusahaan rintisan bidang kuliner Goola, yang memproduksi kreasi minuman tradisional Indonesia, men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV