Presiden mengecek harga bahan pokok di Pasar Anyar Tangerang
Minggu, 04 November 2018 - 12:14 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Presiden mengecek harga sejumlah kebutuhan barang pokok di Pasar Anyar, Tangerang, pada Minggu (4/11). Sumber foto: https://bit.ly/2SHowqd

Elshinta.com - Presiden mengecek harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Anyar, Tangerang, pada Minggu (4/11).
   
Presiden datang ke pasar tradisional tersebut menggunakan motor "street tracker" warna hijau dengan nomor polisi B 3450 INA. Ia mampir ke kios pedagang cabai, jeruk lemon, petai, melinjo, daging, tahu, beras dan mengunjungi dua pedagang tempe. "Pak Jokowi ini kembalinya," kata seorang perempuan pedagang tahu karena disodori 2 lembar Rp50 ribu padahal Presiden hanya membeli tahu seharga Rp5000.
   
Presiden mengaku dari kedatangannya ke pasar tersebut, harga-harga tampak stabil. "Yang pertama gini kita kan ada yang namanya angka inflasi. Angka inflasinya rendah di bawah 3,5. Saya hanya ingin mengecek di lapangan sama atau tidak. Tadi setelah kita cek semuanya memang harga stabil," ungkap Presiden.
   
Presiden mengunjungi pasar tersebut masih dengan mengenakan jaket merah terang yang bagian belakangnya bertuliskan "Bulls Syndicate, Motorcycle Worshiper". "Telur justru malah turun. Dari Rp30 ribu, turun sampai Rp20 ribu-Rp22 ribu, yang lain stabil. Beras tadi kita lihat ada yang Rp8 ribu, Rp9 ribu, Rp8.500 ada semuanya," kata Presiden.
   
Tempe pun, menurut Presiden, harganya stabil. "Tempe harganya tadi Rp5 ribu bisa dipotong jadi 15. Tadi saya beli semuanya. Beli petai, tempe, tahu, ikan, daging Rp120 ribu, melinjo, cabai Rp30 ribu, pas naik bisa Rp80 ribu, tapi tadi cabai Rp30 ribu," ungkap Presiden, dikutip Antara.

Hal paling penting, menurut Presiden, adalah pasar harus rapi, tertata, tidak becek, tidak bau dan ada tempat parkir sehingga mereka bisa bersaing dengan supermarket. "Tadi saya sudah sepakat dengan pak wali kota tahun depan akan kita revitalisasi. Nanti tidak tahu pembagiannya pusat berapa daerah berapa. Mungkin pusat semua kalau memang anggarannya tidak besar tapi kalau anggaran besar nanti mungkin bisa kita bagi," ungkap Presiden.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 07 Januari 2019 - 21:17 WIB
Elshinta.com - Seorang tenaga kerja wanita asal Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Tu...
Sabtu, 05 Januari 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,7 terjadi di Lombok Utara, Nusa Tenggara...
Jumat, 04 Januari 2019 - 20:23 WIB
Elshinta.com - Anggota DPR RI Komisi X Anang Hermansyah mengkritisi soal hak cipta, memasu...
Kamis, 03 Januari 2019 - 21:50 WIB
Elshinta.com - PDI Perjuangan memiliki jumlah sumbangan dana kampanye terbesar di Kabupate...
Rabu, 02 Januari 2019 - 20:47 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 13 jenazah korban tertimbun tanah longsor di Kampung Garehong, Dus...
Senin, 31 Desember 2018 - 14:11 WIB
Elshinta.com - Dua orang personel Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong ditembak orang ...
Minggu, 30 Desember 2018 - 15:19 WIB
Elshinta.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, mengatak...
Jumat, 28 Desember 2018 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga S. Uno melakukan safari ...
Kamis, 27 Desember 2018 - 14:47 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya menangkap anggota komite eksekutif (Ex...
Kamis, 27 Desember 2018 - 12:57 WIB
Elshinta.com -  Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (26/12) menuduh Angkatan Udara...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)