Jumat, 16 November 2018 | 19:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Presiden mengecek harga bahan pokok di Pasar Anyar Tangerang

Minggu, 04 November 2018 - 12:14 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Presiden mengecek harga sejumlah kebutuhan barang pokok di Pasar Anyar, Tangerang, pada Minggu (4/11). Sumber foto: https://bit.ly/2SHowqd
Presiden mengecek harga sejumlah kebutuhan barang pokok di Pasar Anyar, Tangerang, pada Minggu (4/11). Sumber foto: https://bit.ly/2SHowqd

Elshinta.com - Presiden mengecek harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Anyar, Tangerang, pada Minggu (4/11).
   
Presiden datang ke pasar tradisional tersebut menggunakan motor "street tracker" warna hijau dengan nomor polisi B 3450 INA. Ia mampir ke kios pedagang cabai, jeruk lemon, petai, melinjo, daging, tahu, beras dan mengunjungi dua pedagang tempe. "Pak Jokowi ini kembalinya," kata seorang perempuan pedagang tahu karena disodori 2 lembar Rp50 ribu padahal Presiden hanya membeli tahu seharga Rp5000.
   
Presiden mengaku dari kedatangannya ke pasar tersebut, harga-harga tampak stabil. "Yang pertama gini kita kan ada yang namanya angka inflasi. Angka inflasinya rendah di bawah 3,5. Saya hanya ingin mengecek di lapangan sama atau tidak. Tadi setelah kita cek semuanya memang harga stabil," ungkap Presiden.
   
Presiden mengunjungi pasar tersebut masih dengan mengenakan jaket merah terang yang bagian belakangnya bertuliskan "Bulls Syndicate, Motorcycle Worshiper". "Telur justru malah turun. Dari Rp30 ribu, turun sampai Rp20 ribu-Rp22 ribu, yang lain stabil. Beras tadi kita lihat ada yang Rp8 ribu, Rp9 ribu, Rp8.500 ada semuanya," kata Presiden.
   
Tempe pun, menurut Presiden, harganya stabil. "Tempe harganya tadi Rp5 ribu bisa dipotong jadi 15. Tadi saya beli semuanya. Beli petai, tempe, tahu, ikan, daging Rp120 ribu, melinjo, cabai Rp30 ribu, pas naik bisa Rp80 ribu, tapi tadi cabai Rp30 ribu," ungkap Presiden, dikutip Antara.

Hal paling penting, menurut Presiden, adalah pasar harus rapi, tertata, tidak becek, tidak bau dan ada tempat parkir sehingga mereka bisa bersaing dengan supermarket. "Tadi saya sudah sepakat dengan pak wali kota tahun depan akan kita revitalisasi. Nanti tidak tahu pembagiannya pusat berapa daerah berapa. Mungkin pusat semua kalau memang anggarannya tidak besar tapi kalau anggaran besar nanti mungkin bisa kita bagi," ungkap Presiden.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual SDGs | 16 November 2018 - 19:35 WIB

Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs

Lingkungan | 16 November 2018 - 19:24 WIB

Hadapi musim penghujan, Pemkab Kudus petakan daerah rawan banjir

Megapolitan | 16 November 2018 - 19:13 WIB

YLKI: KAI setengah hati respon pencopotan iklan rokok di stasiun

Kecelakaan | 16 November 2018 - 18:59 WIB

Tim DVI kembali identifikasi tiga korban Lion Air

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 18:37 WIB

PT KAI siapkan 20 kereta tambahan untuk Natal dan Tahun Baru

Elshinta.com - Presiden mengecek harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Anyar, Tangerang, pada Minggu (4/11).
   
Presiden datang ke pasar tradisional tersebut menggunakan motor "street tracker" warna hijau dengan nomor polisi B 3450 INA. Ia mampir ke kios pedagang cabai, jeruk lemon, petai, melinjo, daging, tahu, beras dan mengunjungi dua pedagang tempe. "Pak Jokowi ini kembalinya," kata seorang perempuan pedagang tahu karena disodori 2 lembar Rp50 ribu padahal Presiden hanya membeli tahu seharga Rp5000.
   
Presiden mengaku dari kedatangannya ke pasar tersebut, harga-harga tampak stabil. "Yang pertama gini kita kan ada yang namanya angka inflasi. Angka inflasinya rendah di bawah 3,5. Saya hanya ingin mengecek di lapangan sama atau tidak. Tadi setelah kita cek semuanya memang harga stabil," ungkap Presiden.
   
Presiden mengunjungi pasar tersebut masih dengan mengenakan jaket merah terang yang bagian belakangnya bertuliskan "Bulls Syndicate, Motorcycle Worshiper". "Telur justru malah turun. Dari Rp30 ribu, turun sampai Rp20 ribu-Rp22 ribu, yang lain stabil. Beras tadi kita lihat ada yang Rp8 ribu, Rp9 ribu, Rp8.500 ada semuanya," kata Presiden.
   
Tempe pun, menurut Presiden, harganya stabil. "Tempe harganya tadi Rp5 ribu bisa dipotong jadi 15. Tadi saya beli semuanya. Beli petai, tempe, tahu, ikan, daging Rp120 ribu, melinjo, cabai Rp30 ribu, pas naik bisa Rp80 ribu, tapi tadi cabai Rp30 ribu," ungkap Presiden, dikutip Antara.

Hal paling penting, menurut Presiden, adalah pasar harus rapi, tertata, tidak becek, tidak bau dan ada tempat parkir sehingga mereka bisa bersaing dengan supermarket. "Tadi saya sudah sepakat dengan pak wali kota tahun depan akan kita revitalisasi. Nanti tidak tahu pembagiannya pusat berapa daerah berapa. Mungkin pusat semua kalau memang anggarannya tidak besar tapi kalau anggaran besar nanti mungkin bisa kita bagi," ungkap Presiden.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 11:48 WIB

Infrastruktur Jaksel antisipasi banjir hampir selesai

Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB

Pesawat Air Asia Surabaya-Singapura Hilang Kontak

Rabu, 14 November 2018 - 21:51 WIB

Ini penyebab ambruknya atap Stadion Wergu Kudus

Selasa, 13 November 2018 - 08:25 WIB

Raja Ampat atur pelayaran menuju destinasi Piaynemo

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com