Badai di Italia tewaskan 17 orang, tumbangkan 14 juta pohon
Senin, 05 November 2018 - 07:34 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RzFipM

Elshinta.com - Hujan lebat dan angin kencang merusak beberapa wilayah di Italia hingga menewaskan setidak-tidaknya 17 orang dan menumbangkan 14 juta pohon.

Seorang wisatawan Jerman pada Jumat tewas terkena petir di pulau Sardinia sementara satu lagi, yang tewas karena kejadian sama beberapa hari lalu, meninggal di rumah sakit, kata Badan Perlindungan Masyarakat Italia pada Sabtu.

Juru bicara mengatakan bahwa sejauh ini, Badan tersebut menerima laporan tentang 17 orang kehilangan nyawa karena cuaca sangat buruk. Banyak di antara mereka tewas karena terkena pepohonan tumbang.

Coldiretti, perhimpunan perusahaan pertanian Italia mengatakan, dalam pernyataan bahwa angin kencang telah menumbangkan sekitar 14 juta pohon, kebanyakan di wilayah utara. Daerah dari timur laut hingga ke Sisilia di barat daya telah terkena badai. Kerusakan terparah dialami kabupaten Trentino di utara serta Veneto, kabupaten di sekitar Venesia. Di wilayah itu, desa dan jalanan tertimbun dan terputus karena longsor.

Baca juga: BMKG: Badai Yutu tidak memasuki wilayah Papua

Di Alpen dekat Belluno, sekitar 100 kilometer sebelah utara Venesia, pohon-pohon cemara bertumbangan bagaikan sekumpulan batang korek api. Permukaan Bendungan Comelico Superiore, yang berada di utara dekat perbatasan dengan Austria, tertutup pohon-pohon cemara yang tumbang dan jatuh ke Sungai Piave. "Kita membutuhkan setidaknya satu abad untuk kembali ke keadaan normal," kata Coldiretti, dikutip Antara.

Di Venesia, banyak lapangan dan tempat berjalan kaki terendam banjir berukuran tinggi, tertinggi yang pernah dialami kota kanal itu dalam satu dasawarsa terakhir. Gubernur Veneto, Luca Zaia, mengatakan badai di wilayah tersebut menyebabkan kerugian sedikit-dikitnya 1 miliar euro.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Maret 2019 - 09:34 WIB
Elshinta.com - Seorang sopir yang membakar busnya yang berisi penuh anak-anak sekolah di p...
Rabu, 20 Maret 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev pada Selasa (19/3) mengumumkan pen...
Rabu, 20 Maret 2019 - 09:55 WIB
Elshinta.com - Jaksa Belanda pada Selasa (19/3) waktu setempat mengatakan pihaknya sedang ...
Jumat, 15 Maret 2019 - 19:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri Turki pada Kamis (14/3) mengecam laporan hak asasi ...
Jumat, 15 Maret 2019 - 10:25 WIB
Elshinta.com -- Mungkin kita jarang memikirkan pertanyaan semacam ini, tetapi kebanyakan n...
Rabu, 13 Maret 2019 - 06:49 WIB
Elshinta.com - Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) pada Selasa (12/3), menangguhkan ope...
Jumat, 15 Februari 2019 - 08:08 WIB
Elshinta.com - Presiden Microsft Brad Smith menggelar pertemuan dengan Paus Fransiskus, Ra...
Jumat, 08 Februari 2019 - 06:34 WIB
Elshinta.com - Sebuah pesawat maskapai Norwegia, Air Shuttle, dengan 169 penumpang di dala...
Minggu, 03 Februari 2019 - 13:50 WIB
Elshinta.com - Sebuah surat kabar melaporkan para pejabat Inggris telah mengaktifkan kemba...
Jumat, 25 Januari 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com -Hari ketiga kunjungan di Davos, Kamis (24/1), Menko Maritim Luhut Pandjaitan meng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)