Jumat, 16 November 2018 | 19:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

KNKT: Pesawat Lion Air JT 610 tidak pecah di udara

Senin, 05 November 2018 - 11:53 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi didampingi Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono memeriksa turbin pesawat Lion Air JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11). Sumber foto: https://bit.ly/2PHw5hZ
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi didampingi Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono memeriksa turbin pesawat Lion Air JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11). Sumber foto: https://bit.ly/2PHw5hZ

Elshinta.com - Ketua Komite Naisonal Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada pekan lalu tidak pecah di udara. 

Soerjanto dalam penjelasannya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11) pagi mengatakan, hal itu dikarenakan serpihan-serpihan yang ditemukan terlampau kecil. "Jadi, pesawat mengalami pecah ketika bersentuhan dengan air. Pesawat tidak pecah di udara. Jika pesawat pecah di udara, maka serpihan sangat lebar dan ini kami tegaskan saat menyentuh air dalam keadaan utuh," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Karena serpihan-serpihan yang ditemukan kecil, Ia menjelaskan bahwa pesawat saat menyentuh air dalam kecepatan yang sangat tinggi. "Serpihannya kecil, berarti terjadi sedemikian rupa energi yg dilepas pesawat ketika jatuh itu sangat luar biasa," pungkasnya. 

Baca juga: Pagi ini, paparan mengenai proses evakuasi dan pencarian Lion Air JT 610

Serpihan itu pun tersebar di jarak yang cukup jauh dari jarak prakiraan pesawat itu jatuh. Selain itu, lanjut Soerjanto, mesin saat jatuh masih dalam kondisi menyala dengan kecepatan putaran turbin yang tinggi. "Keadaan mesin hidup, hal ini ditandai dengan  turbin atau kompresor hidup dengan putaran cukup tinggi," ujarnya.
 
Dia menambahkan, kondisi mesin pesawat yang masih utuh. "Mesin tidak ada masalah. Bagian-bagian dari mesin dalam kondisi hidup dengan RPM cukup tinggi ini, kita mengatakan tanda mesin kecepatan cukup tinggi saat jatuh di air," tandasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual SDGs | 16 November 2018 - 19:35 WIB

Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs

Lingkungan | 16 November 2018 - 19:24 WIB

Hadapi musim penghujan, Pemkab Kudus petakan daerah rawan banjir

Megapolitan | 16 November 2018 - 19:13 WIB

YLKI: KAI setengah hati respon pencopotan iklan rokok di stasiun

Kecelakaan | 16 November 2018 - 18:59 WIB

Tim DVI kembali identifikasi tiga korban Lion Air

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 18:37 WIB

PT KAI siapkan 20 kereta tambahan untuk Natal dan Tahun Baru

Elshinta.com - Ketua Komite Naisonal Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada pekan lalu tidak pecah di udara. 

Soerjanto dalam penjelasannya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11) pagi mengatakan, hal itu dikarenakan serpihan-serpihan yang ditemukan terlampau kecil. "Jadi, pesawat mengalami pecah ketika bersentuhan dengan air. Pesawat tidak pecah di udara. Jika pesawat pecah di udara, maka serpihan sangat lebar dan ini kami tegaskan saat menyentuh air dalam keadaan utuh," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Karena serpihan-serpihan yang ditemukan kecil, Ia menjelaskan bahwa pesawat saat menyentuh air dalam kecepatan yang sangat tinggi. "Serpihannya kecil, berarti terjadi sedemikian rupa energi yg dilepas pesawat ketika jatuh itu sangat luar biasa," pungkasnya. 

Baca juga: Pagi ini, paparan mengenai proses evakuasi dan pencarian Lion Air JT 610

Serpihan itu pun tersebar di jarak yang cukup jauh dari jarak prakiraan pesawat itu jatuh. Selain itu, lanjut Soerjanto, mesin saat jatuh masih dalam kondisi menyala dengan kecepatan putaran turbin yang tinggi. "Keadaan mesin hidup, hal ini ditandai dengan  turbin atau kompresor hidup dengan putaran cukup tinggi," ujarnya.
 
Dia menambahkan, kondisi mesin pesawat yang masih utuh. "Mesin tidak ada masalah. Bagian-bagian dari mesin dalam kondisi hidup dengan RPM cukup tinggi ini, kita mengatakan tanda mesin kecepatan cukup tinggi saat jatuh di air," tandasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 18:59 WIB

Tim DVI kembali identifikasi tiga korban Lion Air

Jumat, 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Jumat, 16 November 2018 - 11:56 WIB

Polisi: HS membunuh seorang diri dengan linggis

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com