Peluang usaha broker properti, modal minim untung besar
Elshinta
Senin, 05 November 2018 - 12:35 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Dewi Rusiana
Peluang usaha broker properti, modal minim untung besar
Sumber foto: https://bit.ly/2SJqaHT

Eshinta.com - Bila Anda bertanya peluang usaha di bidang properti apa yang menjanjikan keuntungan besar namun dengan modal yang minim, maka tentu jawabannya adalah broker properti. Broker properti adalah orang yang mampu menjembatani antara investor atau pembeli properti dengan pemilik properti yaitu pemilik rumah maupun pengembang. 

Keberadaan broker properti sangat membantu pembeli untuk mendapatkan rumah yang sesuai dengan keinginan mereka. Sementara bagi para pengembang, broker merupakan salah satu garda terdepan dalam bisnis mereka karena broker berperan dalam memasarkan produk propertinya. 

Secara umum, ada dua jenis broker properti yaitu broker properti perorangan dan broker properti yang sudah menjadi suatu agensi yang memiliki badan usaha. Meskipun sudah banyak agensi pemasaran properti, namun peluang menjadi broker properti perorangan pun sebenarnya masih terbuka lebar. 

Dikutip dari Okezone.com, besaran fee yang bisa didapatkan oleh agen atau broker properti baik yang perorangan maupun agensi umumnya berkisar antara 1-3 persen. Beberapa agensi properti memiliki aturan main yang berbeda seperti menetapkan tarif 1 persen untuk harga properti di atas Rp 1 milyar, 1,5-2,5 % untuk di atas Rp500 juta – Rp 3 miliar, dan 3 % untuk nilai properti di bawah Rp. 500 juta.

Untuk menjadi seorang broker properti tentu bukanlah sesuatu yang mudah. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan bila tertarik terjun ke dunia broker properti. 

Kuasai ilmu marketing

Marketing atau ilmu pemasaran merupakan ilmu wajib yang harus dimiliki orang seorang broker properti. Sebagai seorang pemasar, tentu Anda harus bisa menyakinkan pembeli bahwa properti yang Anda tawarkan layak untuk diambil karena kualitasnya dan akan memberikan prospek yang bagus di masa yang akan datang. 

Pada era digital seperti sekarang, selain ilmu marketing yang bisa diimplementasikan dalam dunia nyata, bertemu orang dan mempresentasikan produk, Anda pun harus mulai mengembangkan ilmu pemasaran di dunia digital. Pahami teknik-teknik digital marketing seperti membuat konten promosi yang baik dengan copywriting, beriklan di media sosial, serta memanfaatkan layanan-layanan lain yang bisa mendatangkan pembeli. 

Baca juga: Bisnis properti yang tak akan pernah mati

Dalam memasarkan properti, Anda juga harus memiliki mental baja di mana setiap kegagalan yang dialami tidak lantas menghentikan upaya Anda mendapatkan pembeli. Bila 5 orang yang Anda temui tidak menghasilkan closing, maka tingkatkan jumlah orang akan Anda temui menjadi 10, 20, 40, dan seterusnya.

Pahami istilah-istilah dunia properti

Agar bisa menjual produk dengan baik, tentu kita harus menguasai informasi seputar produknya itu sendiri. Termasuk istilah-istilah yang berkaitan dengan produk. Dengan memahami betul seluk beluk dunia properti, Anda menjadi memiliki gambaran yang jelas bagaimana harus memasarkannya. 

Produk properti sendiri tidak hanya rumah. Ada tanah, apartemen, villa, ruko dan sebagainya. Sementara istilah lain seperti yang menyangkut pembayaran seperti DP dan sebagainya, juga sebaiknya dikuasai terlebih dahulu.

Memperluas Jaringan

Sebagai seorang pemasar, sudah menjadi keharusan untuk bisa bergaul dengan siapa saja termasuk menambah jaringan pertemanan. Jaringan pertemanan juga tidak hanya kepada orang-orang yang berpotensi menjadi customer, tetapi orang-orang seperti notaris, developer, para petugas di Badan Pertanahan dan lain-lain

***

Anda bisa membaca informasi lengkap seputar bisnis properti pada eMajels edisi November 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjungi elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi lainya.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat: Pelaku UMKM harus betul-betul manfaatkan UU Cipta Kerja
Minggu, 13 Desember 2020 - 11:30 WIB
Pengamat kewirausahaan Didik Purwadi mengajak pelaku UMKM untuk betul-betul memanfaatkan dukungan UU...
Jasindo ungkap tiga manfaat penting asuransi bagi pelaku UMKM
Rabu, 02 Desember 2020 - 20:10 WIB
PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo sebagai anggota holding asuransi dan penjaminan, mengungkapk...
261 pelaku usaha Pekanbaru terima dana hibah pariwisata
Minggu, 29 November 2020 - 11:55 WIB
Sebanyak 261 pelaku usaha hotel dan restoran di Kota Pekanbaru akan menerima dana hibah pariwisata d...
Pengamat: UU Ciptaker memungkinkan UMKM sebagai pelaku usaha KEK
Rabu, 18 November 2020 - 10:20 WIB
Peneliti ekonomi dari The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nu...
Anti mainstream! pasangan pengusaha muda ini berikan 100 paket bantuan usaha
Senin, 21 September 2020 - 14:19 WIB
Lebih dari 60 persen industri di Indonesia terpaksa mengalami kelumpuhan imbas corona, namun tidak s...
Melihat peluang bisnis pengiriman di masa pandemi, simak tipsnya
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:49 WIB
Bisnis pengiriman di era makin semaraknya bisnis online ikut meroket. Semua e-commerce dipastikan me...
Di tengah pandemi, UMKM didorong maksimalkan Bantuan Insentif Pemerintah
Senin, 15 Juni 2020 - 08:49 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong pelaku Usa...
Terdampak pandemi, mahasiswa berjiwa wirausaha diberikan beasiswa
Senin, 18 Mei 2020 - 15:25 WIB
Para pelajar dan mahasiswa yang berjiwa wirausaha diharapkan tetap bisa eksis dengan inovasi berbas...
Jaga daya beli masyarakat, ini stimulus untuk UMKM di tengah pandemi COVID-19
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:29 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat un...
Jalankan program santripreneur, Kemenperin: Kami bina 52 ponpes di 7 provinsi
Jumat, 20 Maret 2020 - 11:20 WIB
Santri di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) berpotensi besar menjadi wirausaha industri baru, khu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV