Bagaimana bisnis crowdfunding berjalan?
Elshinta
Senin, 05 November 2018 - 14:30 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Bagaimana bisnis crowdfunding berjalan?
Sumber foto: https://bit.ly/2AN8eW5

Elshinta.com - Istilah crowdfunding dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai urun dana. Sebuah kegiatan pengumpulan dana yang dilakukan intitusi atau orang per orang untuk menyelesaikan proyek tertentu, yang biasanya proyek sosial. Kegiatan ini bukan sesuatu yang baru. 

Orang sudah melakukan kegiatan pengumpulan dana untuk membantu korban bencana alam, membantu orang sakit, atau membangun fasilitas umum yang tak belum dikerjakan oleh pemerintah namun kebutuhannya sudah sangat mendesak. Medianya, bisa turun langsung ke tempat umum atau membuat pengumuman di media massa.

Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, media pengumpulan dana pun mulai berkembang. Muncul situs website yang dapat menyediakan tempat bagi para project owner atau penggalang dana dengan donatur yang siap mendonasikan uangnya untuk proyek-proyek sosial. Bukan saja mempertemukan, situs tersebut juga membantu project owner dalam membuat kampanye kreatif guna menjaring lebih banyak donatur. 

Di Indonesia, kita mengenal startup Kitabisa.com, yang merupakan platfrom crowdfunding online terbesar di Indonesia. Berdasarkan informasi dari situs resminya, Kitabisa telah membantu 15.584 proyek hingga bisa terdanai dengan total donasi mencapai Rp 439.042.471.317 sejak berdiri tahun 2013 hingga artikel ini tayang. 

Baca juga: Berbisnis sambil menembar manfaat dengan social entrepreneurship

Dengan adanya website, setiap orang dapat membuat proyek sosial sendiri lalu mengundang sebanyak-banyaknya orang untuk berpartisipasi. Sementara itu, situs tersebut juga menyediakan berbagai proyek sosial yang sedang berjalan, di mana para calon donatur dapat memilih proyek sosial mana yang mereka ingin danai. 

Sementara itu, sistem verifikasi pembayarannya sudah lebih diotomatisasi dengan metode kode unik pada nominal pembayaran. Hal ini sama seperti yang dilakukan pada platfrom ecommerce. Di Inggris, salah satu platfrom crowfunding yang terkenal adalah GoFundMe. Mereka sudah berjalan sejak tahun 2010 dan berhasil menjaring lebih dari 50 juta donatur. 

Lantas, bagaimana caranya mereka dapat menjalani bisnis atau membiyai kegiatan operasionalnya. Caranya adalah dengan mengambil sebagian dari hasil penggalangan dana tersebut. Ini merupakan sesuatu yang sudah disepakati dan diketahui bersama dengan project owner. Besarannya bisa berbeda-beda di setiap platfrom. Kitabisa.com, misalnya mengambil 5% dari total dana penggalangan dana yang bisa diraih. 

Terkecuali pada proyek penggalangan dana untuk bencana alam dan zakat, Kitabisa.com tidak mengambil seperserpun biaya administrasi. Besaran biaya administrasi yang dikenakan oleh Kitabisa.com, sama dengan GoFundMe dan KickStarter. Sementara Global Giving mengenakan biaya administrasi sebesar 15% dan Ketto 6%. 

Platfrom urun dana seperti Kitabisa ini disebut sebagai social enterprise di mana tujuan berdirinya perusahaan tidak semata-mata untuk meraih keuntungan. Lebih daripada itu, social enterprise memang dibangun untuk memberikan manfaat yang sebesar-sebesarnya bagi kemanusiaan. Penetrasi internet yang semakin tinggi dan merata membuat masyarakat kian terhubung satu sama lain. Ini membuat proyek-proyek sosial untuk membantu umat manusia di wilayah lain lebih mudah dan lebih cepat dilakukan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jus n` Shake, bisnis terobosan baru yang hadirkan jus sehat dan kekinian
Sabtu, 26 September 2020 - 12:20 WIB
Tiga perusahaan FnB ternama Indonesia, Sour Sally Group, Babarafi Entreprise, dan HadiKitchen Group ...
Startup ini ubah krisis di masa pandemi jadi peluang bisnis
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:34 WIB
Pandemi virus corona telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, dimana acara - acara offline berskala ...
Wujudkan pertanian untuk semua, startup pertanian ini gelar TaniHack
Sabtu, 14 Maret 2020 - 09:18 WIB
TaniHub Group, perusahaan digital rintisan (startup) di bidang pertanian, terus berupaya melakukan t...
Kerja sama RI-Korea diharapkan dongkrak pertumbuhan startup
Senin, 02 Desember 2019 - 14:18 WIB
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekono...
4 tips sederhana untuk sukses memulai bisnis startup
Jumat, 25 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Para milenial ramai-ramai terjun ke bidang bisnis startup. Potensi yang besar membuat sejumlah kalan...
Ini minuman dan kuliner khas inovasi anak Presiden
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:32 WIB
Tren ragam kuliner mancanegara mulai menjadi santapan sehari-hari hingga gaya hidup masyarakat urban...
Startup asal Jerman ini bernama Kontool, warganet Indonesia geger
Selasa, 03 September 2019 - 17:55 WIB
Jagat maya kembali heboh. Kali ini lantaran kehadiran startup asal Jerman yang dinamai Kontool. Kare...
BAKTI ajak startup e-commerce dan UMKM digital gali potensi daerah 3T
Selasa, 03 September 2019 - 16:14 WIB
Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika me...
Ngampooz, startup besutan anak bangsa untuk segala masalah di kampus
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:25 WIB
Satu lagi aplikasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Kali ini aplikasi ini mampu men...
Dapat kucuran Rp71 M, startup Goola milik Gibran siap ekspansi ke Asia Tenggara
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:30 WIB
Perusahaan rintisan bidang kuliner Goola, yang memproduksi kreasi minuman tradisional Indonesia, men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV