Jumat, 16 November 2018 | 11:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Jadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf, Yusril tegaskan bukan bagian timses

Senin, 05 November 2018 - 19:48 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Yusril Ihza Mahendra (kanan) bersama Ketua KTN Erick Tohir. Foto: Istimewa/Elshinta.
Yusril Ihza Mahendra (kanan) bersama Ketua KTN Erick Tohir. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Pakar Hukum Tata Negara yang juga Advokat senior Yusril Ihza Mahendra ditunjuk menjadi kuasa hukum atau lawyer pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di pilpres 2019 mendatang. Yusril pun menyatakan siap untuk menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf. Namun Yusril mengaku bukan bagian dari Timses Jokowi-Ma’ruf.

Hal itu dikatakanya usai bertemu dengan Ketua Timses Erick Thohir di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

"Saya katakan pada Pak Erick Thohir, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyernya kedua beliau (Jokowi-Ma'ruf) itu," kata Yusril dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (5/1).

Sebelum ditunjuk, Jokowi telah menitipkan salam melalui Erick Thohir untuk disampaikan kepada Yusril. Dan itu suatu pesan tersirat bahwa Presiden Jokowi menunjuk mantan Menteri Hukum dan HAM era Gus Dur dan Megawati Soekarno Putri.

Menurut Yusril dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir menanyakan kepada Yusril soal kepastian dan kesiapannya menjadi kuasa hukum atau pengacara pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tapi menurut Yusril berdasarkan yang disampaikan Erick bahwa menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf tidak dikenakan tarif pembayaran secara profesional, alias gratis. Dan Yusril pun telah menyetujui meskipun tidak mendapat bayaran dari Jokowi maupun Ketua Timses.

"Pak Erick mengatakan bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf ini pro deo alias gratis tanpa bayaran apa-apa," imbuhnya.

Yusril mengaku menerima pinangan tersebut karena punya pengalaman panjang membela partai politik. Salah satunya partai Golkar. Dengan menjadi lawyer Jokowi-Ma’ruf, Yusril ingin memastikan Pilpres dan Pemilu serentak berjalan fair, jujur dan adil, dan semua pihak menaati aturan hukum yang berlaku. 

“Bagi saya hukum hukum harus ditegakkan secara adil bagi siapapun tanpa kecuali. Menjadi lawyer haruslah memberikan masukan dan pertimbangan hukum yang benar kepada klien agar klien tidak salah dalam melangkah, serta melakukan pembelaan jika ada hak-haknya yang dilanggar pihak lain,” kata Yusril.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Pakar Hukum Tata Negara yang juga Advokat senior Yusril Ihza Mahendra ditunjuk menjadi kuasa hukum atau lawyer pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di pilpres 2019 mendatang. Yusril pun menyatakan siap untuk menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf. Namun Yusril mengaku bukan bagian dari Timses Jokowi-Ma’ruf.

Hal itu dikatakanya usai bertemu dengan Ketua Timses Erick Thohir di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

"Saya katakan pada Pak Erick Thohir, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyernya kedua beliau (Jokowi-Ma'ruf) itu," kata Yusril dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (5/1).

Sebelum ditunjuk, Jokowi telah menitipkan salam melalui Erick Thohir untuk disampaikan kepada Yusril. Dan itu suatu pesan tersirat bahwa Presiden Jokowi menunjuk mantan Menteri Hukum dan HAM era Gus Dur dan Megawati Soekarno Putri.

Menurut Yusril dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir menanyakan kepada Yusril soal kepastian dan kesiapannya menjadi kuasa hukum atau pengacara pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tapi menurut Yusril berdasarkan yang disampaikan Erick bahwa menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf tidak dikenakan tarif pembayaran secara profesional, alias gratis. Dan Yusril pun telah menyetujui meskipun tidak mendapat bayaran dari Jokowi maupun Ketua Timses.

"Pak Erick mengatakan bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf ini pro deo alias gratis tanpa bayaran apa-apa," imbuhnya.

Yusril mengaku menerima pinangan tersebut karena punya pengalaman panjang membela partai politik. Salah satunya partai Golkar. Dengan menjadi lawyer Jokowi-Ma’ruf, Yusril ingin memastikan Pilpres dan Pemilu serentak berjalan fair, jujur dan adil, dan semua pihak menaati aturan hukum yang berlaku. 

“Bagi saya hukum hukum harus ditegakkan secara adil bagi siapapun tanpa kecuali. Menjadi lawyer haruslah memberikan masukan dan pertimbangan hukum yang benar kepada klien agar klien tidak salah dalam melangkah, serta melakukan pembelaan jika ada hak-haknya yang dilanggar pihak lain,” kata Yusril.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB

Pesawat Air Asia Surabaya-Singapura Hilang Kontak

Rabu, 14 November 2018 - 21:51 WIB

Ini penyebab ambruknya atap Stadion Wergu Kudus

Selasa, 13 November 2018 - 08:25 WIB

Raja Ampat atur pelayaran menuju destinasi Piaynemo

Rabu, 07 November 2018 - 16:56 WIB

Sudin PE Jakbar gelar lurasi dan fasilitasi IKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com