Kamis, 15 November 2018 | 12:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Kunjungan wisatawan dorong pertumbuhan ekonomi Sulut

Selasa, 06 November 2018 - 07:29 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi wisatawan mancanegara. Sumber Foto: https://bit.ly/2AOXupZ
Ilustrasi wisatawan mancanegara. Sumber Foto: https://bit.ly/2AOXupZ

Elshinta.com - Kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) hingga mencapai 5,66 persen pada triwulan III/2018.

"Tingginya pertumbuhan lapangan usaha jasa di Sulur didorong oleh peningkatan jumlah wisatawan baik mancanegara maupun nusantara terkait penyelenggaraan beberapa event internasional dan nasional yang sehingga memberikan dampak pada ekonomi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dr Ateng Hartono di Manado, Selasa (6/11).

Ateng mengatakan ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 5,66 persen pada triwulan III/2018 dibanding triwulan III/2017 (y-on-y). Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha kecuali lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi yang mengalami penurunan sebesar 0,57 persen.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh jasa lain sebesar 11,96 persen, diikuti jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 11,21 persen, dan konstruksi sebesar 10,49 persen.

Dia menjelaskan perekonomian Sulawesi Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III mencapai Rp30,53 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp21,48 triliun.

Struktur PDRB Sulawesi Utara menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan III/2018 tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

Pertanian, kehutanan, dan perikanan; konstruksi; perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor; dan transportasi-pergudangan masih mendominasi PDRB Sulawesi Utara dengan distribusi masing-masing sebesar 21,03 persen; 12,22 persen; 11,95 persen; dan 11,07 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara triwulan III-2018 (y-on-y), konstruksi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 1,40 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 0,68 persen; perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 0,66 persen; dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,43 persen.

Mengutip dari Antara, ekonomi Sulawesi Utara tumbuh sebesar 5,19 triwulan III 2018 tumbuh(q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha konstruksi yaitu sebesar 11,94  persen.

Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh sebesar 13,52 persen.

Kemudian, katanya, ekonomi Sulawesi Utara secara kumulatif hingga triwulan III 2018 (c-to-c) tumbuh 6,01 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh seluruh lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 13,37 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi c-to-c adalah Komponen Pengeluaran LNPRT yang tumbuh sebesar 9,06 persen.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) hingga mencapai 5,66 persen pada triwulan III/2018.

"Tingginya pertumbuhan lapangan usaha jasa di Sulur didorong oleh peningkatan jumlah wisatawan baik mancanegara maupun nusantara terkait penyelenggaraan beberapa event internasional dan nasional yang sehingga memberikan dampak pada ekonomi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dr Ateng Hartono di Manado, Selasa (6/11).

Ateng mengatakan ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 5,66 persen pada triwulan III/2018 dibanding triwulan III/2017 (y-on-y). Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha kecuali lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi yang mengalami penurunan sebesar 0,57 persen.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh jasa lain sebesar 11,96 persen, diikuti jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 11,21 persen, dan konstruksi sebesar 10,49 persen.

Dia menjelaskan perekonomian Sulawesi Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III mencapai Rp30,53 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp21,48 triliun.

Struktur PDRB Sulawesi Utara menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan III/2018 tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

Pertanian, kehutanan, dan perikanan; konstruksi; perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor; dan transportasi-pergudangan masih mendominasi PDRB Sulawesi Utara dengan distribusi masing-masing sebesar 21,03 persen; 12,22 persen; 11,95 persen; dan 11,07 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara triwulan III-2018 (y-on-y), konstruksi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 1,40 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 0,68 persen; perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 0,66 persen; dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,43 persen.

Mengutip dari Antara, ekonomi Sulawesi Utara tumbuh sebesar 5,19 triwulan III 2018 tumbuh(q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha konstruksi yaitu sebesar 11,94  persen.

Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh sebesar 13,52 persen.

Kemudian, katanya, ekonomi Sulawesi Utara secara kumulatif hingga triwulan III 2018 (c-to-c) tumbuh 6,01 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh seluruh lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 13,37 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi c-to-c adalah Komponen Pengeluaran LNPRT yang tumbuh sebesar 9,06 persen.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

Kamis, 15 November 2018 - 09:35 WIB

JPU: Reza Bukan permasalahkan penangkapannya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com