Rabu, 14 November 2018 | 19:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Sulut berhasil turunkan angka pengangguran

Selasa, 06 November 2018 - 07:53 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2D4A55s
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2D4A55s

Elshinta.com - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menurunkan angka pengangguran hingga pada Agustus 2018 sebesar 0,32 poin hingga menjadi 6,86 persen.

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Ateng Hartono, di Manado, Selasa (6/11).

Dia mengatakan, TPT pada Agustus 2018 sebesar 6,86 persen, turun 0,32 poin dalam setahun terakhir.

Dilihat dari tempat tinggalnya, katanya, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding di perdesaan. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2017, maka TPT di perkotaan meningkat, sebaliknya di perdesaan mengalami penurunan.

"Hal ini kemungkinan didorong oleh adanya pembangunan sarana dan prasarana di perdesaan serta kemudahan untuk berusaha mikro kecil yang bersumber dari dana desa," kata Ateng, seperti dikutip Antara.

Baca juga: BPS: Tingkat pengangguran Agustus 5,34 persen

Sementara dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran tertinggi adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Tertinggi kedua adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap. terutama pada tingkat pendidikan SMA dan SMK.  "Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dilihat dari TPT SD ke bawah terendah diantara semua tingkat pendidikan," ujar Ateng.

Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, katanya, tingkat pengangguran terdidik (menengah ke atas) mengalami penurunan, yaitu SMA (0,43 poin), SMK (0,53 poin), dan Perguruan Tinggi (2,29 poin).

Tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja sektor-sektor perekonomian yang ada. Jumlah pekerja tiap sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam penyerapan tenaga kerja.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menurunkan angka pengangguran hingga pada Agustus 2018 sebesar 0,32 poin hingga menjadi 6,86 persen.

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Ateng Hartono, di Manado, Selasa (6/11).

Dia mengatakan, TPT pada Agustus 2018 sebesar 6,86 persen, turun 0,32 poin dalam setahun terakhir.

Dilihat dari tempat tinggalnya, katanya, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding di perdesaan. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2017, maka TPT di perkotaan meningkat, sebaliknya di perdesaan mengalami penurunan.

"Hal ini kemungkinan didorong oleh adanya pembangunan sarana dan prasarana di perdesaan serta kemudahan untuk berusaha mikro kecil yang bersumber dari dana desa," kata Ateng, seperti dikutip Antara.

Baca juga: BPS: Tingkat pengangguran Agustus 5,34 persen

Sementara dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran tertinggi adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Tertinggi kedua adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap. terutama pada tingkat pendidikan SMA dan SMK.  "Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dilihat dari TPT SD ke bawah terendah diantara semua tingkat pendidikan," ujar Ateng.

Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, katanya, tingkat pengangguran terdidik (menengah ke atas) mengalami penurunan, yaitu SMA (0,43 poin), SMK (0,53 poin), dan Perguruan Tinggi (2,29 poin).

Tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja sektor-sektor perekonomian yang ada. Jumlah pekerja tiap sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam penyerapan tenaga kerja.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com