Sabtu, 17 November 2018 | 10:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Pemilu

WNI di Tiongkok awam Pemilu 2019

Selasa, 06 November 2018 - 08:48 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ketua PPLN Beijing Oei Edy Susanto (berdiri) saat memberikan sosialisasi Pemilu 2019 kepada WNI di aula KBRI Beijing, Tiongkok. Sumber Foto: https://bit.ly/2zFdsRZ
Ketua PPLN Beijing Oei Edy Susanto (berdiri) saat memberikan sosialisasi Pemilu 2019 kepada WNI di aula KBRI Beijing, Tiongkok. Sumber Foto: https://bit.ly/2zFdsRZ

Elshinta.com - Warga negara Indonesia yang tersebar di beberapa daerah di Tiongkok masih awam atas pemahaman terhadap Pemilihan Umum 2019.

"Rata-rata dari kami pemilih pemula sehingga belum punya pengalaman tentang pemilu," kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Zhengzhou, Dzaki Sholihin, kepada Kantor Berita Antara di Zhengzhou, Provinsi Henan, Selasa (6/11).

Demikian halnya dengan para pelajar asal Indonesia di Changsha, Provinsi Hunan, yang tidak mendapatkan pemahaman yang cukup tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif yang digelar serentak pada April 2019 itu. "Mungkin tidak hanya kami, kebanyakan pelajar Indonesia di sini baru ikut pemilu pada tahun depan," kata Ketua PPIT Cabang Changsha, Cindy Utamy Ramos.

Meskipun demikian, PPIT Zhengzhou dan PPIT Changsha telah mendaftarkan seluruh anggotanya sebagai pemilih tetap untuk Pemilu 2019.

Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Beijing Oei Edy Susanto mengakui rendahnya pemahaman WNI di daratan Tiongkok tersebut atas Pemilu 2019. "Oleh karena itu, kami proaktif menggelar sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia di Tiongkok, baik dengan bertatap muka secara langsung, maupun melalui media dalam jaringan," ujarnya.

Baca juga: KPU Deli Serdang lakukan monitoring coklit terbatas Pemilu 2019

Ia menyebutkan program sosialisasi Pemilu 2019, terutama dengan menitikberatkan pada proses pendaftaran pemilih, telah dilakukan melalui tatap muka dengan para WNI yang tersebar di Beijing, Tianjin, Chongqing, Wuhan (Provinsi Hubei), Shijiazhuang (Provinsi Hebei), Zhengzhou (Provinsi Henan), dan Changsha (Provinsi Hunan).

Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan PPLN Beijing pada bulan ini di Dalian, Shenyang (keduanya Provinsi Liaoning), Changchun (Provinsi Jilin), dan Harbin (Provinsi Heilongjiang).

Di China daratan terdapat tiga PPLN, yakni Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Namun PPLN Beijing memiliki jangkauan terluas, yakni 23 provinsi/kota ditambah Mongolia sesuai dengan wilayah kerja Kedutaan Besar RI di Beijing.

Meskipun wilayahnya luas, jumlah pemilih potensial yang terdaftar pada Pemilu 2019 di wilayah kerja PPLN Beijing relatif lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah kerja PPLN Shanghai dan PPLN Guangzhou. "Karena terbatasnya anggaran, kami belum bisa menjangkau seluruh WNI yang tersebar di 23 provinsi/kota di Tiongkok dan Mongolia," katat Edy menambahkan.

Pihaknya akan terus menggelar sosialsasi daring dengan menggunakan media "webinar" yang difasilitasi oleh PPIT, seperti yang pernah dilakukan pada pertengahan Oktober 2018 yang tingkat penyebaran audiensinya lebih merata, termasuk menjangkau WNI di Provinsi Xinjiang di baratlaut dan Provinsi Yunnan di barat daya.

Pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri dilakukan dalam tiga alternatif pelaksanaan, yakni dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), didatangi petugas KPPS yang membawa kotak suara keliling (drop box), dan melalui pos surat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Warga negara Indonesia yang tersebar di beberapa daerah di Tiongkok masih awam atas pemahaman terhadap Pemilihan Umum 2019.

"Rata-rata dari kami pemilih pemula sehingga belum punya pengalaman tentang pemilu," kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Zhengzhou, Dzaki Sholihin, kepada Kantor Berita Antara di Zhengzhou, Provinsi Henan, Selasa (6/11).

Demikian halnya dengan para pelajar asal Indonesia di Changsha, Provinsi Hunan, yang tidak mendapatkan pemahaman yang cukup tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif yang digelar serentak pada April 2019 itu. "Mungkin tidak hanya kami, kebanyakan pelajar Indonesia di sini baru ikut pemilu pada tahun depan," kata Ketua PPIT Cabang Changsha, Cindy Utamy Ramos.

Meskipun demikian, PPIT Zhengzhou dan PPIT Changsha telah mendaftarkan seluruh anggotanya sebagai pemilih tetap untuk Pemilu 2019.

Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Beijing Oei Edy Susanto mengakui rendahnya pemahaman WNI di daratan Tiongkok tersebut atas Pemilu 2019. "Oleh karena itu, kami proaktif menggelar sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia di Tiongkok, baik dengan bertatap muka secara langsung, maupun melalui media dalam jaringan," ujarnya.

Baca juga: KPU Deli Serdang lakukan monitoring coklit terbatas Pemilu 2019

Ia menyebutkan program sosialisasi Pemilu 2019, terutama dengan menitikberatkan pada proses pendaftaran pemilih, telah dilakukan melalui tatap muka dengan para WNI yang tersebar di Beijing, Tianjin, Chongqing, Wuhan (Provinsi Hubei), Shijiazhuang (Provinsi Hebei), Zhengzhou (Provinsi Henan), dan Changsha (Provinsi Hunan).

Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan PPLN Beijing pada bulan ini di Dalian, Shenyang (keduanya Provinsi Liaoning), Changchun (Provinsi Jilin), dan Harbin (Provinsi Heilongjiang).

Di China daratan terdapat tiga PPLN, yakni Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Namun PPLN Beijing memiliki jangkauan terluas, yakni 23 provinsi/kota ditambah Mongolia sesuai dengan wilayah kerja Kedutaan Besar RI di Beijing.

Meskipun wilayahnya luas, jumlah pemilih potensial yang terdaftar pada Pemilu 2019 di wilayah kerja PPLN Beijing relatif lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah kerja PPLN Shanghai dan PPLN Guangzhou. "Karena terbatasnya anggaran, kami belum bisa menjangkau seluruh WNI yang tersebar di 23 provinsi/kota di Tiongkok dan Mongolia," katat Edy menambahkan.

Pihaknya akan terus menggelar sosialsasi daring dengan menggunakan media "webinar" yang difasilitasi oleh PPIT, seperti yang pernah dilakukan pada pertengahan Oktober 2018 yang tingkat penyebaran audiensinya lebih merata, termasuk menjangkau WNI di Provinsi Xinjiang di baratlaut dan Provinsi Yunnan di barat daya.

Pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri dilakukan dalam tiga alternatif pelaksanaan, yakni dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), didatangi petugas KPPS yang membawa kotak suara keliling (drop box), dan melalui pos surat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 20:36 WIB

Kemenpan-RB inspeksi KJRI Hong Kong

Jumat, 16 November 2018 - 18:26 WIB

KJRI Jeddah minta perusahaan bayarkan gaji TKI

Jumat, 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com