Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polisi tangkap pelaku pungli di jalur alternatif

Selasa, 06 November 2018 - 08:58 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Polisi tangkap pelaku pungli di jalur alternatif Waykanan. Sumber foto: https://bit.ly/2PFyxFS
Polisi tangkap pelaku pungli di jalur alternatif Waykanan. Sumber foto: https://bit.ly/2PFyxFS

Elshinta.com - Polisi menangkap SY (27) warga KM 06 Blambanganumpu, Kecamatan Blambanganumpu, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung karena melakukan pungutan liar kepada sopir kendaraan muatan yang melintas di jalur alternatif.

"Penangkapan ini dilakukan di lokasi saat pelaku sedang melakukan kegiatan pungli terhadap pengemudi truk yang melintas, kata Kapolres Waykanan AKBP Andy Siswantoro, di Blambanganumpu, Waykanan, Selasa (6/11)

Ia menjelaskan, rusaknya jembatan Way Umpu di KM 195 membuat sejumlah pengendara dialihkan ke jalur alternatif baik dari arah Palembang maupun Bandarlampung, dan situasi tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk melakukan pungli kepada sejumlah sopir kendaraan bermuatan yang melintas di jalur itu.

"Pengalihan arus kendaraan ini ternyata dimanfaatkan sejumlah oknum masyarakat untuk melakukan pungli dengan alasan uang penjagaan," kata dia, dikutip Antara.

Menurutnya, anggota Polres Waykanan berhasil menangkap seorang oknum yang sering melakukan pungli kepada kendaraan barang yang melintas di jalur alternatif Blambanganumpu menuju Kampung Sidoarjo, Waykanan.

Andy menjelaskan, saat anggota Satreskrim Polres Waykanan melakukan penangkapan terhadap pelaku pungli, pelaku tidak melakukan perlawanan dan berhasil mengamankan barang bukti yaitu sejumlah uang sebesar Rp118 ribu dalam bentuk pecahan lima ribu 3 lembar, dua ribu 43 lembar dan seribu rupiah 12 lembar.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dibawa ke Polres Waykanan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 368 KUHP, tentang pemerasan dan ancaman dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan tahanan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Polisi menangkap SY (27) warga KM 06 Blambanganumpu, Kecamatan Blambanganumpu, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung karena melakukan pungutan liar kepada sopir kendaraan muatan yang melintas di jalur alternatif.

"Penangkapan ini dilakukan di lokasi saat pelaku sedang melakukan kegiatan pungli terhadap pengemudi truk yang melintas, kata Kapolres Waykanan AKBP Andy Siswantoro, di Blambanganumpu, Waykanan, Selasa (6/11)

Ia menjelaskan, rusaknya jembatan Way Umpu di KM 195 membuat sejumlah pengendara dialihkan ke jalur alternatif baik dari arah Palembang maupun Bandarlampung, dan situasi tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk melakukan pungli kepada sejumlah sopir kendaraan bermuatan yang melintas di jalur itu.

"Pengalihan arus kendaraan ini ternyata dimanfaatkan sejumlah oknum masyarakat untuk melakukan pungli dengan alasan uang penjagaan," kata dia, dikutip Antara.

Menurutnya, anggota Polres Waykanan berhasil menangkap seorang oknum yang sering melakukan pungli kepada kendaraan barang yang melintas di jalur alternatif Blambanganumpu menuju Kampung Sidoarjo, Waykanan.

Andy menjelaskan, saat anggota Satreskrim Polres Waykanan melakukan penangkapan terhadap pelaku pungli, pelaku tidak melakukan perlawanan dan berhasil mengamankan barang bukti yaitu sejumlah uang sebesar Rp118 ribu dalam bentuk pecahan lima ribu 3 lembar, dua ribu 43 lembar dan seribu rupiah 12 lembar.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dibawa ke Polres Waykanan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 368 KUHP, tentang pemerasan dan ancaman dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan tahanan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Rabu, 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Rabu, 14 November 2018 - 17:31 WIB

Polres Serang berhasil lumpuhkan dua perampok

Rabu, 14 November 2018 - 16:05 WIB

Korban banjir di Pangandaran masih mengungsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com