Jumat, 16 November 2018 | 17:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Polisi periksa 30 saksi korupsi Bappeda Mimika

Selasa, 06 November 2018 - 09:07 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Polisi dalami dugaan korupsi anggaran monitoring di Bappeda, Mimika. Sumber foto: https://bit.ly/2F88Tp3
Polisi dalami dugaan korupsi anggaran monitoring di Bappeda, Mimika. Sumber foto: https://bit.ly/2F88Tp3

Elshinta.com - Penyidik tindak pidana korupsi Satuan Reskrim Polres Mimika, Papua, telah memeriksa 32 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi dana monitoring dan evaluasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat tahun anggaran 2016-2017.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, di Timika, Selasa (6/11).

Ia mengatakan puluhan saksi yang diperiksa itu terdiri atas staf Bappeda Mimika, para kepala distrik (camat) maupun masyarakat yang terkait langsung dengan kegiatan tersebut.

Ia menyebutkan, penyidik sedang meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Papua melakukan audit investigasi atas kasus dugaan korupsi dana monitoring dan evaluasi (monev) di Bappeda Mimika tersebut.

Kegiatan monev proyek-proyek fisik dan nonfisik di lingkungan Bappeda Mimika tahun anggaran 2016-2017 ditaksir menelan anggaran lebih dari Rp1 miliar.

Polisi mencurigai adanya ketidakberesan dalam kegiatan tersebut karena ada temuan penggelembungan biaya transportasi dan laporan fiktif lainnya, seperti kegiatan monev yang seharusnya dilakukan dua kali setahun tetapi hanya dilakukan satu kali.

Selain meminta audit investigasi BPKP Papua, penyidik Polres Mimika juga telah berkoordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Daerah Mimika.

Kapolres Mimika AKBP, Agung Marlianto beberapa waktu lalu menegaskan bahwa proses pengusutan berbagai kasus korupsi yang dilakukan jajarannya bukan bermaksud mencari-cari kesalahan para pejabat, tetapi demi menyelamatkan anggaran negara agar tidak disalahgunakan oleh oknum.

Kapolres juga meminta dukungan dan kerja sama dari semua pihak terkait pengelolaan dana monev Bappeda Mimika agar pengusutan kasus tersebut bisa terang-benderang.

Beberapa kasus lain yang juga tengah dibidik Polres Mimika yaitu kasus korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika tahun anggaran 2016-2017 dan kasus korupsi pembangunan gedung perpustakaan daerah yang hingga kini mangkrak tahun anggaran 2014-2016 yang menelan anggaran sekitar Rp25 miliar, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Elshinta.com - Penyidik tindak pidana korupsi Satuan Reskrim Polres Mimika, Papua, telah memeriksa 32 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi dana monitoring dan evaluasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat tahun anggaran 2016-2017.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, di Timika, Selasa (6/11).

Ia mengatakan puluhan saksi yang diperiksa itu terdiri atas staf Bappeda Mimika, para kepala distrik (camat) maupun masyarakat yang terkait langsung dengan kegiatan tersebut.

Ia menyebutkan, penyidik sedang meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Papua melakukan audit investigasi atas kasus dugaan korupsi dana monitoring dan evaluasi (monev) di Bappeda Mimika tersebut.

Kegiatan monev proyek-proyek fisik dan nonfisik di lingkungan Bappeda Mimika tahun anggaran 2016-2017 ditaksir menelan anggaran lebih dari Rp1 miliar.

Polisi mencurigai adanya ketidakberesan dalam kegiatan tersebut karena ada temuan penggelembungan biaya transportasi dan laporan fiktif lainnya, seperti kegiatan monev yang seharusnya dilakukan dua kali setahun tetapi hanya dilakukan satu kali.

Selain meminta audit investigasi BPKP Papua, penyidik Polres Mimika juga telah berkoordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Daerah Mimika.

Kapolres Mimika AKBP, Agung Marlianto beberapa waktu lalu menegaskan bahwa proses pengusutan berbagai kasus korupsi yang dilakukan jajarannya bukan bermaksud mencari-cari kesalahan para pejabat, tetapi demi menyelamatkan anggaran negara agar tidak disalahgunakan oleh oknum.

Kapolres juga meminta dukungan dan kerja sama dari semua pihak terkait pengelolaan dana monev Bappeda Mimika agar pengusutan kasus tersebut bisa terang-benderang.

Beberapa kasus lain yang juga tengah dibidik Polres Mimika yaitu kasus korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika tahun anggaran 2016-2017 dan kasus korupsi pembangunan gedung perpustakaan daerah yang hingga kini mangkrak tahun anggaran 2014-2016 yang menelan anggaran sekitar Rp25 miliar, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com