Rabu, 14 November 2018 | 19:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

BPBD gandeng PDAM distribusikan air bersih

Selasa, 06 November 2018 - 09:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2zxpakA
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2zxpakA

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum dalam mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan akibat kemarau.

"Untuk membantu pelaksanaan droping air karena armada kita terbatas, terus permintaan warga akan air bersih bertambah sehingga kita harus bagi tugas dengan PDAM," kata pelaksana tugas (plt) Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Selasa (6/11).

Pada musim kemarau 2018, menurut dia, sejumlah wilayah di Bantul mengalami kesulitan air karena debit sumber air di daerah tersebut berkurang, beberapa diantaranya berada di wilayah Desa Seloharjo Pundong, Wukirsari Imogiri dan Srimartani Piyungan.

Selain karena keterbatasan tangki air yang dimiliki BPBD Bantul, kata dia, pelibatan badan usaha milik daerah (BUMD) sektor penyedia air bersih itu, juga untuk memastikan bahwa kondisi air yang didistribusikan ke wilayah terdampak layak dikonsumsi. "Yang jelas kalau kita droping air ke wilayah terdampak kekeringan itu pasti menggunakan air minum konsumsi dari PDAM, supaya aman konsumsi, jadi sumurnya sumur PDAM yang sudah diolah," katanya, seperti dikutip Antara.

Dwi mengatakan, saat ini BPBD Bantul hanya mempunyai dua mobil tangki air yang dalam beberapa pekan terakhir terus melakukan droping air bersih, dalam satu hari satu mobil bisa menjangkau tiga sampai empat lokasi kekeringan. "Itu karena lokasinya jauh-jauh, sehingga armada kita harus bolak-balik itu yang susah, seperti di Dusun Geger Seloharjo dan Desa Srimartani itu lokasinya jauh, armada kita hanya dua dengan kapasitas lima ribu liter," katanya.

Dwi mengatakan, satu mpbil tangki dengan kapasitas 5.000 liter itu bisa mencukupi kebutuhan air masyarakat di tiga rukun tetangga (RT), namun ketika sudah didrop ke wilayah kekeringan, masyarakat terkadang kesulitan mengakses bantuan air. "Yang jelas masalahnya selain cakupan areanya jauh dan sulit medan juga karena masyarakat tidak siap bak penampungan air yang bisa untuk percepat proses itu, sehingga sebagian masyarakat itu mengambil secara ecer (dengan jerigen)," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum dalam mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan akibat kemarau.

"Untuk membantu pelaksanaan droping air karena armada kita terbatas, terus permintaan warga akan air bersih bertambah sehingga kita harus bagi tugas dengan PDAM," kata pelaksana tugas (plt) Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Selasa (6/11).

Pada musim kemarau 2018, menurut dia, sejumlah wilayah di Bantul mengalami kesulitan air karena debit sumber air di daerah tersebut berkurang, beberapa diantaranya berada di wilayah Desa Seloharjo Pundong, Wukirsari Imogiri dan Srimartani Piyungan.

Selain karena keterbatasan tangki air yang dimiliki BPBD Bantul, kata dia, pelibatan badan usaha milik daerah (BUMD) sektor penyedia air bersih itu, juga untuk memastikan bahwa kondisi air yang didistribusikan ke wilayah terdampak layak dikonsumsi. "Yang jelas kalau kita droping air ke wilayah terdampak kekeringan itu pasti menggunakan air minum konsumsi dari PDAM, supaya aman konsumsi, jadi sumurnya sumur PDAM yang sudah diolah," katanya, seperti dikutip Antara.

Dwi mengatakan, saat ini BPBD Bantul hanya mempunyai dua mobil tangki air yang dalam beberapa pekan terakhir terus melakukan droping air bersih, dalam satu hari satu mobil bisa menjangkau tiga sampai empat lokasi kekeringan. "Itu karena lokasinya jauh-jauh, sehingga armada kita harus bolak-balik itu yang susah, seperti di Dusun Geger Seloharjo dan Desa Srimartani itu lokasinya jauh, armada kita hanya dua dengan kapasitas lima ribu liter," katanya.

Dwi mengatakan, satu mpbil tangki dengan kapasitas 5.000 liter itu bisa mencukupi kebutuhan air masyarakat di tiga rukun tetangga (RT), namun ketika sudah didrop ke wilayah kekeringan, masyarakat terkadang kesulitan mengakses bantuan air. "Yang jelas masalahnya selain cakupan areanya jauh dan sulit medan juga karena masyarakat tidak siap bak penampungan air yang bisa untuk percepat proses itu, sehingga sebagian masyarakat itu mengambil secara ecer (dengan jerigen)," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Rabu, 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Rabu, 14 November 2018 - 17:31 WIB

Polres Serang berhasil lumpuhkan dua perampok

Rabu, 14 November 2018 - 16:05 WIB

Korban banjir di Pangandaran masih mengungsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com