BPBD gandeng PDAM distribusikan air bersih
Selasa, 06 November 2018 - 09:17 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2zxpakA

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum dalam mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan akibat kemarau.

"Untuk membantu pelaksanaan droping air karena armada kita terbatas, terus permintaan warga akan air bersih bertambah sehingga kita harus bagi tugas dengan PDAM," kata pelaksana tugas (plt) Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Selasa (6/11).

Pada musim kemarau 2018, menurut dia, sejumlah wilayah di Bantul mengalami kesulitan air karena debit sumber air di daerah tersebut berkurang, beberapa diantaranya berada di wilayah Desa Seloharjo Pundong, Wukirsari Imogiri dan Srimartani Piyungan.

Selain karena keterbatasan tangki air yang dimiliki BPBD Bantul, kata dia, pelibatan badan usaha milik daerah (BUMD) sektor penyedia air bersih itu, juga untuk memastikan bahwa kondisi air yang didistribusikan ke wilayah terdampak layak dikonsumsi. "Yang jelas kalau kita droping air ke wilayah terdampak kekeringan itu pasti menggunakan air minum konsumsi dari PDAM, supaya aman konsumsi, jadi sumurnya sumur PDAM yang sudah diolah," katanya, seperti dikutip Antara.

Dwi mengatakan, saat ini BPBD Bantul hanya mempunyai dua mobil tangki air yang dalam beberapa pekan terakhir terus melakukan droping air bersih, dalam satu hari satu mobil bisa menjangkau tiga sampai empat lokasi kekeringan. "Itu karena lokasinya jauh-jauh, sehingga armada kita harus bolak-balik itu yang susah, seperti di Dusun Geger Seloharjo dan Desa Srimartani itu lokasinya jauh, armada kita hanya dua dengan kapasitas lima ribu liter," katanya.

Dwi mengatakan, satu mpbil tangki dengan kapasitas 5.000 liter itu bisa mencukupi kebutuhan air masyarakat di tiga rukun tetangga (RT), namun ketika sudah didrop ke wilayah kekeringan, masyarakat terkadang kesulitan mengakses bantuan air. "Yang jelas masalahnya selain cakupan areanya jauh dan sulit medan juga karena masyarakat tidak siap bak penampungan air yang bisa untuk percepat proses itu, sehingga sebagian masyarakat itu mengambil secara ecer (dengan jerigen)," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 11:38 WIB
Elshinta.com - Petugas kepolisian masih melakukan penanganan dampak longsor yang terjadi d...
Selasa, 23 April 2019 - 11:22 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menya...
Selasa, 23 April 2019 - 08:11 WIB
Elshinta.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kement...
Selasa, 23 April 2019 - 06:53 WIB
Elshinta.com - Sejak awal tahun 2019, Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali,...
Minggu, 21 April 2019 - 12:15 WIB
Elshinta.com - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melu...
Minggu, 21 April 2019 - 10:29 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 72 rumah warga Kampung Parung Lesang, Desa Pasir Ranji, Kecamata...
Minggu, 21 April 2019 - 08:49 WIB
Elshinta.com - Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada M...
Jumat, 19 April 2019 - 06:29 WIB
Elshinta.com - Banjir bandang melanda Desa Doku, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, K...
Kamis, 18 April 2019 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menye...
Kamis, 18 April 2019 - 07:33 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Aceh dan sekitarny...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)