Ratusan warga Gun Tembawang jadi WN Malaysia
Selasa, 06 November 2018 - 10:25 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Kehidupan masyarakat di Dusun Gun Tembawang, Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat. Daerah ini merupakan perbatasan RI-Malaysia. Sumber Foto: https://bit.ly/2OtkkqD

Elshinta.com - Hampir separuh dari jumlah penduduk Dusun Gun Tembawang, Desa Gun Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, berpindah menjadi warga Malaysia guna memenuhi kebutuhan hidup karena minimnya sarana dan prasarana publik di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia itu.

"Dulunya, di Gun Tembawang penduduknya cukup ramai. Tapi karena himpitan ekonomi, separuh penduduk pindah menjadi warga negara Malaysia," kata Kepala Dusun Gun Tembawang, Marselius Gaut dihubungi di Entikong, Selasa (6/11).

Dusun Gun Tembawang merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Desa Sepit, Sarawak, Malaysia. Menurut Marselius Gaut, kalau tidak terjadi perpindahan, jumlah penduduk lebih dari 300 jiwa atau kurang lebih 65 Kepala Keluarga. "Namun karena sudah banyak yang pindah sekarang hanya 175 jiwa dan 30 KK saja," katanya, seperti dikutip Antara.

Pria berumur 57 tahun itu menjelaskan kepindahan penduduk tersebut disebabkan adanya perkawinan silang antarwarga Gun Tembawang dengan warga Malaysia. Hal lain disebabkan mata pencarian, dimana warga Gun Tembawang pergi bekerja ke Malaysia dan menjadi warga negara disana.

"Saya juga mendapat istri orang Malaysia dan kami 10 bersaudara, lima orang sudah menjadi warga negara Malaysia dan lima orang lainnya masih bertahan di Desa Gun Tembawang. Termasuk saya tetap memilih menjadi warga Indonesia. Karena NKRI bagi saya harga mati," tegas Marselius.

Walau demikian Marselius meminta kepada pemerintah baik daerah maupun pusat untuk lebih memperhatikan nasib masyarakat di daerah perbatasan. "Kami disini minim akses pelayanan publik, seperti kesehatan, pendidikan dan pembangunan ekonomi. Sebagai anak bangsa ini kami merasa belum merdeka jauh dari kelayakan hidup," ujar dia.

Sementara bila ada warga yang sakit, maka mau tidak mau harus ke Malaysia untuk berobat. "Sekolah ke Malaysia, beli kebutuhan sehari-hari ke Malaysia semua kami disini tergantung ke Malaysia. Saya sendiri hampir bosan untuk meminta pemerintah memperhatikan nasib kami," katanya.

Menurutnya jalan yang ada kalau bukan karena TNI yang membangun maka sampai kapanpun Desa Gun Tembawang tidak memiliki jalan. Walau dengan kondisi seperti itu, hanya jalan itulah yang menjadi urat nadi bagi masyarakat.

"Pembukaan jalan itu dibangun oleh pemerintah pusat melalui TNI sebagai jalan untuk melakukan patroli. Ini bermanfaat buat kami bila pulang pergi ke Malaysia dalam satu hari. Kenapa harus ke Malaysia karena itu yang paling dekat dibandingkan ke Entikong," katanya.

Ia mengakui, hingga saat ini karena sulit dan jauh serta besarnya ongkos transportasi ke kota kecamatan dan kabupaten membuat sebagian warga belum bisa mengurus dokumen kependudukan. "Mungkin tidak sampai 50 persen warga kami memiliki KTP, KK dan surat identitas lainnya," kata Marselius.

Kondisi seperti itu tentu saja menyulitkan warga memiliki surat identitas untuk membangun dan lebih berkembang sebagai warga negara Indonesia. Berkat keberadaan TNI barulah ada perubahan walaupun tidak secara signifikan.

Ia menambahkan, banyak yang sudah warga rasakan sejak adanya pos penjagaan dari pasukan TNI di wilayahnya. Selain menjaga keamanan batas wilayah NKRI, TNI juga membantu berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat. "Kami berharap sekali pemerintah tidak hanya tinggal diam melihat kesulitan yang saat ini kami hadapi," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 22 Januari 2019 - 21:49 WIB
Elshinta.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo berupaya mengurai kepadatan ...
Selasa, 22 Januari 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan pembebasan terpidana kasus ...
Selasa, 22 Januari 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Jawa Tengah menerapkan dua pelayanan hukum berb...
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:43 WIB
Elshinta.com - Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Kabupaten Sukoharjo, Jawa T...
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:35 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan syarat yang harus dipenuhi ...
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:24 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kota Malang, Jawa Timur mencatat sedikitnya ada empat ribu ...
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menandatangani kon...
Selasa, 22 Januari 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, terpidana kasus terorisme ...
Selasa, 22 Januari 2019 - 12:33 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu berbicara soal ancaman terorisme di h...
Selasa, 22 Januari 2019 - 11:45 WIB
Elshinta.com - Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, Kepala Badan Reserse Kri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)