Sabtu, 17 November 2018 | 10:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kecelakaan

Keluarga korban pesawat Lion harapkan bantuan psikolog

Selasa, 06 November 2018 - 10:47 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Pad34m
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Pad34m

Elshinta.com - Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan bantuan psikolog untuk memulihkan mental anak, istri, orang tua dan sanak keluarga yang terpukul atas musibah tersebut.

"Cobaan ini sangat berat dan percaya korban masih hidup, tapi apa mau dikata mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat ini," kata Keluarga jenazah korban Eryanto, Syamsudin Basari saat prosesi serah terima jenazah di posko crisis center Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Selasa (6/11).

Oleh karena itu, kami berharap pemerintah daerah memfasilitasi bantuan psikolog untuk memulihkan mental, psikologis keluarga korban yang terpukul dan terpuruk menerima takdir Allah SWT.

"Kejadian ini tidak disangka, tragis dan tidak terfikirkan oleh manusia dan menyita perhatian masyarakat dunia yang menewaskan orang-orang tercinta yang mempengaruhi jiwa-jiwa keluarga korban," katanya, dikutip Antara.

Baca juga: RS Polri beri pendampingan psikologi ke 126 keluarga

Menurut dia, saat ini keluarga korban hanya dapat mendoakan arwah-arwah dan berharap semoga amal ibadah korban diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah.

"Pada hari kesembilan pascakecelakaan pesawat ini, air mata keluarga sudah habis menerima kenyataan bahwa anak, suami, istri, orang tua, kerabat dan teman dekat meninggal dalam kecelakaan pesawat naas ini," ujarnya.

Pada Selasa pagi, tiga jenazah korban Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat yang teridentifikasi tim DVI Mabes Polri tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Tiga jenazah yang diserahkan kepada keluarga yaitu Eryanto (41) dengan alamat Perumahan Tanjung Bunga Rt.07 Rw.3 Kelurahan Sinar Bulan Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang.

Jenazah atas nama Resti Amelia (27) beralamat Desa Air Putih Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Jenazah Fera Yunita beralamat di Sungailiat, Kabupaten Bangka. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan bantuan psikolog untuk memulihkan mental anak, istri, orang tua dan sanak keluarga yang terpukul atas musibah tersebut.

"Cobaan ini sangat berat dan percaya korban masih hidup, tapi apa mau dikata mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat ini," kata Keluarga jenazah korban Eryanto, Syamsudin Basari saat prosesi serah terima jenazah di posko crisis center Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Selasa (6/11).

Oleh karena itu, kami berharap pemerintah daerah memfasilitasi bantuan psikolog untuk memulihkan mental, psikologis keluarga korban yang terpukul dan terpuruk menerima takdir Allah SWT.

"Kejadian ini tidak disangka, tragis dan tidak terfikirkan oleh manusia dan menyita perhatian masyarakat dunia yang menewaskan orang-orang tercinta yang mempengaruhi jiwa-jiwa keluarga korban," katanya, dikutip Antara.

Baca juga: RS Polri beri pendampingan psikologi ke 126 keluarga

Menurut dia, saat ini keluarga korban hanya dapat mendoakan arwah-arwah dan berharap semoga amal ibadah korban diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah.

"Pada hari kesembilan pascakecelakaan pesawat ini, air mata keluarga sudah habis menerima kenyataan bahwa anak, suami, istri, orang tua, kerabat dan teman dekat meninggal dalam kecelakaan pesawat naas ini," ujarnya.

Pada Selasa pagi, tiga jenazah korban Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat yang teridentifikasi tim DVI Mabes Polri tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Tiga jenazah yang diserahkan kepada keluarga yaitu Eryanto (41) dengan alamat Perumahan Tanjung Bunga Rt.07 Rw.3 Kelurahan Sinar Bulan Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang.

Jenazah atas nama Resti Amelia (27) beralamat Desa Air Putih Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Jenazah Fera Yunita beralamat di Sungailiat, Kabupaten Bangka. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com