Sabtu, 17 November 2018 | 10:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah menguat imbas aksi lepas dolar jelang Pemilu AS

Selasa, 06 November 2018 - 11:36 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Foto: elshinta.com
Ilustrasi. Foto: elshinta.com

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (6/11) pagi bergerak menguat sebesar 84 poin ke posisi Rp14.892 dibandingkan sebelumnya Rp14.976 per dolar AS, seiring aksi lepas dolar menjelang Pemilu AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/11) mengatakan, laju dolar AS melemah seiring dengan aksi lepas dolar oleh investor jelang adanya pemilu tengah semester AS, sehingga berimbas pada penguatan rupiah. "Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah menguat dengan memanfaatkan pelemahan dolar AS," ujar Reza.

Reza memperkirakan pada Selasa ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.983 -  Rp14.969 per dolar AS.

Meski dirilisnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap di atas ekspektasi, namun, tidak cukup kuat mengangkat rupiah. Bahkan berbalik melemahnya laju dolar AS setelah penguatan selama beberapa hari sebelumnya juga tidak direspon positif. 

Mengutip dari Antara, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB kuartal III-2018 naik 5,17 persen, di atas ekspektasi sejumlah pengamat yang memperkirakan di angka 5,14 persen. Pertumbuhan ekonomi itu dinilai tertinggi secara tahunan sejak 2014 atau di masa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo. 

Konsumsi pemerintah pada kuartal III-2018 cukup memberikan kontribusi lebih bagi pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut yang tumbuh 5,17 persen. 

Meski dinilai di atas ekspektasi, namun angka tersebut jauh lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,27 persen. Oleh karena itu, pelaku pasar memanfaatkan penguatan rupiah sebelumnya untuk kembali melemah.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:45 WIB

Komplotan penipuan `Hijacking` dibekuk Siber Bareskrim Polri

Kriminalitas | 17 November 2018 - 09:35 WIB

Seorang kakek keji perkosa siswi SMP hingga hamil

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:25 WIB

Harimau yang terjebak di pasar Riau terluka akibat terjerat

Aktual Dalam Negeri | 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (6/11) pagi bergerak menguat sebesar 84 poin ke posisi Rp14.892 dibandingkan sebelumnya Rp14.976 per dolar AS, seiring aksi lepas dolar menjelang Pemilu AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/11) mengatakan, laju dolar AS melemah seiring dengan aksi lepas dolar oleh investor jelang adanya pemilu tengah semester AS, sehingga berimbas pada penguatan rupiah. "Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah menguat dengan memanfaatkan pelemahan dolar AS," ujar Reza.

Reza memperkirakan pada Selasa ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.983 -  Rp14.969 per dolar AS.

Meski dirilisnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap di atas ekspektasi, namun, tidak cukup kuat mengangkat rupiah. Bahkan berbalik melemahnya laju dolar AS setelah penguatan selama beberapa hari sebelumnya juga tidak direspon positif. 

Mengutip dari Antara, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB kuartal III-2018 naik 5,17 persen, di atas ekspektasi sejumlah pengamat yang memperkirakan di angka 5,14 persen. Pertumbuhan ekonomi itu dinilai tertinggi secara tahunan sejak 2014 atau di masa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo. 

Konsumsi pemerintah pada kuartal III-2018 cukup memberikan kontribusi lebih bagi pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut yang tumbuh 5,17 persen. 

Meski dinilai di atas ekspektasi, namun angka tersebut jauh lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,27 persen. Oleh karena itu, pelaku pasar memanfaatkan penguatan rupiah sebelumnya untuk kembali melemah.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 17 November 2018 - 10:25 WIB

Pemerintah fokus bangun SPBU BBM satu harga

Sabtu, 17 November 2018 - 10:12 WIB

Jadi target hoaks, Ridwan Kamil angkat bicara

Sabtu, 17 November 2018 - 09:15 WIB

Taspen berikan perlindungan lengkap bagi ASN

Sabtu, 17 November 2018 - 08:39 WIB

Presiden menuju Papua Nugini untuk hadiri KTT APEC

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com