Rabu, 14 November 2018 | 19:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pileg 2019

Atribut kampanye caleg banyak di pohon

Selasa, 06 November 2018 - 11:47 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Pelanggaran berupa pemasangan alat peraga di pohon. Sumber foto: https://bit.ly/2APTSEf
Pelanggaran berupa pemasangan alat peraga di pohon. Sumber foto: https://bit.ly/2APTSEf

Elshinta.com - Atribut kampanye calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung pada Pemilu 2019 mendatang banyak dipaku di batang pohon pinggir jalan di Kota Banda Aceh.

Beberapa ruas jalan di Kota Banda Aceh, Selasa (6/11), alat peraga kampanye berbagai ukuran tersebut dipaku di pohon yang selama ini dijaga dan dirawat pemerintah kota setempat melalui dinas terkait.

Seperti di Jalan Sultan Iskandar Muda menuju kawasan wisata Pantai Ulee Lheue, banyak calon anggota DPRK Banda Aceh, DPR Aceh, DPR RI, maupun DPD RI dipaku di pohon yang berada di pinggir jalan.

Bahkan ada alat peraga kampanye calon legislatif dipasang di lintasan pejalan kaki trotoar jalan, sehingga menyebabkan masyarakat yang menggunakan fasilitas publik tersebut terhambat.

Sejumlah warga menyesalkan alat peraga kampanye calon wakil rakyat tersebut dipaku di pohon pinggir jalan. Sebab, praktik tersebut memperlihatkan calon anggota dewan tidak peduli lingkungan.

"Memang, yang memaku alat peraga kampanye di pohon pinggir jalan bukan calon yang bersangkutan, tetapi orang suruhannya. Namun, secara keseluruhan yang bertanggung jawab si calon yang bersangkutan," kata Muhammad Ridha, warga Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, dikutip Antara.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Banda Aceh Afrida mengatakan, pemasangan alat peraga kampanye di pepohonan, baik di pinggir jalan maupun di tempat lainnya melanggar peraturan KPU maupun peraturan wali kota.

"Kami sudah mengirim surat ke seluruh partai politik untuk melarang calon anggota legislatif yang diusungnya supaya tidak memasang alat peraga kampanye di pepohonan, baik dipaku maupun diikat menggunakan tali," kata dia.

Afrida juga menyebutkan, pihaknya bersama Satpol PP Kota Banda Aceh saat ini terus melakukan pembersihan terhadap alat peraga kampanye yang dipasang melanggar peraturan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Atribut kampanye calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung pada Pemilu 2019 mendatang banyak dipaku di batang pohon pinggir jalan di Kota Banda Aceh.

Beberapa ruas jalan di Kota Banda Aceh, Selasa (6/11), alat peraga kampanye berbagai ukuran tersebut dipaku di pohon yang selama ini dijaga dan dirawat pemerintah kota setempat melalui dinas terkait.

Seperti di Jalan Sultan Iskandar Muda menuju kawasan wisata Pantai Ulee Lheue, banyak calon anggota DPRK Banda Aceh, DPR Aceh, DPR RI, maupun DPD RI dipaku di pohon yang berada di pinggir jalan.

Bahkan ada alat peraga kampanye calon legislatif dipasang di lintasan pejalan kaki trotoar jalan, sehingga menyebabkan masyarakat yang menggunakan fasilitas publik tersebut terhambat.

Sejumlah warga menyesalkan alat peraga kampanye calon wakil rakyat tersebut dipaku di pohon pinggir jalan. Sebab, praktik tersebut memperlihatkan calon anggota dewan tidak peduli lingkungan.

"Memang, yang memaku alat peraga kampanye di pohon pinggir jalan bukan calon yang bersangkutan, tetapi orang suruhannya. Namun, secara keseluruhan yang bertanggung jawab si calon yang bersangkutan," kata Muhammad Ridha, warga Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, dikutip Antara.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Banda Aceh Afrida mengatakan, pemasangan alat peraga kampanye di pepohonan, baik di pinggir jalan maupun di tempat lainnya melanggar peraturan KPU maupun peraturan wali kota.

"Kami sudah mengirim surat ke seluruh partai politik untuk melarang calon anggota legislatif yang diusungnya supaya tidak memasang alat peraga kampanye di pepohonan, baik dipaku maupun diikat menggunakan tali," kata dia.

Afrida juga menyebutkan, pihaknya bersama Satpol PP Kota Banda Aceh saat ini terus melakukan pembersihan terhadap alat peraga kampanye yang dipasang melanggar peraturan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com