Jumat, 16 November 2018 | 11:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Hindari hoax, Menag ajak siswa contoh periwayat hadis

Selasa, 06 November 2018 - 13:36 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai menghadiri acara Rohis Ngopi Bareng Menteri Agama di Belitung, Senin (5/11). Sumber foto: https://bit.ly/2Ot8j4w
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai menghadiri acara Rohis Ngopi Bareng Menteri Agama di Belitung, Senin (5/11). Sumber foto: https://bit.ly/2Ot8j4w

Elshinta.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ajak siswa Rohis SMA/SMK untuk mencontoh periwayat hadis guna menghindari berita bohong atau hoax.

Dalam acara bertajuk "Rohis Ngopi Bareng Menteri Agama" di Belitung, Menag menjelaskan periwayat hadis setelah wafatnya Rasulullah memiliki dua pendekatan saat menerima hadis, yakni memeriksa konten, dan memeriksa sumber riwayat.

“Jika benar tidak ada unsur kebohongan baru hadis tersebut disebarkan,” jelas Menag seperti dihimpun laman resmi Kemenag di Jakarta, Selasa (6/11).

Menag menegaskan bahwa tidak semua informasi yang diterima harus langsung disebarluaskan, melainkan harus ditimbang dahulu isinya, apakah bermanfaat atau tidak. 

Baca juga: Japto sebut hoax sudah sangat mengkhawatirkan kehidupan berbangsa

Kemudian, lanjut Lukman, perlu diperiksa juga sumber informasinya, terpercaya atau tidak agar menghindari perilaku ghibah dan fitnah melalui hoax.

"Membicarakan keburukan orang saja meski benar itu berdosa karena disebut ghibah. Apalagi membicarakan keburukan yang ternyata salah atau fitnah. Islam ditebarkan dengan kasih sayang dan cinta," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ajak siswa Rohis SMA/SMK untuk mencontoh periwayat hadis guna menghindari berita bohong atau hoax.

Dalam acara bertajuk "Rohis Ngopi Bareng Menteri Agama" di Belitung, Menag menjelaskan periwayat hadis setelah wafatnya Rasulullah memiliki dua pendekatan saat menerima hadis, yakni memeriksa konten, dan memeriksa sumber riwayat.

“Jika benar tidak ada unsur kebohongan baru hadis tersebut disebarkan,” jelas Menag seperti dihimpun laman resmi Kemenag di Jakarta, Selasa (6/11).

Menag menegaskan bahwa tidak semua informasi yang diterima harus langsung disebarluaskan, melainkan harus ditimbang dahulu isinya, apakah bermanfaat atau tidak. 

Baca juga: Japto sebut hoax sudah sangat mengkhawatirkan kehidupan berbangsa

Kemudian, lanjut Lukman, perlu diperiksa juga sumber informasinya, terpercaya atau tidak agar menghindari perilaku ghibah dan fitnah melalui hoax.

"Membicarakan keburukan orang saja meski benar itu berdosa karena disebut ghibah. Apalagi membicarakan keburukan yang ternyata salah atau fitnah. Islam ditebarkan dengan kasih sayang dan cinta," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com