Jumat, 16 November 2018 | 17:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Menkes: Mobilisasi manusia hingga perubahan iklim penyebab penyakit baru

Selasa, 06 November 2018 - 13:45 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (kiri) pada acara The 5th Global Health Security Agenda (GHSA) di Nusa Dua, Bali, Selasa (6/11). Sumber foto: https://bit.ly/2D5O4Ik
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (kiri) pada acara The 5th Global Health Security Agenda (GHSA) di Nusa Dua, Bali, Selasa (6/11). Sumber foto: https://bit.ly/2D5O4Ik

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan, peningkatan mobilisasi manusia hingga perubahan iklim menjadi penyebab munculnya penyakit-penyakit baru.

"Ada penambahan populasi yang begitu cepat, urbanisasi, mobilisasi manusia ini juga menyebabkan banyaknya penyakit," kata Nila usai pembukaan pertemuan tingkat menteri The 5th Global Health Security Agenda (GHSA) di Nusa Dua, Bali, Selasa (6/11).

Dikutip dari Antara, Nila mengatakan, akhir-akhir ini muncul penularan penyakit HIV-AIDS yang bersumber dari monyet, ebola yang menular dari monyet dan kelelawar, serta MERS-CoV yang menular dari unta.

Baca juga: Menkes pastikan pemerintah berpadu identifikasi korban Lion Air

Pemerintah Indonesia berusaha mengantisipasi penularan penyakit-penyakit semacam itu. Dalam lima tahun terakhir, anggota GHSA termasuk Indonesia, telah membangun kesetaraan kolektif untuk mencegah ancaman kesehatan masyarakat global. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Italia Giuseppe Ruocco selaku Ketua Komite Pengarah GHSA menyatakan perubahan iklim menimbulkan berbagai penyakit dan sistem peringatan dini dibutuhkan untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Megapolitan | 16 November 2018 - 16:27 WIB

Sudinhub Jakpus tuntaskan titik macet pada 2019

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan, peningkatan mobilisasi manusia hingga perubahan iklim menjadi penyebab munculnya penyakit-penyakit baru.

"Ada penambahan populasi yang begitu cepat, urbanisasi, mobilisasi manusia ini juga menyebabkan banyaknya penyakit," kata Nila usai pembukaan pertemuan tingkat menteri The 5th Global Health Security Agenda (GHSA) di Nusa Dua, Bali, Selasa (6/11).

Dikutip dari Antara, Nila mengatakan, akhir-akhir ini muncul penularan penyakit HIV-AIDS yang bersumber dari monyet, ebola yang menular dari monyet dan kelelawar, serta MERS-CoV yang menular dari unta.

Baca juga: Menkes pastikan pemerintah berpadu identifikasi korban Lion Air

Pemerintah Indonesia berusaha mengantisipasi penularan penyakit-penyakit semacam itu. Dalam lima tahun terakhir, anggota GHSA termasuk Indonesia, telah membangun kesetaraan kolektif untuk mencegah ancaman kesehatan masyarakat global. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Italia Giuseppe Ruocco selaku Ketua Komite Pengarah GHSA menyatakan perubahan iklim menimbulkan berbagai penyakit dan sistem peringatan dini dibutuhkan untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 09:59 WIB

Ini cara atasi kecanduan gadget pada anak

Rabu, 14 November 2018 - 12:12 WIB

Benarkah talenan kayu lebih baik daripada plastik?

Selasa, 13 November 2018 - 09:15 WIB

Cara memilih kacamata hitam untuk melindungi mata Anda

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com