Menteri PPN/Kepala Bappenas tegaskan komitmen open goverment pemerintah RI
Selasa, 06 November 2018 - 13:06 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro . Foto: Dody Handoko/Elshinta.

Elshinta.com - Dalam pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri para menteri pembangunan dari negara-negara anggota Open Government Partnership (OGP) di Seoul, Korea Selatan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menegaskan komitmen Indonesia untuk melaksanakan praktik open government yang memegang peranan penting untuk mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia, diantaranya kebijakan dana desa yang didistribusikan secara langsung sejak 2015. Pada 2018, pemerintah mengalokasikan dana desa sebesar 60 triliun rupiah per tahun untuk 74.957 desa. 

“Angka dana desa akan terus bertambah setiap tahunnya. Seiring dengan kenaikan tersebut, akuntabilitas penggunaan dana juga harus diperketat agar dana dapat bermanfaat dan berdampak langsung bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis di Seoul, Korea Selatan (6/11) seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

"Di sinilah peran open government sangat penting untuk memaparkan informasi penggunaan dana tersebut . Melalui Rencana Aksi Keterbukaan Pemerintah atau Open Government Indonesia (Renaksi OGI) 2018-2020, pemerintah mendorong partisipasi dan keterlibatan publik dalam perencanaan penganggaran,”  tambahnya.

Open government juga berkontribusi dalam kesuksesan program bantuan sosial. Studi yang dilakukan Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (JPAL) atas program Beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin) membuktikan bahwa transparansi dapat meningkatkan penerimaan program beras bersubsidi tersebut hingga 26 persen.

Dalam Renaksi OGI 2018-2020 mendatang, Indonesia berkomitmen untuk mendorong komponen partisipatif dan transparansi terkait program raskin. Renaksi tersebut sekaligus menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), terutama bagi target pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 19 Januari 2019 - 07:41 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhi...
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:58 WIB
Elshinta.com - Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan nasabah program Membina Ekonomi Kelu...
Jumat, 18 Januari 2019 - 12:47 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina (Persero) mengembangkan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM...
Jumat, 18 Januari 2019 - 11:50 WIB
Elshinta.com -Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (18...
Jumat, 18 Januari 2019 - 08:12 WIB
Elshinta.com - Pemerintah menyatakan tetap optimistis dalam menatap perekonomian Indonesia...
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi di tahun 2018 meni...
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:17 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Herma...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:01 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/1)...
Kamis, 17 Januari 2019 - 06:53 WIB
Elshinta.com -Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendukung upaya peningkatan ekspor dari ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Setelah beberapa saat ratusan mantan awak mobil tangki (AMT) Pertamina beru...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)