Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Mensos ingin komunitas adat tanggap bencana sesuai karakteristik wilayah

Selasa, 06 November 2018 - 14:36 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. Sumber foto: https://bit.ly/2MMLQmm
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. Sumber foto: https://bit.ly/2MMLQmm

Elshinta.com - Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan program pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) harus menjadikan komunitas itu tanggap bencana dan memahami upaya mitigasi sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

"Pertemuan forum pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil merupakan pertemuan yang sangat penting karena diharapkan mampu untuk bisa merespons secara cepat dan tuntas serta berkesinambungan bila mana saudara-saudara kita yang tinggal di KAT mengalami berbagai macam krisis, termasuk bencana, krisis pangan dan kejadian luar biasa," kata Agus dalam Rapat Forum Pakar dan Pokja Komunitas Adat Terpencil di Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (6/11).

Dilansir dari Antara, Agus menjelaskan, mengingat negara Indonesia rentan terhadap bencana, maka seluruh masyarakat Indonesia, termasuk KAT, juga harus memahami upaya mitigasi menghadapi bencana.

"Tentu kita semua di sini harus menyadari fakta itu dan kemudian kita perlu melakukan upaya-upaya, khususnya upaya yang bersifat mitigasi terhadap kemungkinan bencana yang terjadi," ujarnya.

Selain itu, Agus mengatakan pengembangan KAT harus berada di wilayah yang relatif aman dari bencana alam dan tidak boleh menempatkan komunitas di titik rawan bencana. "Titik-titik itu bisa kita pelajari. Untuk pengembangan komunitas KAT ini harus dilakukan di wilayah yang relatif aman dari bencana," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan program pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) harus menjadikan komunitas itu tanggap bencana dan memahami upaya mitigasi sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

"Pertemuan forum pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil merupakan pertemuan yang sangat penting karena diharapkan mampu untuk bisa merespons secara cepat dan tuntas serta berkesinambungan bila mana saudara-saudara kita yang tinggal di KAT mengalami berbagai macam krisis, termasuk bencana, krisis pangan dan kejadian luar biasa," kata Agus dalam Rapat Forum Pakar dan Pokja Komunitas Adat Terpencil di Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (6/11).

Dilansir dari Antara, Agus menjelaskan, mengingat negara Indonesia rentan terhadap bencana, maka seluruh masyarakat Indonesia, termasuk KAT, juga harus memahami upaya mitigasi menghadapi bencana.

"Tentu kita semua di sini harus menyadari fakta itu dan kemudian kita perlu melakukan upaya-upaya, khususnya upaya yang bersifat mitigasi terhadap kemungkinan bencana yang terjadi," ujarnya.

Selain itu, Agus mengatakan pengembangan KAT harus berada di wilayah yang relatif aman dari bencana alam dan tidak boleh menempatkan komunitas di titik rawan bencana. "Titik-titik itu bisa kita pelajari. Untuk pengembangan komunitas KAT ini harus dilakukan di wilayah yang relatif aman dari bencana," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com