Mensos ingin komunitas adat tanggap bencana sesuai karakteristik wilayah
Selasa, 06 November 2018 - 14:36 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. Sumber foto: https://bit.ly/2MMLQmm

Elshinta.com - Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan program pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) harus menjadikan komunitas itu tanggap bencana dan memahami upaya mitigasi sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

"Pertemuan forum pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil merupakan pertemuan yang sangat penting karena diharapkan mampu untuk bisa merespons secara cepat dan tuntas serta berkesinambungan bila mana saudara-saudara kita yang tinggal di KAT mengalami berbagai macam krisis, termasuk bencana, krisis pangan dan kejadian luar biasa," kata Agus dalam Rapat Forum Pakar dan Pokja Komunitas Adat Terpencil di Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (6/11).

Dilansir dari Antara, Agus menjelaskan, mengingat negara Indonesia rentan terhadap bencana, maka seluruh masyarakat Indonesia, termasuk KAT, juga harus memahami upaya mitigasi menghadapi bencana.

"Tentu kita semua di sini harus menyadari fakta itu dan kemudian kita perlu melakukan upaya-upaya, khususnya upaya yang bersifat mitigasi terhadap kemungkinan bencana yang terjadi," ujarnya.

Selain itu, Agus mengatakan pengembangan KAT harus berada di wilayah yang relatif aman dari bencana alam dan tidak boleh menempatkan komunitas di titik rawan bencana. "Titik-titik itu bisa kita pelajari. Untuk pengembangan komunitas KAT ini harus dilakukan di wilayah yang relatif aman dari bencana," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 20:40 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka merespon problem kemanusiaan melalui filsafat Islam, AAFI (Asosiasi...
Rabu, 16 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengungkapkan akan terus berupaya membuat w...
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:25 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia, Yonif Raide...
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:00 WIB
Elshinta.com - Operasi bariatrik atau mengurangi ukuran lambung yang dilaksanakan oleh tim...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:56 WIB
Elshinta.com - Polres Majalengka, Jawa Barat mengimbau agar para pemuda atau yang sering d...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:14 WIB
Elshinta.com - Muhammad Ulil Albab (4,5) hanya tergolek lemah karena penyakit hidrosefalus...
Selasa, 15 Januari 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Anda tentu akan tercengang dan geleng-geleng kepala pada Legiman. Bagaimana tida...
Selasa, 15 Januari 2019 - 13:56 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ...
Selasa, 15 Januari 2019 - 08:35 WIB
Elshinta.com - Penyandang disabilitas tidak butuh untuk dikasihani, namun butuh pengakuan ...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berencana mencairkan bantuan inse...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)