Jumat, 16 November 2018 | 17:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Serangkaian gempa guncang Mamasa, warga panik

Selasa, 06 November 2018 - 13:25 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RsEIuP
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RsEIuP

Elshinta.com - Gempa kembali mengguncang wilayah Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, pada Selasa dinihari hingga siang dengan magnitudo 5,5 skala richter (SR).

Gempa tersebut menyebabkan warga menjadi panik dan berhamburan ke luar rumah.

Dilaporkan, gempa pada Selasa dinihari sekitar pukul 02.35 WITA berkekuatan 5,5 magnitudo, menyebabkan warga yang tengah tertidur langsung berhamburan ke luar rumah.

"Guncangan gempa yang terjadi tadi (Selasa dinihari) sangat terasa bahkan lebih keras dibanding saat pertama kali terjadi gempa pada Sabtu (3/12)," kata seorang warga Kabupaten Mamasa, Tompo dihubungi dari Mamuju, Selasa (6/11) siang.

Akibat gempa berkekuatan 5,5 magnitudo tersebut, sebagian besar warga meninggalkan Kota Mamasa, karena khawatir terjadi gempa susulan.

"Sebagian besar warga meninggalkan Kota Mamasa, termasuk saya bersama keluarga karena masih khawatir akan terjadi gempa susulan," kata Tompo, dikutip Antara.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Majene Arman mengatakan, hingga Selasa siang pukul 13.30 WITA, sudah dua kali terjadi gempa susulan di Kabupaten Mamasa.

Pascagempa berkekuatan 5,5 magnitudo pada Selasa dinihari sekitar pukul 02.35 WITA, menurut Arman, gempa susulan kembali terjadi pada pukul 11.18 WITA berkekuatan 4,6 magnitudo dengan pusat gempa berada di darat enam kilometer Tenggara Mamasa.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta tidak percaya dengan adanya informasi yang menyebutkan bahwa gempa di Mamasa sama dengan gempa Palu Sulawesi Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Kami pastikan bahwa informasi yang menyebar yang menyebutkan bahwa gempa di Mamasa dengan Palu dan Lombok tidak benar. Jadi, ada informasi yang menyebutkan bahwa fenomena gempa di Mamasa sama dengan di Palu dan Lombok dan kami menyatakan bahwa itu tidak benar. Kalau karakternya, yakni pada gempa di Mamasa dan Palu serta Lombok dimana pada gempa susulanya lebih besar dibandingkan gempa utama, itulah yang sama," kata Arman.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan sebab kita tidak bisa memprediksi kapan akan terjadi gempa susulan. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Megapolitan | 16 November 2018 - 16:27 WIB

Sudinhub Jakpus tuntaskan titik macet pada 2019

Elshinta.com - Gempa kembali mengguncang wilayah Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, pada Selasa dinihari hingga siang dengan magnitudo 5,5 skala richter (SR).

Gempa tersebut menyebabkan warga menjadi panik dan berhamburan ke luar rumah.

Dilaporkan, gempa pada Selasa dinihari sekitar pukul 02.35 WITA berkekuatan 5,5 magnitudo, menyebabkan warga yang tengah tertidur langsung berhamburan ke luar rumah.

"Guncangan gempa yang terjadi tadi (Selasa dinihari) sangat terasa bahkan lebih keras dibanding saat pertama kali terjadi gempa pada Sabtu (3/12)," kata seorang warga Kabupaten Mamasa, Tompo dihubungi dari Mamuju, Selasa (6/11) siang.

Akibat gempa berkekuatan 5,5 magnitudo tersebut, sebagian besar warga meninggalkan Kota Mamasa, karena khawatir terjadi gempa susulan.

"Sebagian besar warga meninggalkan Kota Mamasa, termasuk saya bersama keluarga karena masih khawatir akan terjadi gempa susulan," kata Tompo, dikutip Antara.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Majene Arman mengatakan, hingga Selasa siang pukul 13.30 WITA, sudah dua kali terjadi gempa susulan di Kabupaten Mamasa.

Pascagempa berkekuatan 5,5 magnitudo pada Selasa dinihari sekitar pukul 02.35 WITA, menurut Arman, gempa susulan kembali terjadi pada pukul 11.18 WITA berkekuatan 4,6 magnitudo dengan pusat gempa berada di darat enam kilometer Tenggara Mamasa.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta tidak percaya dengan adanya informasi yang menyebutkan bahwa gempa di Mamasa sama dengan gempa Palu Sulawesi Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Kami pastikan bahwa informasi yang menyebar yang menyebutkan bahwa gempa di Mamasa dengan Palu dan Lombok tidak benar. Jadi, ada informasi yang menyebutkan bahwa fenomena gempa di Mamasa sama dengan di Palu dan Lombok dan kami menyatakan bahwa itu tidak benar. Kalau karakternya, yakni pada gempa di Mamasa dan Palu serta Lombok dimana pada gempa susulanya lebih besar dibandingkan gempa utama, itulah yang sama," kata Arman.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan sebab kita tidak bisa memprediksi kapan akan terjadi gempa susulan. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Jumat, 16 November 2018 - 11:56 WIB

Polisi: HS membunuh seorang diri dengan linggis

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com