Kamis, 15 November 2018 | 12:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Prajurit TNI di Lebanon ikut aktif tegakkan aturan hukum

Selasa, 06 November 2018 - 15:24 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Dody Handoko/Redaksi Elshinta
Istimewa. Foto: Dody Handoko/Redaksi Elshinta

Elshinta.com - Pemerintah Republik Indonesia ikut aktif dan terlibat langsung serta mengambil peran strategis dalam upaya menegakkan disiplin Prajurit yang bertugas di misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).

Hal tersebut disampaikan Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk PBB di New York, Brigjen TNI Fulad, S.Sos, M.Si, saat melakukan peninjauan ke Satgas Indonesia Sector East Military Police Unit (SEMPU) yang berada di UNP 7-3, Lebanon Selatan, beberapa waktu lalu. 

“Pemerintah Indonesia tidak hanya mengirimkan para Prajurit Pemelihara Perdamaian di garis depan, akan tetapi turut aktif dalam penegakkan aturan hukum dan disiplin prajurit di daerah Misi Unifil,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (6/10), seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Dody Handoko.

Menurut Brigjen TNI Fulad, wilayah timur Lebanon merupakan wilayah yang banyak terdapat Markas Pasukan Pemelihara Perdamaian dari berbagai kontingen negara-negara Troops Contributing Country (TCC). “Oleh sebab itu, Unifil HQ merasa sangat membutuhkan kehadiran Military Police yang bertugas untuk menegakkan aturan hukum dan disiplin selama berada di Misi PBB,” ucapnya.

Dijelaskan bahwa keberadaan Satgas Indonesia SEMPU tidak saja menegakkan aturan disiplin dan penegakkan hukum di Misi PBB, akan tetapi melaksanakan escort terhadap kontingen dari negara-negara TCC yang melaksanakan rotasi penugasan sampai para personel tersebut masuk dalam pesawat untuk kembali ke negaranya masing-masing.

“Disamping Indonesia Military Police melaksanakan tugas pokoknya,  juga melaksanakan tugas protokoler para Ketua Delegasi dari berbagai negara yang tergabung dalam Misi Unifil yang memasuki Unifil Area Of Operation,” ujarnya.

Pada kesempatan peninjauan ke Satgas Indonesia Military Police Unit, Penmil PTRI New York mengadakan tatap muka sekaligus memberikan pengarahan tentang berbagai informasi mengenai perkembangan penugasan Misi PBB dan dinamika yang terjadi akhir-akhir ini.

Disampaikan bahwa selama ini pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh Indonesia Sector East Military Police Unit dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga sampai saat ini tidak terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh para Prajurit yang tergabung di Misi Unifil. “Satgas SEMPU mendapat apresiasi yang tinggi dalam menjalankan tugasnya, dan dapat menjalin komunikasi intensif dengan seluruh Kontingen di Unifil Sector East dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

“Selaku Penasehat Militer RI untuk PBB, saya merasa bangga bahwa tugas yang dibebankan kepada Satgas SEMPU dapat dilaksanakan dengan baik sekaligus sebagai duta bangsa serta sebagai sarana komunikasi dan diplomasi militer kepada sesama Pasukan Pemelihara Perdamaian yang bertugas di Wilayah Timur Unifil-Lebanon,” kata Brigjen TNI Fulad.

Untuk itu, prestasi yang sudah diperoleh selama pelaksanaan tugas di Misi Unifil hendaknya dijadikan sebagai pengalaman untuk pelaksanaan tugas di Misi PBB lainnya atau pada saat kembali ke Tanah Air.

Pada akhir peninjauan di Sector East Military Police Unit, Penasehat Militer Republik Indonesia untuk PBB, Brigjen TNI Fulad berkesempatan menanam pohon sebagai lambang kemakmuran, perdamaian, kesejahteraan dan keamanan Lebanon di masa yang akan datang.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Ekonomi | 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Elshinta.com - Pemerintah Republik Indonesia ikut aktif dan terlibat langsung serta mengambil peran strategis dalam upaya menegakkan disiplin Prajurit yang bertugas di misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).

Hal tersebut disampaikan Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk PBB di New York, Brigjen TNI Fulad, S.Sos, M.Si, saat melakukan peninjauan ke Satgas Indonesia Sector East Military Police Unit (SEMPU) yang berada di UNP 7-3, Lebanon Selatan, beberapa waktu lalu. 

“Pemerintah Indonesia tidak hanya mengirimkan para Prajurit Pemelihara Perdamaian di garis depan, akan tetapi turut aktif dalam penegakkan aturan hukum dan disiplin prajurit di daerah Misi Unifil,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (6/10), seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Dody Handoko.

Menurut Brigjen TNI Fulad, wilayah timur Lebanon merupakan wilayah yang banyak terdapat Markas Pasukan Pemelihara Perdamaian dari berbagai kontingen negara-negara Troops Contributing Country (TCC). “Oleh sebab itu, Unifil HQ merasa sangat membutuhkan kehadiran Military Police yang bertugas untuk menegakkan aturan hukum dan disiplin selama berada di Misi PBB,” ucapnya.

Dijelaskan bahwa keberadaan Satgas Indonesia SEMPU tidak saja menegakkan aturan disiplin dan penegakkan hukum di Misi PBB, akan tetapi melaksanakan escort terhadap kontingen dari negara-negara TCC yang melaksanakan rotasi penugasan sampai para personel tersebut masuk dalam pesawat untuk kembali ke negaranya masing-masing.

“Disamping Indonesia Military Police melaksanakan tugas pokoknya,  juga melaksanakan tugas protokoler para Ketua Delegasi dari berbagai negara yang tergabung dalam Misi Unifil yang memasuki Unifil Area Of Operation,” ujarnya.

Pada kesempatan peninjauan ke Satgas Indonesia Military Police Unit, Penmil PTRI New York mengadakan tatap muka sekaligus memberikan pengarahan tentang berbagai informasi mengenai perkembangan penugasan Misi PBB dan dinamika yang terjadi akhir-akhir ini.

Disampaikan bahwa selama ini pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh Indonesia Sector East Military Police Unit dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga sampai saat ini tidak terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh para Prajurit yang tergabung di Misi Unifil. “Satgas SEMPU mendapat apresiasi yang tinggi dalam menjalankan tugasnya, dan dapat menjalin komunikasi intensif dengan seluruh Kontingen di Unifil Sector East dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

“Selaku Penasehat Militer RI untuk PBB, saya merasa bangga bahwa tugas yang dibebankan kepada Satgas SEMPU dapat dilaksanakan dengan baik sekaligus sebagai duta bangsa serta sebagai sarana komunikasi dan diplomasi militer kepada sesama Pasukan Pemelihara Perdamaian yang bertugas di Wilayah Timur Unifil-Lebanon,” kata Brigjen TNI Fulad.

Untuk itu, prestasi yang sudah diperoleh selama pelaksanaan tugas di Misi Unifil hendaknya dijadikan sebagai pengalaman untuk pelaksanaan tugas di Misi PBB lainnya atau pada saat kembali ke Tanah Air.

Pada akhir peninjauan di Sector East Military Police Unit, Penasehat Militer Republik Indonesia untuk PBB, Brigjen TNI Fulad berkesempatan menanam pohon sebagai lambang kemakmuran, perdamaian, kesejahteraan dan keamanan Lebanon di masa yang akan datang.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com