Jumat, 16 November 2018 | 11:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BPBD Mataram patroli titik rawan bencana

Selasa, 06 November 2018 - 18:05 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Serahkan bantuan  BNPB Walikota Mataram, Ahyar Abduh mencoba sepeda motor bantuan BNPB pada serah terima kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sumber foto: https://bit.ly/2Ff1yUW
Serahkan bantuan BNPB Walikota Mataram, Ahyar Abduh mencoba sepeda motor bantuan BNPB pada serah terima kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sumber foto: https://bit.ly/2Ff1yUW

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mulai melakukan patroli ke sejumlah titik rawan bencana alam guna mengantisipasi musibah menjelang musim hujan.

"Setiap hari, empat orang anggota kami melakukan patroli dari pagi sampai malam ke sejumlah titik rawan bencana," kata Kepala Bidang Pencegahan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Kurnia Mulyadi di Mataram, Selasa (6/11).

Ia menjelaskan sejumlah titik rawan bencana, antara lain di sepanjang sembilan kilometer pantai Mataram yang menjadi kawasan rawan rob dan gelombang pasang.

Selain itu, sepanjang aliran sungai karena rawan longsor akibat debit air naik ketika intensitas hujan tinggi dan drainase yang dikhawatirkan meluap akibat debit air tinggi.

Ia mengatakan, oleh karena itu, sejak hujan turun pertama di Mataram beberapa hari lalu, empat petugas aktif melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana tersebut. Mereka patroli secara bergantian mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam hari.

Baca juga: Wakasad Australia apresiasi prajurit TNI tangani gempa di Lombok NTB

"Alhamdulillah dari hasil pantauan sementara kondisi bencana pada titik-titik rawan tesebut masih relatif aman," katanya, dikutip Antara.

Namun demikian, pihaknya tidak mau lengah terhadap kondisi saat ini sehingga tetap waspada dan terus melakukan pengawasan terhadap titik rawan bencana.

Pihaknya juga melakukan koordinasi lintas sektor, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), ketika menemukan drainase yang tersumbat akibat sampah yang menyebabkan luapan air ke jalan dan memicu genangan.

Ia mengakui hingga saat ini Kota Mataram masih memiliki titik genangan yang perlu mendapatkan penanganan serius, antara lain di kawasan Kekalik, Abian Tubuh, dan Karang Ujung Ampenan.

"Genangan dipicu karena debit air tinggi, sementara kapasitas saluran tidak memadai diperarah lagi dengan banyaknya sampah," katanya.

Selain berkoordinasi dengan Dinas PUPR, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup guna penanganan sampah, serta Dinas Sosial ketika terjadi bencana untuk penyaluran bantuan dan keperluan lainnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mulai melakukan patroli ke sejumlah titik rawan bencana alam guna mengantisipasi musibah menjelang musim hujan.

"Setiap hari, empat orang anggota kami melakukan patroli dari pagi sampai malam ke sejumlah titik rawan bencana," kata Kepala Bidang Pencegahan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Kurnia Mulyadi di Mataram, Selasa (6/11).

Ia menjelaskan sejumlah titik rawan bencana, antara lain di sepanjang sembilan kilometer pantai Mataram yang menjadi kawasan rawan rob dan gelombang pasang.

Selain itu, sepanjang aliran sungai karena rawan longsor akibat debit air naik ketika intensitas hujan tinggi dan drainase yang dikhawatirkan meluap akibat debit air tinggi.

Ia mengatakan, oleh karena itu, sejak hujan turun pertama di Mataram beberapa hari lalu, empat petugas aktif melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana tersebut. Mereka patroli secara bergantian mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam hari.

Baca juga: Wakasad Australia apresiasi prajurit TNI tangani gempa di Lombok NTB

"Alhamdulillah dari hasil pantauan sementara kondisi bencana pada titik-titik rawan tesebut masih relatif aman," katanya, dikutip Antara.

Namun demikian, pihaknya tidak mau lengah terhadap kondisi saat ini sehingga tetap waspada dan terus melakukan pengawasan terhadap titik rawan bencana.

Pihaknya juga melakukan koordinasi lintas sektor, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), ketika menemukan drainase yang tersumbat akibat sampah yang menyebabkan luapan air ke jalan dan memicu genangan.

Ia mengakui hingga saat ini Kota Mataram masih memiliki titik genangan yang perlu mendapatkan penanganan serius, antara lain di kawasan Kekalik, Abian Tubuh, dan Karang Ujung Ampenan.

"Genangan dipicu karena debit air tinggi, sementara kapasitas saluran tidak memadai diperarah lagi dengan banyaknya sampah," katanya.

Selain berkoordinasi dengan Dinas PUPR, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup guna penanganan sampah, serta Dinas Sosial ketika terjadi bencana untuk penyaluran bantuan dan keperluan lainnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com