Rabu, 14 November 2018 | 19:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/ Startup

Mengenal Inspigo dan podcast yang mulai mendapat perhatian

Selasa, 06 November 2018 - 18:30 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2PHN7g1
Sumber foto: https://bit.ly/2PHN7g1

Elshinta.com - Podcast adalah seri audio digital yang berisi berbagai pembahasan yang dapat didownload atau didengarkan secara streaming oleh pengguna. Podcast dianggap sebagai generasi konten audio setelah radio yang kejayaannya kian pudar. 

Di negara-negara barat, podcast sudah menjadi salah satu konten yang digemari oleh masyarakat. Podcast dapat didengar melalui situs internet maupun aplikasi pada telepon genggam sehingga bisa dinikmati kapan pun dan di mana pun. 

Di Indonesia, meskipun belum sepopuler di negara-negara barat, sudah muncul para podcaster (sebutan untuk orang yang memproduksi podcast) yang muncul dengan topik pembahasannya masing-masing. Misalnya Rane Hafied dengan Suarane Podcastnya yang membahas banyak hal seperti buku dan film.

Podcast di Indonesia

Perkembangan dunia podcast yang sudah mulai tumbuh tersebut dilirik oleh Insipgo, yang mulai menggarap podcast sebagai sebuah peluang bisnis. Inspigo merupakan layanan berbayar yang menyajikan konten-konten podcast inspiratif dari para narasumber dengan berbagai keahlian dan latar belakang. 

Layanan ini diinisiasi oleh Yoris Sebastian, Eva Ditasar, dan Tyo Guritno. Berbagai topik seperti pengembangan diri, karier, teknologi, kesehatan, sampai musik disajikan oleh Inspigo dalam aplikasi yang bisa diunduh di App Store maupun Google Play tersebut. 

Baca juga: Bagaimana bisnis crowdfunding berjalan?

“Inspigo percaya bahwa media audio podcast mampu menjadi alat belajar yang mengisi kebutuhan para millennial untuk mengonsumsi konten online yang berguna, tetapi tetap menarik dan menghibur secara lebih efisien dan hemat,” kata Tyo Guritno seperti yang dikutip dari dailysocial.id. 

Audio adalah masa depan

Dilansir dari Tirto.id, podcast lahir seiring dengan lahirnya iPod yang diperkenalkan oleh Steve Jobs pada 2001. iPod serupa dengan Youtube yang merupakan platform konten digital namun hanya untuk siaran suara. 

Steve Jobs, sang pendiri Apple merupakan salah seorang yang yakin podcast adalah konten dibutuhkan orang di masa depan. Pada 2005, Steve yang mengumumkan podcast sudah dapat dinikmati di iTunes mengatakan bahwa podcast adalah generasi radio selanjutnya. 

Apa yang dikatakan Steve Jobs ternyata tak meleset. Peminat podcast meningkat dengan sangat pesat.  Menurut laporan Podcast Consumer 2018 dari Edison Research yang dikutip dari Forbes, lebih dari 80 juta orang Amerika kini rutin mendengarkan podcast dan 26% orang Amerika sekarang adalah pendengar bulanan.

Orang Amerika suka mendengarkan podcast, baik itu hiburan, olahraga atau cuaca dan mereka mendengarkan di rumah, saat bepergian atau menjalani latihan. Hal itu memang menjadi salah satu keunggulan konten podcast yang flexible.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Podcast adalah seri audio digital yang berisi berbagai pembahasan yang dapat didownload atau didengarkan secara streaming oleh pengguna. Podcast dianggap sebagai generasi konten audio setelah radio yang kejayaannya kian pudar. 

Di negara-negara barat, podcast sudah menjadi salah satu konten yang digemari oleh masyarakat. Podcast dapat didengar melalui situs internet maupun aplikasi pada telepon genggam sehingga bisa dinikmati kapan pun dan di mana pun. 

Di Indonesia, meskipun belum sepopuler di negara-negara barat, sudah muncul para podcaster (sebutan untuk orang yang memproduksi podcast) yang muncul dengan topik pembahasannya masing-masing. Misalnya Rane Hafied dengan Suarane Podcastnya yang membahas banyak hal seperti buku dan film.

Podcast di Indonesia

Perkembangan dunia podcast yang sudah mulai tumbuh tersebut dilirik oleh Insipgo, yang mulai menggarap podcast sebagai sebuah peluang bisnis. Inspigo merupakan layanan berbayar yang menyajikan konten-konten podcast inspiratif dari para narasumber dengan berbagai keahlian dan latar belakang. 

Layanan ini diinisiasi oleh Yoris Sebastian, Eva Ditasar, dan Tyo Guritno. Berbagai topik seperti pengembangan diri, karier, teknologi, kesehatan, sampai musik disajikan oleh Inspigo dalam aplikasi yang bisa diunduh di App Store maupun Google Play tersebut. 

Baca juga: Bagaimana bisnis crowdfunding berjalan?

“Inspigo percaya bahwa media audio podcast mampu menjadi alat belajar yang mengisi kebutuhan para millennial untuk mengonsumsi konten online yang berguna, tetapi tetap menarik dan menghibur secara lebih efisien dan hemat,” kata Tyo Guritno seperti yang dikutip dari dailysocial.id. 

Audio adalah masa depan

Dilansir dari Tirto.id, podcast lahir seiring dengan lahirnya iPod yang diperkenalkan oleh Steve Jobs pada 2001. iPod serupa dengan Youtube yang merupakan platform konten digital namun hanya untuk siaran suara. 

Steve Jobs, sang pendiri Apple merupakan salah seorang yang yakin podcast adalah konten dibutuhkan orang di masa depan. Pada 2005, Steve yang mengumumkan podcast sudah dapat dinikmati di iTunes mengatakan bahwa podcast adalah generasi radio selanjutnya. 

Apa yang dikatakan Steve Jobs ternyata tak meleset. Peminat podcast meningkat dengan sangat pesat.  Menurut laporan Podcast Consumer 2018 dari Edison Research yang dikutip dari Forbes, lebih dari 80 juta orang Amerika kini rutin mendengarkan podcast dan 26% orang Amerika sekarang adalah pendengar bulanan.

Orang Amerika suka mendengarkan podcast, baik itu hiburan, olahraga atau cuaca dan mereka mendengarkan di rumah, saat bepergian atau menjalani latihan. Hal itu memang menjadi salah satu keunggulan konten podcast yang flexible.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com