Jumat, 16 November 2018 | 17:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

256 antemortem dan posmortem akan dicocokkan dengan 163 kantong jenazah

Selasa, 06 November 2018 - 12:31 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
RS Polri telah menerima 163 kantong jenazah. Sumber foto: https://bit.ly/2QuhH9O
RS Polri telah menerima 163 kantong jenazah. Sumber foto: https://bit.ly/2QuhH9O

Elshinta.com - Tim DVI telah menerima laporan 256 data antemortem yang diterima dari RS Polri dan Polda Babel yang nantinya akan dicocokkan dengan 163 kantong jenazah.

Reporter Elshinta, Joko Ismoyo dari RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (6/11) siang, melaporkan, dalam proses pengungkapan korban pesawat Lion JT 610 yang terjadi pada (29/10) lalu, pihak posko atau tim DVI telah menerima data antemortem tidak hanya dari keluarga yang datang ke RS Polri, Kramat Jati melainkan juga dari keluarga yang berada di tempat tujuan di Pangkalpinang atau di Bangka Belitung. 

Dari data antemortem yang telah dikumpulkan di dua rumah sakit di Polda Babel dan RS Polri ini nantinya akan dicocokkan dengan data posmortem yang telah diterima oleh RS Polri, yakni sebanyak 165 kantong jenazah yang telah diserahkan pihak Basarnas ke RS Polri.

Selain itu, ada sebanyak 19 kantong properti yang nantinya akan dicocokkan dengan data-data terakhir yang dikenakan oleh korban pada saat keberangkatan menuju Pangkalpinang.

Dijelaskan oleh Vice DVI Commander RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Triawan Marsudi, sampai saat ini sudah 27 identitas yang berhasil ditemukan dari hasil persilangan data antemortem dan posmortem yang telah diterima oleh tim DVI.

Dari 27 jenazah yang telah teridentifikasi, sebanyak 26 jenazah sudah diambil oleh pihak keluarga, dan masih ada 1 jenazah lagi yang belum diambil oleh pihak keluarga karena harus menyelesaikan masalah internal.

Selain melakukan pengungkapan identitas, RS Polri juga melayani pengobatan atau terapi bagi 19 penyelam yang ikut dalam proses evakuasi di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Ke-19 penyelam ini menjalani terapi untuk mengeluarkan nitrogen yang ada di pembuluh darah dan meyakinkan bahwa para personel penyelam Polri ini tetap dalam keadaan sehat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 16 November 2018 - 17:38 WIB

Facebook segera bentuk badan independen konten

Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Elshinta.com - Tim DVI telah menerima laporan 256 data antemortem yang diterima dari RS Polri dan Polda Babel yang nantinya akan dicocokkan dengan 163 kantong jenazah.

Reporter Elshinta, Joko Ismoyo dari RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (6/11) siang, melaporkan, dalam proses pengungkapan korban pesawat Lion JT 610 yang terjadi pada (29/10) lalu, pihak posko atau tim DVI telah menerima data antemortem tidak hanya dari keluarga yang datang ke RS Polri, Kramat Jati melainkan juga dari keluarga yang berada di tempat tujuan di Pangkalpinang atau di Bangka Belitung. 

Dari data antemortem yang telah dikumpulkan di dua rumah sakit di Polda Babel dan RS Polri ini nantinya akan dicocokkan dengan data posmortem yang telah diterima oleh RS Polri, yakni sebanyak 165 kantong jenazah yang telah diserahkan pihak Basarnas ke RS Polri.

Selain itu, ada sebanyak 19 kantong properti yang nantinya akan dicocokkan dengan data-data terakhir yang dikenakan oleh korban pada saat keberangkatan menuju Pangkalpinang.

Dijelaskan oleh Vice DVI Commander RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Triawan Marsudi, sampai saat ini sudah 27 identitas yang berhasil ditemukan dari hasil persilangan data antemortem dan posmortem yang telah diterima oleh tim DVI.

Dari 27 jenazah yang telah teridentifikasi, sebanyak 26 jenazah sudah diambil oleh pihak keluarga, dan masih ada 1 jenazah lagi yang belum diambil oleh pihak keluarga karena harus menyelesaikan masalah internal.

Selain melakukan pengungkapan identitas, RS Polri juga melayani pengobatan atau terapi bagi 19 penyelam yang ikut dalam proses evakuasi di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Ke-19 penyelam ini menjalani terapi untuk mengeluarkan nitrogen yang ada di pembuluh darah dan meyakinkan bahwa para personel penyelam Polri ini tetap dalam keadaan sehat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com