YLKI: Cukai tembakau tinggi upaya lindungi masyarakat
Selasa, 06 November 2018 - 19:27 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2F6Uo4Z

Elshinta.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan tingginya tarif cukai tembakau adalah salah satu upaya untuk melindungi masyarkat Indonesia dari konsumsi rokok.

YLKI kecewa dengan keputusan pemerintah untuk menunda menaikkan cukai rokok pada 2019, padahal menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau menyebutkan cukai hasil tembakau adalah 57 persen.

"Cukai itu prinsipnya pengendalian konsumen untuk tidak mengonsumsi barang tersebut. Saat ini cukai rokok di Indonesia tidak sampai 40 persen, belum sesuai dengan peraturan yang pemeritah buat yaitu 57 persen," kata Tulus saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/11), dihimpun kantor berita Antara.

Dia mengatakan biaya cukai dibebankan kepada pembeli, bukan dibebankan kepada industri rokok. Sehingga, apabila tarif cukai tembakau dinaikkan maka industri rokok tidak akan merugi.

Baca juga: YLKI minta Lion Air beri kompensasi pada korban

Dia menjelaskan, naiknya tarif cukai tembakau juga tidak berdampak dengan pengurangan tenaga kerja di tempat industri rokok. "Yang menyebabkan berkurangnya tenaga kerja adalah mekanisasi, satu mesin saja bisa menggantikan 900 pekerja di pabrik rokok," pungkasnya.

Dengan diundurnya tarif cukai tembakau, menurut dia, maka negara telah abai dengan kesehatan masyarakat Indonesia. "Pemerintah telah abai terhadap kesehatan publik dengan mengutamakan kepentingan jangka pendek. Padahal rokok menjadi salah satu penyebab terjadi penyakit tidak menular seperti stroke, jantung koroner dan lainnya," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi di tahun 2018 meni...
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:17 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Herma...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:01 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/1)...
Kamis, 17 Januari 2019 - 06:53 WIB
Elshinta.com -Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendukung upaya peningkatan ekspor dari ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Setelah beberapa saat ratusan mantan awak mobil tangki (AMT) Pertamina beru...
Rabu, 16 Januari 2019 - 20:18 WIB
Elshinta.com - Pertambangan merupakan bisnis high risk, dimana membutuhkan modal besar dan meme...
Rabu, 16 Januari 2019 - 13:40 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pertumbuhan e...
Rabu, 16 Januari 2019 - 13:31 WIB
Elshinta.com - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita menyatakan pembahasan d...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:14 WIB
Elshinta.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyebutkan maskapai penerbangan seharus...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/1)...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)