Jumat, 16 November 2018 | 17:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Polda Sumsel gagalkan masuknya sabu melalui Bandara

Selasa, 06 November 2018 - 19:18 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2J8GdKY
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2J8GdKY

Elshinta.com - Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menggagalkan masuknya narkoba jenis sabu jaringan internasional dari Batam ke Palembang melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

"Hari ini tim berhasil menggagalkan masuknya sabu-sabu seberat 1,2 kg dari Malaysia yang dikirim dari Batam dengan kemasan delapan kotak kardus melalui jalur udara menggunakan pesawat salah satu maskapai penerbangan dalam negeri," kata Direktur Ditnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Parman, di Palembang, Selasa (6/11).

Ia menjelaskan, pengiriman sabu-sabu melalui jalur udara yang diselipkan di pinggiran kotak kardus yang berisi makanan ringan merupakan modus baru yang diungkap di wilayah hukum Polda Sumsel.

Baca juga: Polres Pekalongan Kota bekuk tiga pengedar sabu-sabu

Pengiriman sabu tersebut nyaris berhasil karena lolos dari pemeriksaan petugas Bandara Hang Nadim Batam asal barang tersebut.

Namun berkat kesigapan dan ketelitian petugas, anggota yang mencurigai kotak kardus bawaan penumpang pesawat tujuan Batam-Palembang berisi narkoba setelah membongkar kardus menemukan sabu-sabu yang diselipkan di pinggiran kardus yang secara sepintas sulit terlihat.

Ketika pemeriksaan awal, petugas yang membuka kotak kardus tidak melihat tanda-tanda ada narkoba karena isinya hanya makanan ringan.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, petugas menemukan kemasan sabu-sabu yang diselipkan di pinggiran kotak kardus.

Dengan ditemukannya barang bukti narkoba itu, petugas Ditnarkoba Polda Sumsel membawa pemilik kotak kardus itu, Nazarudin dan Adi Ariansyah ke Mapolda untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

"Setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik, kedua pemilik kotak kardus berisi narkoba itu, ditetapkan sebagai tersangka," kata Kombes Parman, dikutip Antara.

Dalam penjelasan kepada penyidik, Nazar mengaku ditugasi temannya di Batam untuk mengantar paket sabu-sabu kepada pemesan di Palembang dengan mendapat imbalan uang sebesar Rp10 juta jika sukses mengantar paket tersebut.

Sedangkan Adi yang tinggal di Palembang bertugas menjemput Nazar dan barang bawaaanya delapan kotak kardus paket narkoba.

Kedua tersangka ditangkap petugas saat berada di parkiran Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II yang sebelumnya dalam pengawasan tim Ditreserse Narkoba Polda Sumsel.

Atas perbuatannya, kedua tersangka tersebut disangkakan melangar Pasal 114 ayat 2, Pasal 132 ayat 1 subsider 112 ayat 2 dan Pasal 132 ayat 1, dengan kurungan paling lama 20 tahun hingga seumur hidup.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Megapolitan | 16 November 2018 - 16:27 WIB

Sudinhub Jakpus tuntaskan titik macet pada 2019

Elshinta.com - Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menggagalkan masuknya narkoba jenis sabu jaringan internasional dari Batam ke Palembang melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

"Hari ini tim berhasil menggagalkan masuknya sabu-sabu seberat 1,2 kg dari Malaysia yang dikirim dari Batam dengan kemasan delapan kotak kardus melalui jalur udara menggunakan pesawat salah satu maskapai penerbangan dalam negeri," kata Direktur Ditnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Parman, di Palembang, Selasa (6/11).

Ia menjelaskan, pengiriman sabu-sabu melalui jalur udara yang diselipkan di pinggiran kotak kardus yang berisi makanan ringan merupakan modus baru yang diungkap di wilayah hukum Polda Sumsel.

Baca juga: Polres Pekalongan Kota bekuk tiga pengedar sabu-sabu

Pengiriman sabu tersebut nyaris berhasil karena lolos dari pemeriksaan petugas Bandara Hang Nadim Batam asal barang tersebut.

Namun berkat kesigapan dan ketelitian petugas, anggota yang mencurigai kotak kardus bawaan penumpang pesawat tujuan Batam-Palembang berisi narkoba setelah membongkar kardus menemukan sabu-sabu yang diselipkan di pinggiran kardus yang secara sepintas sulit terlihat.

Ketika pemeriksaan awal, petugas yang membuka kotak kardus tidak melihat tanda-tanda ada narkoba karena isinya hanya makanan ringan.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, petugas menemukan kemasan sabu-sabu yang diselipkan di pinggiran kotak kardus.

Dengan ditemukannya barang bukti narkoba itu, petugas Ditnarkoba Polda Sumsel membawa pemilik kotak kardus itu, Nazarudin dan Adi Ariansyah ke Mapolda untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

"Setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik, kedua pemilik kotak kardus berisi narkoba itu, ditetapkan sebagai tersangka," kata Kombes Parman, dikutip Antara.

Dalam penjelasan kepada penyidik, Nazar mengaku ditugasi temannya di Batam untuk mengantar paket sabu-sabu kepada pemesan di Palembang dengan mendapat imbalan uang sebesar Rp10 juta jika sukses mengantar paket tersebut.

Sedangkan Adi yang tinggal di Palembang bertugas menjemput Nazar dan barang bawaaanya delapan kotak kardus paket narkoba.

Kedua tersangka ditangkap petugas saat berada di parkiran Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II yang sebelumnya dalam pengawasan tim Ditreserse Narkoba Polda Sumsel.

Atas perbuatannya, kedua tersangka tersebut disangkakan melangar Pasal 114 ayat 2, Pasal 132 ayat 1 subsider 112 ayat 2 dan Pasal 132 ayat 1, dengan kurungan paling lama 20 tahun hingga seumur hidup.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Jumat, 16 November 2018 - 11:56 WIB

Polisi: HS membunuh seorang diri dengan linggis

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com