Rabu, 14 November 2018 | 19:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Tim tanggulangi jembatan Cipatujah yang terputus

Selasa, 06 November 2018 - 19:48 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Jembatan Cipatujah yang terputus. Sumber foto: https://bit.ly/2DpCEQC
Jembatan Cipatujah yang terputus. Sumber foto: https://bit.ly/2DpCEQC

Elshinta.com - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan penilaian dan penanggulangan jalur jalan yang menghubungkan jalan antara Tasikmalaya dan Cipatujah yang terputus karena Jembatan Cipatujah, Sungai Ciandung, Kabupaten Tasikmalaya roboh.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, di Bandung, Selasa (6/11).

Ia mengatakan pihaknya melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat beserta Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera mengirim instrumen membangun jembatan darurat dengan baja (Jembatan Bailey).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Dedi Taufik, mengatakan Arus lalu lintas sementara dari Sindangbarang ke Tasikmalaya dialihkan melalui Pameungpeuk Garut selanjutnya dari arah Pangandaran menuju Sindangbarang dialihkan melalui Tasikmalaya.

Baca juga: Lima desa di Tasikmalaya diterjang banjir dan longsor

"Jembatan terputus sekira pukul 03.00 WIB, Selasa 6 November 2018 diperkirakan karena pondasi yang terkena gerusan air sungai yang deras, " katanya, dikutip Antara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar, Dicky Saromi, menyampaikan informasi kejadian tersebut per-tanggal 6 November 2018 pukul 11.00 WIB.

Ia menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur beberapa daerah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dari Pukul 20.00 sampai dengan Pukul 04.00 WIB telah mengakibatkan terjadinya luapan aliran sungai Cipatujah di Kecamatan Cipatujah. Hal ini menyebabkan sedikitnya tiga kecamatan terendam banjir.

Kecamatan yang terkena dampak adalah Kecamatan Cipatujah, Kecamatan Karang Nunggal, dan Kecamatan Culamega.

"Hingga laporan ini diturunkan, tercatat sedikitnya 50 KK di Kecamatan Cipatujah terendam banjir, sementara untuk Kecamatan Karang Nunggal dan Cumaluga masih dalam tahap verifikasi," katanya.

"Ketinggian air bervariasi, Kecamatan Cipatujah antara 50 cm hingga 1,8 meter pada pukul 01.00 WIB. Sedangkan di Kecamatan Karang Nunggal pada pukul 03.00 WIB antara 30 cm, hingga 200 cm," jelasnya.

Menurut laporan, ditemukan empat orang/ korban jiwa dengan jenis kelamin dua Laki- laki dan dua perempuan, untuk data korban masih dalam proses Identifikasi pihak terkait karena tidak ditemukan identitas apapun yang dibawa korban.

Saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung, dan BPBD Provinsi Jawa Barat tengah mengirimkam tim untuk perbantuan dan pendampingan penanganan bencana di Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 November 2018 - 18:49 WIB

Masuk musim hujan, BPBD Lumajang siaga bencana

Ekonomi | 14 November 2018 - 18:35 WIB

Rupiah terapresiasi seiring tensi perang dagang mereda

Arestasi | 14 November 2018 - 18:25 WIB

Merasa malu, janda buang bayinya yang dianggap cacat

Megapolitan | 14 November 2018 - 18:16 WIB

15 bangunan liar di bantaran Kali Item ditertibkan

Elshinta.com - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan penilaian dan penanggulangan jalur jalan yang menghubungkan jalan antara Tasikmalaya dan Cipatujah yang terputus karena Jembatan Cipatujah, Sungai Ciandung, Kabupaten Tasikmalaya roboh.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, di Bandung, Selasa (6/11).

Ia mengatakan pihaknya melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat beserta Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) segera mengirim instrumen membangun jembatan darurat dengan baja (Jembatan Bailey).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Dedi Taufik, mengatakan Arus lalu lintas sementara dari Sindangbarang ke Tasikmalaya dialihkan melalui Pameungpeuk Garut selanjutnya dari arah Pangandaran menuju Sindangbarang dialihkan melalui Tasikmalaya.

Baca juga: Lima desa di Tasikmalaya diterjang banjir dan longsor

"Jembatan terputus sekira pukul 03.00 WIB, Selasa 6 November 2018 diperkirakan karena pondasi yang terkena gerusan air sungai yang deras, " katanya, dikutip Antara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar, Dicky Saromi, menyampaikan informasi kejadian tersebut per-tanggal 6 November 2018 pukul 11.00 WIB.

Ia menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur beberapa daerah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dari Pukul 20.00 sampai dengan Pukul 04.00 WIB telah mengakibatkan terjadinya luapan aliran sungai Cipatujah di Kecamatan Cipatujah. Hal ini menyebabkan sedikitnya tiga kecamatan terendam banjir.

Kecamatan yang terkena dampak adalah Kecamatan Cipatujah, Kecamatan Karang Nunggal, dan Kecamatan Culamega.

"Hingga laporan ini diturunkan, tercatat sedikitnya 50 KK di Kecamatan Cipatujah terendam banjir, sementara untuk Kecamatan Karang Nunggal dan Cumaluga masih dalam tahap verifikasi," katanya.

"Ketinggian air bervariasi, Kecamatan Cipatujah antara 50 cm hingga 1,8 meter pada pukul 01.00 WIB. Sedangkan di Kecamatan Karang Nunggal pada pukul 03.00 WIB antara 30 cm, hingga 200 cm," jelasnya.

Menurut laporan, ditemukan empat orang/ korban jiwa dengan jenis kelamin dua Laki- laki dan dua perempuan, untuk data korban masih dalam proses Identifikasi pihak terkait karena tidak ditemukan identitas apapun yang dibawa korban.

Saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung, dan BPBD Provinsi Jawa Barat tengah mengirimkam tim untuk perbantuan dan pendampingan penanganan bencana di Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com