Kamis, 15 November 2018 | 12:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Almisbat dan Banser tetap komitmen jaga keutuhan NKRI

Selasa, 06 November 2018 - 17:35 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Almisbat dan Ansor sepakat jaga keutuhan NKRI. Foto: Istimewa/Elshinta.
Almisbat dan Ansor sepakat jaga keutuhan NKRI. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Berbagai persoalan kebangsaan jadi  tema dominan dalam dialog antara sejumlah Pengurus Nasional Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) dengan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Jakarta, Senin malam (5/11).

Seperti diketahui, GP Ansor belakangan jadi sorotan pasca insiden pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh anggota Barisan Serbaguna (Banser) pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut beberapa waktu lalu.

"Almisbat dan GP Ansor ada di garis perjuangan yang sama dalam banyak hal, terutama yang berkaitan dengan isu demokrasi, toleransi, dan NKRI, " kata Ketua Umum Almisbat, Hendrik  Sirait, saat mengawali paparannya.

Garis perjuangan itu, tambah Hendrik, telah final dan menjadi marwah setiap pengurus dan jaringan Almisbat di seluruh Indonesia.

"Kita melihat ada ancaman potensial dan aktual terhadap kebangsaan dan kebhinekaan dari berbagai kelompok intoleran. Termasuk dari HTI yang selama ini bergerak secara licik dengan menunggangi demokrasi, sistem yang sejatinya mereka haramkan, " kata Hendrik dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (6/11).

Hendrik menegaskan perlunya upaya untuk melawan dalam kondisi seperti saat ini. “Harus muncul suara perlawanan dari mayoritas yang selama ini diam, " tambahnya. 

Pada kesempatan dialog itu, Hendrik juga menyampaikan apresiasi kepada GP Ansor yang selama ini komitmen menjaga keIndonesiaan. 

Sementara, Ketua Umum GP Ansor,  Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut, pada kesempatan itu menegaskan bahwa GP Ansor selalu siap mengawal kebangsaan dan NKRI dalam kondisi apapun.  "Kami berpegang teguh pada amanah dari para Kyai kami yang dulu ikut berjuang mendirikan negara ini, " ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Timnas Indonesia | 15 November 2018 - 11:55 WIB

Evan Dimas pastikan tak ada masalah laga di Thailand

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:42 WIB

Presiden: Kerja sama maritim kunci utama kemitraan ASEAN-India

Pemasaran | 15 November 2018 - 11:30 WIB

Beberapa strategi pemasaran startup dengan budget yang terbatas

Bencana Alam | 15 November 2018 - 11:19 WIB

Gempa berkekuatan M 5 guncang Mamasa, Sulawesi Barat

Asia Pasific | 15 November 2018 - 11:08 WIB

Presiden Korsel sambut baik usulan Indonesia terkait Korut

Elshinta.com - Berbagai persoalan kebangsaan jadi  tema dominan dalam dialog antara sejumlah Pengurus Nasional Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) dengan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Jakarta, Senin malam (5/11).

Seperti diketahui, GP Ansor belakangan jadi sorotan pasca insiden pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh anggota Barisan Serbaguna (Banser) pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut beberapa waktu lalu.

"Almisbat dan GP Ansor ada di garis perjuangan yang sama dalam banyak hal, terutama yang berkaitan dengan isu demokrasi, toleransi, dan NKRI, " kata Ketua Umum Almisbat, Hendrik  Sirait, saat mengawali paparannya.

Garis perjuangan itu, tambah Hendrik, telah final dan menjadi marwah setiap pengurus dan jaringan Almisbat di seluruh Indonesia.

"Kita melihat ada ancaman potensial dan aktual terhadap kebangsaan dan kebhinekaan dari berbagai kelompok intoleran. Termasuk dari HTI yang selama ini bergerak secara licik dengan menunggangi demokrasi, sistem yang sejatinya mereka haramkan, " kata Hendrik dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (6/11).

Hendrik menegaskan perlunya upaya untuk melawan dalam kondisi seperti saat ini. “Harus muncul suara perlawanan dari mayoritas yang selama ini diam, " tambahnya. 

Pada kesempatan dialog itu, Hendrik juga menyampaikan apresiasi kepada GP Ansor yang selama ini komitmen menjaga keIndonesiaan. 

Sementara, Ketua Umum GP Ansor,  Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut, pada kesempatan itu menegaskan bahwa GP Ansor selalu siap mengawal kebangsaan dan NKRI dalam kondisi apapun.  "Kami berpegang teguh pada amanah dari para Kyai kami yang dulu ikut berjuang mendirikan negara ini, " ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 15 November 2018 - 12:12 WIB

KPK panggil mantan Wapres Boediono

Kamis, 15 November 2018 - 10:59 WIB

Rupiah terapresiasi sentimen positif dalam negeri

Kamis, 15 November 2018 - 10:48 WIB

IHSG menguat seiring terjaganya fluktuasi rupiah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com