Jumat, 16 November 2018 | 11:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Pemerintah pertimbangkan pembentukan Mahkamah Penerbangan

Selasa, 06 November 2018 - 21:14 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2QojmxU
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2QojmxU

Elshinta.com - Menyusul adanya insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 membuat Pemerintah Indonesia kembali mempertimbangkan usulan pembentukan Mahkamah Penerbangan yang sebelumnya pernah dibahas bersama DPR pada 2007 lalu.

"Pemerintah akan mempertimbangkan usulan pembentukan Mahkamah Penerbangan, menyusul insiden pesawat terbang Lion Air nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang," kata Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, di Jakarta, Selasa (6/11), dihimpun Antara.

Usulan pembentukan Mahkamah Penerbangan itu mengacu pada Mahkamah Pelayaran, yang di dalamnya mengatur pengadilan bagi nakhoda apabila dianggap lalai hingga menyebabkan korban jiwa dalam menjalankan profesinya.

"Memang kalau di laut ada Mahkamah Pelayaran, karena kan banyak sekali insiden-insiden pelayaran, tapi (Mahkamah Penerbangan) agak berbeda. Oleh karena itu, usul itu dapat kita pertimbangkan, nanti kita lihat urgensinya macam mana," ungkap Wapres.

Menurut Kalla, perlu ada kajian dan penelitian terkait perlunya Mahkamah Penerbangan diberlakukan di Indonesia, sehingga penerapannya dapat efektif dan efisien di dunia penerbangan Tanah Air. "Saya tidak mengatakan itu (tidak perlu), tapi nanti kita kaji sejauh mana," tambahnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 16 November 2018 - 11:20 WIB

KPK panggil kepala dinas Pemprov Kalteng

Amerika | 16 November 2018 - 11:11 WIB

AS hukum 17 warga Saudi terkait pembunuhan Khashoggi

Kecantikan | 16 November 2018 - 10:44 WIB

Vanesha Prescilla senang eksperimen makeup

Aktual Sepakbola | 16 November 2018 - 10:35 WIB

Bosnia promosi ke strata tertinggi Nations League

Elshinta.com - Menyusul adanya insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 membuat Pemerintah Indonesia kembali mempertimbangkan usulan pembentukan Mahkamah Penerbangan yang sebelumnya pernah dibahas bersama DPR pada 2007 lalu.

"Pemerintah akan mempertimbangkan usulan pembentukan Mahkamah Penerbangan, menyusul insiden pesawat terbang Lion Air nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang," kata Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, di Jakarta, Selasa (6/11), dihimpun Antara.

Usulan pembentukan Mahkamah Penerbangan itu mengacu pada Mahkamah Pelayaran, yang di dalamnya mengatur pengadilan bagi nakhoda apabila dianggap lalai hingga menyebabkan korban jiwa dalam menjalankan profesinya.

"Memang kalau di laut ada Mahkamah Pelayaran, karena kan banyak sekali insiden-insiden pelayaran, tapi (Mahkamah Penerbangan) agak berbeda. Oleh karena itu, usul itu dapat kita pertimbangkan, nanti kita lihat urgensinya macam mana," ungkap Wapres.

Menurut Kalla, perlu ada kajian dan penelitian terkait perlunya Mahkamah Penerbangan diberlakukan di Indonesia, sehingga penerapannya dapat efektif dan efisien di dunia penerbangan Tanah Air. "Saya tidak mengatakan itu (tidak perlu), tapi nanti kita kaji sejauh mana," tambahnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com