Jumat, 16 November 2018 | 17:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Harga emas turun lagi tertekan kenaikan pasar ekuitas AS

Rabu, 07 November 2018 - 06:52 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2zKT0Qx
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2zKT0Qx

Elshinta.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lagi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), tertekan kenaikan ekuitas AS dan dolar AS yang tetap kuat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 6,00 dolar AS atau 0,49 persen, menjadi ditutup pada 1.226,30 dolar AS per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 132,30 poin atau 0,52 persen, menjadi 25.594 poin pada pukul 18.24 GMT. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengikuti kenaikan Dow. Ketika pasar ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena para investor tidak lagi mencari aset-aset "safe haven", beralih ke aset-aset berisiko.

Sementara itu, menurut Xinhua, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, tetap menguat pada Selasa (6/11). Indeks dolar AS naik 0,02 persen menjadi 96,36 pada pukul 18.26 GMT.

Para investor juga memantau dengan ketat pemilihan umum paruh waktu AS yang sedang berlangsung pada Selasa (6/11). Banyak yang percaya bahwa hasil pemilu, terutama partai mana yang dapat mengendalikan DPR dan Senat, niscaya akan mempengaruhi pasar saham, dolar AS, dan harga emas juga.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 14,5 sen AS atau satu persen, menjadi ditutup pada 14,50 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 naik 2,1 dolar AS atau 0,24 persen, menjadi menetap di 871,50 dolar AS per ounce, demikian dikutip dari Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 16 November 2018 - 17:25 WIB

Kapolda: Tujuh ribu personel gabungan siaga banjir di Jakarta

Hukum | 16 November 2018 - 17:13 WIB

Polda Jabar sita Rp1,9 miliar korupsi dana hibah

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:57 WIB

Idrus Marham pamer buku sebelum diperiksa sebagai tersangka

Ekonomi | 16 November 2018 - 16:47 WIB

Kemenkeu segera laksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 16:37 WIB

Presiden ajak masyarakat Merauke jaga persatuan

Megapolitan | 16 November 2018 - 16:27 WIB

Sudinhub Jakpus tuntaskan titik macet pada 2019

Elshinta.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lagi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), tertekan kenaikan ekuitas AS dan dolar AS yang tetap kuat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 6,00 dolar AS atau 0,49 persen, menjadi ditutup pada 1.226,30 dolar AS per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 132,30 poin atau 0,52 persen, menjadi 25.594 poin pada pukul 18.24 GMT. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengikuti kenaikan Dow. Ketika pasar ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena para investor tidak lagi mencari aset-aset "safe haven", beralih ke aset-aset berisiko.

Sementara itu, menurut Xinhua, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, tetap menguat pada Selasa (6/11). Indeks dolar AS naik 0,02 persen menjadi 96,36 pada pukul 18.26 GMT.

Para investor juga memantau dengan ketat pemilihan umum paruh waktu AS yang sedang berlangsung pada Selasa (6/11). Banyak yang percaya bahwa hasil pemilu, terutama partai mana yang dapat mengendalikan DPR dan Senat, niscaya akan mempengaruhi pasar saham, dolar AS, dan harga emas juga.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 14,5 sen AS atau satu persen, menjadi ditutup pada 14,50 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 naik 2,1 dolar AS atau 0,24 persen, menjadi menetap di 871,50 dolar AS per ounce, demikian dikutip dari Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com